Pemerintahan

Rakoor Inflasi Jelang HBKN, Ketersediaan Hewan Qurban Tercukupi

BATULICIN – Rakoor Inflasi Jelang HBKN, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) kembali ikuti. Rapat Koordinasi (Rakoor) pengendalian inflasi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1444 H yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri via daring pada Senin, (12/6/2023).

Rapat koordinasi (rakoor) pengendalian inflasi dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

Dalam pembukaannya, ia menyampaikan bahwa penurunan inflasi beberapa minggu ini cukup bagus, yakni 4 persen.

Lebih lanjut, Tito juga mengingatkan terhadap daerah dengan penduduk yang memiliki mayoritas muslim untuk mempersiapkan hewan kurban, seperti sapi, domba, dan kambing.

“Idul Adha, di akhir bulan ini, ada kebutuhan peningkatan hewan qurban. Sehingga memerlukan ketersediaan. Khususnya daerah mayoritas muslim, untuk mempersiapkan potensi kebutuhan hewan qurban,” pintanya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi menambahkan ketersediaan dan kebutuhan hewan qurban tahun 2023 dapat tercukupi.

Dia katakan, proyeksi kebutuhan hewan qurban tahun 2023 sebanyak 1.743.051 ekor (meningkat 2% dari tahun 2022). Potensi ketersediaan hewan kurban tahun 2023 sebanyak 2.737.966 ekor.

“Sehingga terdapat surplus hewan qurban sebanyak 995.768 ekor. Secara nasional ketersediaan hewan kurban tahun ini cukup,” ucapnya.

Baca Juga : Pemkab Tanbu Ikuti Rakoor Pengendalian Inflasi 2023

 

Sementara itu, Direktur Statistik Harga, Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yaitu Dr. Windhiarso Ponco Adi Putranto menjelaskan bahwa ada kenaikan harga daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, dan bawang putih. Sebutnya, harga pasar tradisional lebih murah dari pasar modern.

Ia menyampaikan salah satu penyebab kenaikan harganya adalah berkurangnya stok ayam potong dari peternak, naiknya harga pakan ayam, dan ongkos transportasi.

Dari data BPS, secara nasional, jumlah Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 11 persen. Dari 54% di minggu ke-5 bulan Mei menjadi 65% di Minggu Ke-1 bulan Juni.

Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI Dr. Drs. Nyoto Suwignyo memaparkan bahwa menjelang HBKN Idul Adha, rata-rata harga komoditas berada di harga yang tinggi. Khususnya telur ayam dan daging ayam ras.

“Hal itu menjadi perhatian kita bersama, agar menjaga keseimbangan stok pangan nasional. Namun, walaupun terbilang tinggi, ketersediaan komoditas pangan dan cadangannya menjelang HBKN (Hari Raya Idul Adha) terpantau aman.” Sebut Nyoto.

Staf Ahli Bupati Tanah Bumbu Mahriadi Noor menanggapi inflasi setelah selesai rakoor via daring. Ia mengatakan ketersediaan cabai rawit di Tanah Bumbu terbilang aman. Namun, untuk cabai merah memang kurang stabil. Untuk beras sendiri cukup aman, karena baru saja musim panen.

Selain itu, Ia juga berharap kepada SKPD Pemkab Tanah Bumbu, khususnya SKPD terkait agar bisa menjaga dan mengantisipasi ketersediaan air karena perkiraan bulan Juli akan datang musim kemarau.

Ia juga menghimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada hewan qurban dari luar daerah. (Han)

Berita Terkait

DLH Tanah Bumbu Ajak Gunakan Kantong Belanja Ramah Lingkungan

admin

Tanah Bumbu Terbitkan Surat Edaran untuk Kurangi Timbulan Sampah Plastik

admin

Festival Anak Daerah Meriahkan Hari Anak Nasional

admin

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Baca Selengkapnya