Pemkab Latih 50 Relawan Masyarakat Peduli Api

BATULICIN – Guna meningkatkan kapasitas relawan dalam rangka pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menggelar pelatihan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA). Pelatihan diikuti peserta sebanyak 50 relawan MPA se-Tanah Bumbu.

Pelatihan MPA dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Tanbu, H Rooswandi Salem, Selasa (05/03/2019) di Mahligai Bersujud, ditandai dengan pemakaian atribut dan kartu peserta kepada 2 orang perwakilan peserta.

Pelatihan relawan MPA penting untuk dilaksanakan bagi terwujudnya relawan yang tanggap, tangkas, dan tangguh, dalam penanggulangan bencana khususnya pengendalian Karhutla.

Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor, dalam sambutan dibacakan Sekda Rooswandi Salem mengatakan menyambut baik dengan dilaksanakannya pelatihan relawan MPA.

Karena pelatihan ini dilaksanakan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.

Dalam rangka kesiap-siagaan menghadapi bencana di daerah ini, Bupati berharap BPBD Kabupaten Tanah Bumbu dapat melaksanakan pelatihan secara kontinyu, efektif dan inovatif serta mampu memetakan lokasi rawan bencana.

Kepada tenaga pelatih, Bupati berpesan agar memberikan pengetahuan yang tepat kepada peserta dalam mengantisipasi dan menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Sedangkan kepada para peserta, Bupati minta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga nantinya dapat diaplikasikan sebagai bentuk antisipasi dini, dalam melakukan pertolongan dan tindakan penyelematan serta kerugian yang ditimbulkan akibat bencana.

Sekda menambahkan penanganan karhutla menjadi prioritas pemerintah pusat mengingat permasalahan karhutla ini mengakibatkan dampak yang luar biasa bagi lingkungan dan kesehatan.

Bahkan dampak yang ditimbulkannya bisa mengganggu negara tetangga dengan adanya kabut asap.

Sekda menambahkan, kejadian serupa seperti kabut asap pernah pula terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu dalam beberapa tahun yang lalu.

Namun, dengan sinerginya peran antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat maka permasalahan karhutla di Tanah Bumbu sehingga jumlah titik api dapat diturunkan dan tidak terjadi lagi kabut asap.

Permasalahan selain Karhutla yang perlu diperhatikan di Tanah Bumbu adalah semakin padatnya rumah penduduk yang jika terjadi kebakaran beresiko menimbulkan kerugian yang sangat besar.

“Antisipasi kebakaran rumah penduduk ini perlu strategi yang baik dan menjadi perhatian kita semua,” sebut Sekda.

Untuk itu sekda meminta agar pihak atau SKPD terkait perlu memotivasi masyarakat dalam hal menjaga lingkungan dan lebih hati-hati terhadap terjadinya potensi yang menimbulkan kebakaran.

“BPBD ataupun instansi terkait dapat membentuk sebuah organisasi atau kelompok masyarakat yang peduli terhadap api utamanya pada kebakaran di wilayah pemukiman penduduk,” ujarnya. (Rel)

Related posts

Bupati Andi Rudi Latif Dorong Tanbu Youth Basketball Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda

Bupati Andi Rudi Latif Dorong UMKM Tanah Bumbu Tembus Pasar Ritel Modern

Bupati Andi Rudi Latif Dorong Peningkatan Produksi Tenun Pagatan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Baca Selengkapnya