Pemerintahan

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik.

Pelatihan dilaksanakan Rabu (5/9) di Balai Rakyat, Kantor Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana.

Peserta pelatihan adalah petani Desa Sumber Baru yang merupakan peserta klaster padi unggul terintegrasi program kerjasama KPw Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Untung Torang, Konsultan PUMKM KPw BI Kalsel mengatakan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari MoU Pemkab Tanbu dengan BI terkait pengembangan pertanian secara organik dan terintegrasi di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Salah satu kerjasama pengembangan pertanian organik tersebut yaitu pembuatan pupuk organik,” sebut Untung Torang.

Untung menambahkan pelatihan pembuatan pupuk organik dilaksanakan dari tanggal 4 sampai 6 September 2018.
IMG-20180905-WA0032

Pada pelatihan kali ini, narasumbernya adalah peserta klaster padi unggul dari Kecamatan Kusan Hulu Kab Tanbu yang telah berhasil mengembangkan padi organik terintegrasi diwilayahnya.

Sedangkan materi pelatihan yang disampaikan diantaranya praktek pembuatan pestisida organik (bioplus) untuk pengembangan tanaman padi, dan pembuatan pupuk biofarm dari urine sapi dan pencampuran kombinasi untuk memacu pertumbuhan padi secara organik, serta upaya pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman secara organik.

Sementara itu, salah satu narasumber pelatihan pembuatan pupuk organik mengatakan penggunaan pupuk organik tentunya lebih hemat biaya dan bahan baku pupuk organiknya sangat tersedia dan melimpah, seperti jerami, kulit kelapa dan gedebong (batang) pohon pisang yang difermentasi menjadi pupuk NPK.

Selain itu, kotoran hewan ternak juga bisa dijadikan pupuk dan pencegahan pengendalian hama penyakit.

“Selain kotoran sapi yang diolah menjadi pupuk, urine sapi juga bermanfaat untuk pencegahan hama pada tanaman padi,” sebutnya.

Dihadapan peserta pelatihan, Ia menjelaskan dan membuktikan dengan pupuk biofarm dari urine sapi tanaman padi miliknya tidak diserang oleh hama atau virus. Sedangkan tanaman milik petani lainnya diserang hama.

Sementara itu, Plt Bupati Tanah Bumbu, Sudian Noor menyambut baik dengan adanya pengembangan pertanian secara organik dan terintegrasi di Tanah Bumbu yang bekerjasama dengan KPw Bank Indonesia Kalsel.

Menurutnya, melimpahnya sumberdaya alam yang ada di Tanah Bumbu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Salah satunya dengan integrasi antara pertanian dengan peternakan.

Ia mengatakan melalui program kerjasama BI dan Pemkab Tanbu ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak. Salah satu contohnya yaitu pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami yang difermentasi menjadi pakan ternak.

Sementara itu, dari sektor peternakannya dengan memanfaatkan kotoran dan urine ternak untuk dijadikan pupuk tanaman.

Tidak hanya itu, pengintegrasian dengan sektor perkebunan juga bisa dilakukan untuk pembuatan pupuk organik.

“Pemanfaatan limbah tanaman dan ternak ini tentunya mengurangi biaya pengeluaran petani sebab pembuatan pupuk berasal dari limbah yang sangat mudah didapat dan tentunya murah,” seraya mengatakan dengan pengintegrasian ini petani padi diuntungkan dengan menjual pakan ternak dari fermentasi jerami, sedangkan peternak diuntungkan dengan menjual urine ternak ke petani padi untuk dijadikan pupuk organik. (rel)

Berita Terkait

DLH Tanah Bumbu Ajak Gunakan Kantong Belanja Ramah Lingkungan

admin

Tanah Bumbu Terbitkan Surat Edaran untuk Kurangi Timbulan Sampah Plastik

admin

Festival Anak Daerah Meriahkan Hari Anak Nasional

admin

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Baca Selengkapnya