Pemerintahan

Tanbu Akan Miliki 50 Rumah Khusus Nelayan

BATULICIN – Usulan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanah Bumbu diterima pemerintah pusat. Bahkan mereka mendapatkan bantuan untuk pembangunan rumah khusus nelayan. 

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tanahbumbu, Roy Rizali Anwar, Selasa (14/3/2017).

Jajarannya telah mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perumahan untuk pembangunan rumah khusus nelayan.

Pembangunan rumah khusus nelayan itu dari dana APBN tahun ini dengan bes pagu Rp 8,3 miliar. Pembangunannya berlokasi di Desa Sungai Cuka Kecamatan Satui.

Dikatakannya, saat ini pemerintah daerah telah menyiapkan dua hektar lahan di Sungai Cuka. 

Hanya saja, tahun ini ternyata hanya digunakan seluas satu hektar untuk pembangunan 50 rumah.
     

“Tahun ini dapat bantuan rumah sebanyak 50 unit dengan tipe 36 plus. Perumahan itu dikuhususkan untuk masyarakat nelayan sekitar,” kata Roy.

Rumah tersebut nantinya akan ditempati secara gratis dengan status pinjam pakai. Namun kabar yang didapat, rumah tersebut nanti bisa menjadi hak milik bila sudah menempati rumah itu selama lima tahun dengan catatan persetujuan pemda dan dewan.

“Statusnya nanti pinjam pakai, asetnya bisa diserahkan tapi atas persetujuan pemerintah. Sementara mereka yang boleh menempati akan dilakukan pendataan sebelumnya. Karena tidak sembarangan untuk menempati rumah itu,” kata Roy.

Pendataannya melalui desa dan kemudian akan diverifikasi oleh tim. Pada tahap pertama ini, hanya untuk 50 kepala keluarga saja yang diprioritaskan warga sekitarnya.

“Semuanya ditempati secara gratis tapi harus melalui verifikasi mana yang layak menempati dan tidak layak. Ada tim verifikasinya dari Pemda,” katanya. (aya/mc_tanbu)

Berita Terkait

Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 52 di Batulicin

admin

Dinkes Tanah Bumbu Temu Koordinasi PIN Polio

admin

Sekda Ambo Sakka Tutup Porkepsek ke VI

admin

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Baca Selengkapnya