Pemerintahan

Forkopimda Tanbu Terbitkan Instruksi Tekan Penyebaran Covid-19

BATULICIN – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab. Tanbu) terbitkan instruksi Nomor : B/443.26/2603/Bag.Pem-2.Bup/VIII/2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Periode 24 Agustus – 06 September 2021 di Kabupaten Tanah Bumbu.

Instruksikan ditujukan kepada Kepala Instansi Vertikal dan SKPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Adat, Pimpinan Perusahaan, Pelaku Usaha, dan seluruh warga di Kabupaten Tanah Bumbu dalam rangka mengantisipasi penyebaran dan upaya penanganan pandemik secara baik, cepat, dan tepat agar tidak berkembang menjadi ganggungan terhadap keselamatan, keamanan, dan ketertiban masyarakat.

Instruksi Forkopimda yang ditandatangani tanggal 24 Agustus 2021 tersebut menginstruksikan agar perpanjangan PPKM Level IV di Kabupaten Tanah Bumbu dimulai tanggal 24 Agustus s.d 06 September 2021 dan akan di evaluasi tanggal 06 September 2021.

Kemudian, kegiatan belajar mengajar disatuan pendidikan dilakukan online/daring, maksimal 25% pendidik atau tenaga pendidik dapat melakukan kegiatan simulasi asesmen nasional pada tanggal 24 Agustus s.d 02 September 2021.

Sektor non esensial 25% WFO, protokol kesehatan ketat. Sektor Esensial dapat beroperasi 50% dari kapasitas, kecuali industry orientasi ekspor dan penunjang ekspor dapat beroperasi 100%, protokol kesehatan ketat. Namun apabila ditemukan klaster penyebaran Covid-19 sektor yang bersangkutan ditutup selama 5 (lima( hari.

Sektor kritikal seperti kesehatan dan keamanan dan ketertiban masyarakat dapat beroperasi 100% tanpa ada pengecualian.

Sektor kritikal seperti penanganan bencana, energy, logistik dapat beroperasi maksimal 100% maksimal staf, sedangkan makanan dan minuman serta penunjangnya termasuk ternak, pupuk, semen, objek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar (listrik, air, dan pengelolaan sampah) maksimal 25% staf.

Apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam. Minimarket yang menjual kebutuhan sehari-hari, pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barber shop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, pasar loak, pasar burung/unggas, pasar basah pasar baju, bengkel kecil, pencucian kendaraan dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka sampai dengan pukul 20.00 wita dengan protokol kesehatan ketat.

Restoran/warung makan/kafe skala sedang, rumah makan dan kafe skala kecil/warung makan/warteg/angkringan dapat melayani makan ditempat dengan kapasitas 25% s.d pukul 20.00 wita sedangkan layanan dibawa pulang/take away/delivery s.d pukul 22.00 wita dengan protokol kesehatan ketat.

Konstruksi dan infrastruktur publik beroperasi 100% prokes ketat.

Pelaksanaan ibadah berjamaah hanya 25% dari kapasitas tempat ibadah dengan protokol kesehatan ketat yang difasilitasi, diawasi, dan dipantau oleh pengurus tempat ibadah, namun lebih dioptimalkan pelaksanaan ibadah dirumah.

Tempat hiburan malam dan sejenisnya, Bar, Bilyar, Tempat Karaoke, Fasilitas Umum (tempat wisata, taman bermain/umum, dan area publik lainnya) dapat beroperasi 25% dari kapasitas menggunakan aplikasi Peduli Lindungi s.d pukul 20.00 wita dengan protokol kesehatan ketat.

Kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan kapasitas maksimal 25% menggunakan aplikasi Peduli Lindungi prokes ketat. Kegiatan olahraga/pertandingan olahraga yang diselengarakan tanpa supporter maupun individual diperbolehkan dengan penerapan prokes ketat.

Penyelenggaraan akad nilah di KUA dihadiri maksimal 6 orang dan diluar KUA maksimal dihadiri 30 orang dengen prokes ketat, sedangkan resepsi perkawinan di izinkan 25% dari kapasitas atau maksimal 30 orang tanpa hidangan ditempat.

Transportasi umum kapasitas maksimal 70% dengan prokes ketat. Pelaku perjalanan dipersyaratkan memiliki dan menunjukan kartu vaksin, PCR H-2 untuk transportasi udara, dan Antigen H-1 transportasi darat/laut. Pengeculaian sopir kendaraan logistic/barang dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

Kepada TNI, Polri, Kasatpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan dan institusi terkait melakukan pengawasan dan penegakan disiplin ketat prokes.

Para camat, dan Lurah, serta Kepala Desa bersama Satlinmas, beserta Tim Satgas masing-masing berkoordinasi dengan TNI/Babinsa dan Polri/Babinkabtibmas melakukan penegakan disiplin ketat prokes diwilayah kerja masing-masing.

Pelaksanaan PPKM ditingkat RT/RW, Desa/Kelurahan, dan Kecamatan tetap diberlakukan dengan mengaktifkan posko-posko disetiap tingkatan dengan melihat kriteria zonasi pengendalian wilayah.

Menerapkan 5 M (memakai masker yang benar dan konsisten, mencuci tangan dengan sabun diair mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas keluar rumah) serta tidak diizinkan penggunaan faceshield tanpa menggunakan masker.

Bagi setiap pelanggar dari ketentuan PPKM Level 4 akan diberikan sanksi sosial dan sanksi administrative sesuai Perbup Nomor : 28 Tahun 2020 tentang panduan tatanan baru masyarakat yang produktif dan aman Corona Virus Disease 2019. (rel)

Berita Terkait

Dispersip Tanbu Gelar Nonton Bareng Film Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari

admin

Rapat Koordinasi Desa Lokus Stunting Tahun 2024 di Tanah Bumbu

Edwan Muhammad

Tanbu Gelar Rakoor Lokus Stunting Tahun 2024

admin

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Baca Selengkapnya

Selamat Datang

di MC Tanbu 

Dapatkan Berita Terbaru Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu
DOWNLOAD NOW
close-link