Pertanian

DKPP Tanah Optimis Target Produksi Padi Capai 17 Ribu Hektar

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menargetkan produksi padi sebesar 17 hektar bisa tercapai.

Dalam memasuki musim tanam Oktober – Maret (Okmar) 2022/2023 maka dipandang perlu untuk melaksanakan Gerakan Percepatan Tanam dan Gerakan Pengendalian Organisne Pengganggu Tanaman (OPT) padi sawah Inbrida dalam rangka untuk Pencapaian Produksi dan Produktivitas Padi di Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2022.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian H. Hairuddin mengatakan, pihaknya optimis target produksi tersebut bisa tercapai dengan dukungan seluruh pihak dan sarana prasarana Pertanian yang ada.

Hal itu disampaikan Hairuddin pada kegiatan percepatan tanam dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) pada sawah Inbrida bersama Kelompok Tani Maju Bersama Desa Kersik Putih, Rabu (30/11/2022).

Melalui peecepatan tanam ini optimis target tanam Oktober – Maret sebesar 11 hektar bisa tercapai. Dimana pada musim tanam April – September 2022 yang lalu telah tercapai luasan tanam 5.894 hektar dari target 17 ribu hektar.

“Harapan kita melalui gerakan ini akan dapat memberikan motivasi kepada para pelaku tani lainnya di Tanah Bumbu agar melakukan penenaman lebih cepat pada musim tanam Oktober – Maret ini,” ujarnya.

Selain itu juga kegiatan ini langkah Pemerintah Daerah menepis kabar terjadinya krisis pangan akibat menurunnya stok beras di daerah.

“Harapan kita tentunya dengan percepatan tanam ini maka produnsi Padi di daerah ini akan terus neningkat. Tanam serentak sudah dilakukan di Kecamatan Kusan Hilir yang masuk 10 hektar lahan pertanian padi,” ujarnya saat mengakhiri sambutan.

Hadir dalam kegiatan ini Camat Batulicin, Kepala Desa Kersik Putih, Unsur Forkopimcam, Penyuluh Pertanian, anggota kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta manteri tani. (Ags)

Petani Dapatkan Solar Subsidi

BATULICIN – Memasuki musim tanam kedua tahun ini, petani di Kabupaten Tanah Bumbu mulai mengerjakan sawahnya.

Saat ini pengerjaan sawah oleh petani sudah menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) terutama traktor untuk mengolah sawah. Karena itu mereka memerlukan bahan bakar yaitu solar.

Guna memudahkan pemenuhan keperluan bahan bakar itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui SKPD terkait yaitu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, DKUMP2 dan Bagian Perekonomian SDA memfasilitasi pendistribusian solar subsidi untuk petani dengan bekerjasama dengan Pertamina.

Pada Selasa (22/11/2022) di SPBU Batulicin, sebanyak 8.000 liter solar didistribusikan kepada 46 kelompok tani yang berasal dari Kecamatan Kusan Hilir, Kusan Tengah dan Batulicin.

Perwakilan kelompok datang dengan membawa jerigen dan nantinya akan didistribusikan bagi anggota kelompok yang memerlukan.

Diharapkan melalui distribusi solar itu, para petani akan terbantu dalam proses tanam padi karena ongkos tanam yang lebih murah, sehingga mampu meningkatkan perkonomian dan kesejahteraan mereka. (PH)

Petani Desa Sumber Baru Panen Raya Padi Program IPDMIP

BATULICIN – Warga Desa Sumber Baru Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu, menggelar Panen Raya Padi Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) Tahun 2022, Selasa (25/10/2022).

Warga ini tergabung dalam Kelompok Tani Guyub Rukun, Kelompok Tani Sri Mulya dan Kelompok Tani Makmur.

Menurut data ada sekitar 45 hektar untuk Musim Tanam ke 2 dengan hasil panen 5,2 ton per hektar. Perbandingan dari tahun sebelumnya, panen padi kali ini dinilai mengalami peningkatan.

“Pada tahun sebelumnya, cuma 25 hektar dengan rata-rata per hektar 4,5 ton,” ujar Saiful Huda, petani Desa Sumber Baru.

Pada tahun sebelumnya panen mengalami penyakit, padi keracunan Fe (zat besi) karena air tidak bisa larut dengan lancar dan air selalu menggenang, sehingga zat asam naik dan padi tumbuh menguning pucat, terlihat daun padi kuning kemerahan.

“Pada tahun ini tanam padi alhamdulillah sehat, meskipun dengan kendala normal hama tikus. Kami jual per kilo beras 12 ribu untuk yang konvensional, namun padi hasil tanam organik harga beras dijual 20 ribu per kilo,” imbuh Huda.

Kali ini para petani, berhasil panen padi dengan varietas padi Mekongga, varietas Inpari atau yang lokal dan Siam, serta varietas lokal padi gogo Sigupai.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tanah Bumbu H Hairuddin melalui Sekretaris, Lamijan, menyampaikan panen ini merupakan bentuk dukungan, dimana keadaan nasional sekarang ini kita Swasembada.

“Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini, ketersediaan pangan kita yaitu beras tersedia cukup stabil,” lanjutnya.

Pola makan masyarakat Indonesia terkini dan pada pola makan masyarakat Indonesia tahun 1960/1970 itu berbeda. Presentase makanan utama masyarakat terkini itu beras.

