Kabupaten Paser Jadi Tujuan Pemkab Tanah Bumbu Studi Komparasi Pengelolaan Tanah

BATULICIN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu melakukan studi komparasi ke Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur, Selasa, (20/8/2024).

Kunjungan ini terkait pengelolaan Izin Membuka Tanah Negara (IMTN), Tanah Ulayat, dan Fasum-Fasos.

Rombongan Pemkab Tanbu terdiri dari Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Muhammad Yamani, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Eryanto Rais. Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Ansyari Firdaus, Dinas Lingkungan Hidup dan Bagian Hukum Setda.

Kepala Dinas Perkimtan Tanah Bumbu Ansyari Firdaus mengatakan. Studi dilakukan untuk mempelajari atau mencontoh seperti apa pengelolaan IMTN, Tanah Ulayat, dan Fasum-Fasos. Yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Paser.

Menurutnya, IMTN merupakan suatu izin yang diberikan untuk membuka atau mengambil manfaat dan mempergunakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara yang berfungsi sebagai dasar dalam permohonan hak.

Sedangkan Tanah Ulayat adalah tanah yang menurut hukum adat dimiliki secara komunal oleh masyarakat adat.

Status kepemilikan bersama ini, memperbolehkan masyarakat adat untuk manfaatkan dan mengambil segala sumber daya alam yang dimiliki tanah ulayat demi kelangsungan hidup bersama.

Selain itu, fasilitas umum dan sosial atau dikenal dengan istilah (fasum-fasos), merupakan aspek yang harus ada di lingkungan perumahan.

“Ketersediaan fasilitas umum dan sosial ini sangat dibutuhkan di area permukiman kita,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Pemkab Tanah Bumbu disambut hangat oleh jajaran Pemkab Paser melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kadis Perkimtan dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Paser. (ddi)

Related posts

Cooking Class Tanah Bumbu Dorong Generasi Emas dengan Inovasi Olahan Ikan Sehat

Ratusan Pelajar SLTA di Tanah Bumbu Ikuti Aksi Go To School Wawasan Kebangsaan

Andi Irmayani Rudi Latif Dorong Inovasi Dekranasda untuk Perkuat Kerajinan Tanah Bumbu

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Baca Selengkapnya