BATULICIN – Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu, Nahrul Fajeri, memastikan tidak ada pertunjukan musik Dj (Disk Jockey) dalam pelaksanaan Pesta Adat Mappanretasi 2017. Alasannya karena banyak masyarakat yang mengkritik pertunjukan musik DJ dalam pelaksanaan Pesta Adat Mappanretasi 2016.
“Kita banyak mendengar aspirasi dari masyarakat. Karena itu, tahun ini musik DJ tidak ditampilkan lagi,” ujar Nahrul Fajeri, Kamis (16/) kemarin.
Menurut Nahrul dalam event Mappanretasi tahun ini pihaknya akan mengangkat tema besar yang tidak lepas dari lokalitas budaya di Bumi Bersujud. Beberapa pagelaran yang akan ditampilkan yakni festival budaya daerah yang menampilkan seluruh potensi budaya yang ada di Tanah Bumbu.
Ia mengatakan dalam festival budaya itu pemerintah daerah ingin menunjukkan kepada komunitas masyarakat yang lebih luas bahwa Kabupaten Tanah Bumbu juga memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, sebab, kata kata Nahrul, Tanah Bumbu tidak hanya identik dengan suku tertentu saja seperti Bugis dan Banjar. Tetapi, Tanah Bumbu juga dihuni oleh suku-suku lainnya seperti Jawa, Lombok, Bali, dan belasan suku lainnya.
Selain akan menampilkan keragaman budaya, pihak panitia pelaksana pesta adat juga akan menampilkan lomba lagu daerah, festival habsyi, dan lagu-lagu religi. Tak hanya itu, lanjut Nahrul, pihaknya juga akan menggelar perlombaan tradisional seperti balogo yang belakangan ini memang sedang hits di lingkungan masyarakat pesisir.
Sementara sejumlah warga menyambut baik keputusan panitia pesta adat yang menghapus penampilan musik DJ dalam pelaksanaan Pesta Adat Mappanretasi 2017. Mereka menilai musik DJ tidak sesuai dengan adat dan budaya masyarakat setempat karena identik dengan musik hura-hura dan penggunaan obat-obatan terlarang.(wor)

