Kasus Covid-19 di Tanah Bumbu Melandai, Kadiskominfo Ingatkan Masyarakat Tetap Disiplin Prokes

BATULICIN – Kasus Covid-19 di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan melandai.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kominikasi dan Informatika (Diskominfo) Kab. Tanah Bumbu, Ardiansyah, Kamis (2/9/2021) di Batulicin.

Dikatakan Ardiansyah, dari data Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, angka kasus aktif terkonfirmasi atau dalam perawatan terus mengalami penurunan.

Sebelumnya, ujar Ardiansyah pada tanggal 14 Agustus 2021 angka kasus aktif terkonfirmasi/perawatan sebanyak 1.283 kasus.

Namun kini, pertanggal 1 September 2021 kasus aktif terkonfirmasi/perawatan menjadi 118 kasus saja.

“Bahkan pada Rabu (1/9/2021) pasien dalam perawatan berkurang 13 kasus,” kata Ardiansyah.

Melandainya kasus Covid-19 juga karena banyaknya pasien yang sembuh.

Data per 1 September 2021 jumlah total kesembuhan ada sebanyak 5.299 pasien. Dan terus terjadi penambahan pasien sembuh pada 1 September 2021 sebanyak 29 orang.

“Pasien sembuh terus bertambah. Sebelumnya pada 14 Agustus 2021 angka kesembuhan sebanyak 3.694 pasien, dan terus bertambah menjadi 5.299 pertanggal 1 September 2021,” kata Kadiskominfo.

Sementara itu, untuk total jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Tanah Bumbu sejak awal kasus sampai sekarang 1 September 2021 sebanyak 5.664 kasus. Sedangkan angka kematian berjumlah 247 orang.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam rangka penanganan Covid-19 di Tanah Bumbu ini yakni dengan mengoptimalkan kebijakan PPKM, meningkatkan kekebalan tubuh melalui vaksinasi yang terus dilakukan, sosialisasi protokol kesehatan (prokes), dan lainnya.

Ardiansyah menambahkan, melandai kasus covid-19 ini juga harus dibarengi dengan kedisiplinan masyarakat menerapkan prokes Covid-19.

Sebagaimana yang disampaikan Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar dalam berbagai kesempatan menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan 5M, yaitu dengan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Hal ini agar semua upaya yang telah dilakukan pemerintah dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa, seperti sosialisasi, himbauan, hingga pembatasan kegiatan, dalam pencegahan penularan Covid-19 bisa memberikan hasil,” ucapnya. (Rel)