Pemerintahan

Masyarakat Apresiasi adanya Grebek Sahur

Media Center- Sahur, Sahur, itulah ungkapan yang biasa di ucapkan sekelompok warga jika tiba Bulan Suci Ramadhan, momentnya tepat menjelang makan sahur yang biasa di kenal dengan “Grebek Sahur” yang di lakukan di desa-desa di bulan puasa, banyak cara yang di lakukan warga untuk membangunkan makan sahur dengan berkeliling kampung dan menabuh genderang beduk meski cara itu pun hampir punah tapi warga tetap melakukan grebek sahur, dan salah satunya Karang Taruna Wijanna Soraja Desa Mattone juga antusias menyambut Bulan Ramadhan ini dengan ceria dan penuh semangat, tapi caranya melakukan aktifitas ini juga berbeda dari umumnya yang biasa di lakukan warga desa lain. Mengelilingi wilayah Desa Mattone nampak puluhan pemuda desa dengan sebuah kendaraan tossa memakai peralatan elektronik, seperti DVD, ganset dan pengeras suara, puluhan pemuda yang terdiri dari remaja dan dewasa terlihat antusias membangunkan warga untuk makan sahur.

Salah seorang anggota Karang Taruna Wijanna Soraja, Hardiansyah mengungkapkan kegiatan membangunkan sahur yang di mulai dari pukul 03.00 WITA sampai dengan sebelum imsak tiba, ini di lakukan karena adanya aturan dari Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di bulan Ramadhan khusus membangunkan sahur di mulai pada jam 03.00, sebagai warga negara kami tetap patuh pada aturan yg berlaku, demi kebaikan dan kepentingan bersama, apa yang di lakukan Pemkab mengenai aturan membangunkan sahur supaya menghindari stigma negatif dari warga, apabila terlalu cepat membangunkan misalkan pada pukul 01.00 atau pukul 02.00 pasti ada yg terganggu dan komplain dan ini sudah menjadi tradisi di lingkungan kita, membangunkan warga untuk sahur dengan perlatan elektronik yang tidak biasa dulu kami lakukan, meski berisik namun ada warna sendiri yang ada di kampung kami”, ungkapnya.

Sementara itu warga RT.01 desa Mattone lainnya Ariansyah mengaku sangat mengapresiasi kegiatan grebek sahur yang di lakukan Karang Taruna desa kita, karena tradisi membangunkan sahur perlahan-lahan mulai punah di desa-desa, karena warga lebih memilih membangunkan warga untuk makan sahur melalui suara pengeras Mesjid dan Musholla. M.Hamdani yang mengikuti kegiatan tersebut juga mengatakan ”Kegiatan grebek sahur merupakan cara yang sangat jitu untuk membangunkan warga-warga yang sedang tertidur lelap untuk makan sahur, saya harap kegiatan ini akan terus di lakukan sampai akhir puasa dan akan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya”, katanya /Harun.

Berita Terkait

Rakoor Persiapan Pelatihan Paskibraka Tingkat Kabupaten Tanbu

admin

Bupati Tanah Bumbu Raih Penghargaan dari Gubernur Kalsel

admin

FAD Tanbu: Ciptakan lingkungan Sekolah Aman Bebas Perundungan

admin

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Baca Selengkapnya