Pemerintahan

TIK Harus Berdampak Pada Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

Jakarta, Kominfo –Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan teknologi informasi dan komunikasi harus memberikan dampak dan nilai tambah bagi pemberdayaan ekonomi rakyat.  “Meaningless, apabila teknologi dalam hal internet, penyiaran atau telekomunikasi, hanya dipakai untuk teknologi itu semata-mata, akan tetapi apa yang bisa diberikan. Apa dampaknya dari teknologi tersebut, yaitu memberdayakan ekonomi rakyat,” tuturnya dalam Media Briefing e-Commerce Untuk UMKM di Jakarta, Jumat (17/06/2016).

Oleh karena itu, Menteri Rudiantara selalu berupaya mendorong stakeholders di bidang komunikasi dan informatika untuk selalu dapat bekerjasma mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat. “Saya selalu menghimbau untuk tidak boleh ego sektoral. Jangan mentang-mentang menjadi regulator di bidang Kominfo,” tegasnya.

Bagi Rudiantara, keberhasilan pembangunan bidang kominfo dapat dilihat dari manfaat yang dapat diterima oleh berbagai pihak. “Kita bisa memberikan nilai tambah kalau kita bisa memposisikan diri menjadi enabler dari pertumbuhan ekonomi. Apakah itu nantinya bisa dipakai swasta, BUMN, koperasi, perusahaan besar ataukah UMKM. Kalau sudah bisa menjadi enabler, kita baru boleh bangga,” tuturnya.

Merujuk pada masalah transportasi umum berbasis aplikasi, Menkominfo memaparkan kompleksitas permasalah pemanfaatan TIK bagi pemberdayaan ekonomi rakyat. “Yang bisa saya sampaikan bahwa sebagai Menkominfo tugas saya tidak sekadar mengurusi teknologinya. Hal itu terlalu ego sektoral, akan tetapi justru saya mendukung trasportasi ini menjadi anggota koperasi, agar nantinya Pemerintah bisa men-treat jasa ini menjadi UKM, sehingga bisa entitled mendapatkan KUR,” paparnya.

Ditambahkan Menkominfo untuk mendorong UKM memasuki fase teknologi digital, Kementerian Kominfo  memberikan satu juta domain gratis dot.id bagi UMKM dan akan diberikan hosting gratis oleh Kementerian Kominfo dalam tahun pertama.

Dalam Media Briefing e-Commerce untuk UKM hasil kerjasama antara Kementerian Kominfo dan Kementerian Koperasi dan UKM, Menteri Rudiantara kembali menegaskan alasan UMKM menjadi perhatian kebijakan. “Karena semakin didalami core dari perekonomian Indonesia adalah UMKM,dimana kontribusi UMKM bagi GDP sebesar 58% dan sudah ada 58,6 juta. Hal ini terlihat pada krisis ekonomi 1998 dan 2008 dimana UMKM berkontribusi dimana persentase dan absolut rupiahnya tidak terpengaruh,” kata Rudiantara.

Media Briefing yang berlangsung di Gedung Smesco Jakarta itu, dibuka oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram dengan menghadirkan Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi W. Setijono serta CEO dan Founder Nurbaya Initiative Andy Sjarif. (dps)

Berita Terkait

Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 52 di Batulicin

admin

Dinkes Tanah Bumbu Temu Koordinasi PIN Polio

admin

Sekda Ambo Sakka Tutup Porkepsek ke VI

admin

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Baca Selengkapnya