Pemerintahan

Pemkab Tanbu Gelar Penguatan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Kegiatan Penguatan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Rabu (27/9) bertempat di Kantor Kecamatan Sungai Loban.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengaktualisasikan nilai dan semangat pilar kebangsaan dalam mengelola pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja melalui pembelajaran pilar kebangsaan.?

Adapun peserta penguatan ideologi dan wawasan kebangsaan yaitu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan perangkat desa. Sedangkan narasumber yaitu Pasi Intel Kodim 1022/Tanbu Kapten Inf Budi Sarjono, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tanbu M Nurman, Kepala Kantor Kesbangpol Tanbu Darmiadi, dan KBO Sat Binmas Polres Tanbu Iptu Saryanto.

?Kepala Kantor Kesbangpol Tanbu, Darmiadi, mengatakan Indonesia merupakan negara besar dimana penduduknya mendekati 300 juta orang, yang terdiri dari berbagai jenis suku bangsa, agama, budaya, dan adat-istiadat.

Sebagai bangsa yang besar, kata Darmiadi, kita harus bisa menerima perbedaan sebagai cara pandang kita dalam menciptakan kerukunan dan persatuan.?

“Saat ini sesama kita malah saling bermusuhan, padahal kita sudah merdeka,” sebut Darmiadi.

Kita lebih baik bergandengan tangan bekerjasama dan saling rukun untuk membangun bangsa kita kedepannya. Jadi mari kita hilangkan perbedaan-perbedaan itu.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tanbu M Nurman, mengatakan Ideologi kita bernegara adalah Pancasila, yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sumber wawasan kebangsaan adalah Pancasila, UUD1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Pada prinsipnya Pancasila tetap diposisikan sebagai ideologi dan dasar negara yang kedudukannya di atas 3 pilar kebangsaan lainnya.?

“Mari sampaikan hal ini kepada lingkungan kita demi persatuan bangsa.? Mari ajak orang-orang kita, orang yang kita sayangi, untuk menyebarkan paham cinta tanah air, serta tidak berlaku diskriminasi. Jadi Semua bisa hidup tanpa memandang perbedaan,” ucapnya.?

Sementara itu, KBO Sat Binmas Polres Tanbu, Iptu Saryanto ?menyebutkan Negara kita dibentuk berdasarkan kesepakatan dan kesetaraan, dimana didalamnya tidak boleh ada merasa pemegang kekuasaan tertinggi. Jika ada pihak yang ingin merubah tatanan bangsa, maka bisa dianggap makar dan aparat akan menindak.?

Ia menambahkan, Radikal adalah aliran yang menginginkan perubahan secara drastis, dan cenderung kebablasan karena tidak mau mendengarkan orang lain. Contohnya adalah ISIS, jika tidak sependapat dengan dia, maka akan dibunuh.

“Radikalisme tidak selalu berkaitan dengan keagamaan. Jadi jika ada yang bilang Islam adalah radikal itu sudah pasti salah, karena Islam selalu mencerminkan kasih sayang.,” ucapnya.

Ia juga menghimbau, Jika mendapat suatu berita, kita perlu pelajari dulu kebenarannya, jangan-jangan itu hanya Hoax. Karena kelompok radikal suka menghalalkan segala cara.?

Hati-hati dalam menggunakan media sosial, jika menyebarkan ujaran kebencian maka akan ditangkap oleh aparat. ?

Menurutnya, paham radikalisme bisa menimbulkan terorisme. Terorisme merupakan tindak pidana luar biasa (extra ordinary crime), sehingga penanganannya juga khusus. Metode terorisme antara lain pembunuhan, penyerangan militer/polisi, penembakan, penculikan, penyerangan, pemerasan dan pengeboman.?

Selain itu, ia juga menyampaikan respon Indonesia terhadap aksi terorisme yang mendapat respon positif dari dunia internasional dalam menangani kasus terorisme. Contohnya saja ketika Bom di Kampung Melayu bisa segera ditangkap pelakunya kurang dari 1 x 24 jam?. Namun pencapaian ini bukan hanya dari kerja aparat, tetapi juga dari informasi masyarakat.??

“Oleh karena itu jika masyarakat punya informasi sekecil apapun, bisa segera disampaikan ke aparat, bisa ke Bhabinkamtibmas, Babinsa atau kepala Desa,” ujarnya.?

Penanganan terorisme bisa menggunakan cara yang lunak, yakni dengan program deradikalisasi untuk individu atau kelompok. Atau bisa juga menggunakan cara lain, yakni dengan penegakan hukum.

Hal senada juga disampaikan, Pasi Intel Kodim 1022/Tanbu Kapten Inf Budi Sarjono, mengatakan Negara Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai isu, baik itu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Salah satu isu yang menonjol adalah terorisme. Di tempat kita sebenarnya juga sudah pernah dilakukan pendalaman terorisme, jadi perlu waspada.?

Di Indonesia terdapat sel-sel tidur terorisme, namun jika suatu saat sel-sel tersebut bangkit, maka kita akan kewalahan.? Langkah antisipasinya kita terus berlakukan 1×24 jam wajib lapor, sehingga bisa memantau tamu-tamu pendatang. ?

“Kami mohon bantuan kepada masyarakat untuk memberikan informasi. Para Babinsa sudah didokrin bahwa apapun yang dilaporkan oleh warga harus ditampung dan dilaporkan.,” ucapnya.

Pihaknya juga menghimbau agar sama-sama nonton bareng film G30S/PKI, agar kita mengingat kembali sejarah kelam bangsa Indonesia. Berikan wawasan kepada anak-anak kita tentang isi film tersebut. ??(Rel)

Berita Terkait

Pelepasan Pemberangkatan Kafilah FASI 2024 Oleh Pemkab Tanbu

admin

Pemuktakhiran Data Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan APIP Se Kalsel

admin

Bimtek Pengawasan Keamanan PSAT Sanitasi Hygiene 2024

admin

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Baca Selengkapnya