Pemerintahan

Kiswandi Tanam Cabe Rawit Pola Tumpang Sari, Hasilnya Untung Besar

BATULICIN – Ditengah mahalnya harga cabe rawit di pasaran saat ini turut menambah semangat petani di Desa Waringin Tunggal Kabupaten Tanah Bumbu untuk lebih giat berupaya meningkatkan produksi tanam jenis Holtikultura di wilayah tersebut.

Kiswandi salah satunya. Dengan luasan lahan 0,5 hektar, Kiswadi berhasil memanfaatkan lahan tersebut untuk ditanami cabe rawit dengan pola tumpang sari di areal tanaman karet miliknya.

Setiap panennya, Kiswadi memperoleh hasil 100 kilogram cabe perminggunya.

“Alhamdullilah dalam seminggu mampu mengumpulkan 100 kilogram cabe. Dengan kisaran harga cabe Rp. 70.000 perkilonya, maka keuntungan yang saya dapatkan dari 100 kilogram cabe yaitu Rp. 7.000.000 perminggu setiap kali panen,” kata Kiswadi saat di wawancara Kru Media Center Tanbu di Desa Waringin Tunggal Kecamatan Kuranji Selasa (31/01).

Ketika ditanya bagaimana cara perawatan tanam cabe rawit dengan pola tumpang sari tersebut, Kiswandi mengatakan perlu keuletan dan ketekunan dalam hal perawatannya karena harus menjaga ranting daun yang tak jarang menutupi hamparan tanaman cabe tersebut. Mengingat tanaman cabe tidak boleh terlindung dari matahari.

“Tanam cabe pola tumpang sari harus rajin merawat dan membersihkan lahan. Namun dengan pola ini, hasil yang di dapatkan sangat menguntungkan dan dapat meningkatkan perekonomian keluarga,” katanya. (Win/MC.Tanbu)

 

download foto

Berita Terkait

Tanah Bumbu Gelar Tasyakuran Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag

Kepala bidang

Salurkan Bansos Disabilitas dan Lansia, Bupati Andi Rudi Latif Tekankan Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan

Kepala bidang

Tanah Bumbu Terpilih! Satu dari 166 Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia

Kepala bidang

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Baca Selengkapnya