BATULICIN – Grand Final Duta Wisata Kabupaten Tanah Bumbu 2026 yang meliputi pemilihan Nanang Galuh, Putra-Putri Pariwisata, serta Putra-Putri Tenun digelar di Hotel Lotusa, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eryanto Rais. Pemilihan Duta Wisata menjadi salah satu agenda penting dalam memperkuat promosi pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi daerah melalui peran generasi muda.
Dalam sambutan Bupati Tanah Bumbu yang disampaikan Eryanto Rais, pemilihan Duta Wisata merupakan agenda penting dalam membangun citra dan identitas Kabupaten Tanah Bumbu sebagai daerah yang kaya akan budaya serta memiliki potensi pariwisata yang beragam.
“Melalui Pemilihan Duta Wisata ini, kita tidak hanya mencari figur yang cakap dalam penampilan, tetapi juga sosok yang cerdas, berkepribadian, serta memiliki wawasan mendalam tentang budaya lokal dan potensi wisata daerah,” ujar Eryanto Rais.
Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memandang kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses kaderisasi generasi muda agar ke depan mampu mengambil peran dalam memajukan daerah.
Menurutnya, Tanah Bumbu membutuhkan figur yang dapat menjadi role model, inspirasi, sekaligus penggerak dalam upaya melestarikan budaya dan mengembangkan sektor pariwisata.
“Sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu menuju daerah yang maju, makmur, dan beradab, sektor pariwisata menjadi salah satu pilar penting yang terus kita dorong. Guna meningkatkan prestasi di bidang seni, budaya, dan olahraga, serta melestarikan warisan budaya daerah,” katanya.
Pemkab Tanah Bumbu Tekankan Peran Duta Wisata dalam Strategi Promosi Berbasis Teknologi
Lebih lanjut disampaikan, pariwisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, keberadaan Duta Wisata menjadi bagian integral dalam memperkuat strategi promosi pariwisata daerah.
Promosi tersebut tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga perlu diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital yang kini menjadi salah satu sarana penting dalam memperkenalkan destinasi dan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.
“Kepada para finalis yang terpilih, saya berpesan agar menjadikan kesempatan ini sebagai sarana pembelajaran sekaligus pengabdian. Jadilah duta wisata yang berintegritas, berwawasan luas, serta mampu menampilkan potensi budaya dan pariwisata Tanah Bumbu secara elegan, berkelas, dan membanggakan, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” pesan Eryanto Rais.
Enam Duta Terpilih
Grand Final Duta Wisata Kabupaten Tanah Bumbu 2026 memperebutkan enam gelar utama yang terbagi dalam tiga kategori, yakni Nanang Galuh, Putra-Putri Pariwisata, serta Putra-Putri Tenun.
Pada kategori Nanang Galuh, gelar Nanang diraih Khairulhin Zaski Badali Ahsa, sedangkan gelar Galuh diraih Nur Latifah.
Untuk kategori Pariwisata, Hafizh Khoiri Mustaqim terpilih sebagai Putra Pariwisata dan Ikhlasul Amaliyah sebagai Putri Pariwisata.
Sementara pada kategori Tenun, M. Atma Fadillah terpilih sebagai Putra Tenun dan Salsa Bila sebagai Putri Tenun.
Keenam figur tersebut selanjutnya diharapkan mampu menjalankan peran sebagai representasi generasi muda Tanah Bumbu dalam memperkenalkan kekayaan budaya, pariwisata, serta potensi ekonomi kreatif daerah.
Lebih dari sekadar ajang pemilihan figur, Duta Wisata Tanah Bumbu 2026 menjadi ruang pembinaan generasi muda agar memiliki kapasitas, wawasan, dan kepedulian terhadap daerah.
Peran tersebut semakin relevan di tengah perkembangan promosi pariwisata berbasis digital yang memungkinkan potensi lokal diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.
Melalui enam duta terpilih, Kabupaten Tanah Bumbu memiliki representasi generasi muda yang diharapkan dapat ikut menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat promosi pariwisata daerah secara positif, kreatif, dan berkelanjutan. (san)