Ditunjukkan melalui angka statistik bahwa kosumsi beras bagi orang dulu hanya 60/70 persen, ternyata kebiasaan pola makan orang dulu termasuk jenis umbi- umbian sebagai pemenuhan makanan pokok, orang dulu makan umbi sekitar 30/40 persen, sehingga beras ketersediaannya semakin terdukung.

Hal ini berbeda dengan pola makan masyarakat sekarang ini, yang mana 100 persen lebih banyak ke beras, slogan terkini “katanya belum makan jika belum tersuap nasi”, dan umbi-umbian hanya sebagai bentuk makanan ringan atau cekilan, sehingga Swasembada beras sekarang ini, lebih berat karena beras menjadi bahan makanan utama masyarakat modern ini.

“Alhamdulillah Tanah Bumbu tercukupi untuk produksi beras. Produksi petani di Tanah Bumbu, dalam bentuk gabah dan benih dijual keluar daerah walaupun masih dalam lingkup Provinsi Kalimantan Selatan. Tak bisa disepelekan, jumlah produksi hingga ratusan ton benih padi dari petani penangkar dan penghasil benih unggul bersertifikat telah meraih prestasi tersendiri, pada tahun 2021 misal kita mencapai hasil hampir 500 ton yang bisa di jual keluar daerah,” kata Lamijan.

Diantaranya dari hasil pertanian dapat berupa beras, dan gabah sebagai makan ternak, serta benih berkualitas. (Ftr)

Poktan Desa Sumber Baru Gelar Hari Pangan

BATULICIN – Gabungan Kelompok Tani Masyarakat Bersatu Desa Sumber Baru Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-42 Tahun 2022.

Kelompok Tani didampingi oleh Pembina Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP), Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sumber Baru, bertempat di Posluhdes Makmur Lestari/Gubuk Pertemuan Kelompok Tani, pada Selasa (25/10/2022).

Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke -42, mengusung Tema, Leave Ni One Behind “Better production, better nutrition, a better environment and a better life”.

Rangkaian acara, Penen Raya Padi (Program IPDMIP) Tahun 2022, Final Lomba Cepat Tepat Kelompok Tani, Syukuran Panen/ Sedekah Bumi, Pameran Produk Pertanian.

Pada kesempatannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tanah Bumbu H Hairuddin melalui Sekretaris DKPP Tanah Bumbu Lamijan, menyampaikan selamat dan suskses atas peringatan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober tersebut, dan kini telah diperingati melalui insiatif kelompok tani dari Desa Sumber Baru.

“Mereka punya kepedulian terhadap peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-42 ini, dan tugas kita DKPP Tanah Bumbu selaku pembina dan mendukung kegiatan ini. Tentunya hal seperti ini yang kita harapkan timbul, adanya karakter kemandirian para kelompok tani, baik itu poktan dan gapoktan di Tanah Bumbu,” ujar Lamijan.

Ketika gapoktan atau poktan ini punya kemandirian, maka artinya selama ini pendampingan dan pembinaan pemerintah daerah disambut baik oleh mereka, termasuk dalam mengikuti Sekolah Lapang Bagi Petani dalam program IPDMIP, paling tidak katakanlah target 100 persen keberhasilan dan mereka punya inisiatif 50/70 persen dari itu.

“Intinya Hari Pangan Sedunia ini membawa tema kebersamaan, karena kondisi sekarang ini bangsa Indonesia sangat bersyukur berada dalam kondisi Swasembada Pangan,” pungkasnya.

Saiful Huda, yang tergabung dalam Kelompok Tani Guyub Rukun menerangkan, bahwa kegiatan kali ini, digelar dari inisiatif hasil rembukan bersama dengan PPL Desa Sumber Baru dan semua kelompok tani maupun gapoktan.

“Kami musyawarahkan juga dengan pembina IPDMIP, sehingga bisa terlaksana kegiatan peringatan hari Pangan Sedunia Ke-42 hari ini,” katanya.

Setiap tahun pada musim Bulan Oktober, para Kelompok Tani Desa Sumber Baru selalu menggelar syukuran kecil-kecilan dan baru kali ini acara terselenggara dengan meriah.

Program IPDMIP ternyata cukup populer dikalangan petani, dan nyatanya menjadi kebanggaan petani, apa yang kelompok tani pelajari selama ini dalam program IPDMIP dinilai penting dan sangat bermanfaat.

“Bisa mendapat ilmu dari Sekolah Lapang adalah hal luar biasa bagi kami para petani untuk menambah pengetahuan, diantaranya kami bisa mempelajari dan paham tentang pengendalian hama menggunakan agens hayati, cara menggunakan pepsisida hayati, cara pemupukan berimbang,” ucap Huda yang juga selaku Ketua kelas Sekolah Lapang program IPDMIP Desa Sumber Baru.

Tentu hal ini berimbas dan diterapkan langsung oleh petani, sehingga tanam padi mengalami peningkatan kualitas, dan panen padi semakin mengalami peningkatan.

“Yang tadinya cuma 3 ton perhektar, bisa naik 4 ton bahkan lebih perhektarnya, kami terapkan ilmu dari program IPDMIP, sehingga penghasilan petani juga bertambah,“ terang Huda.

Salah satu bentuk kemandirian petani dengan melakukan kreatifitas hasil taninya, Saiful Huda petani Desa Sumber Baru Kabupaten Tanah Bumbu, dengan produksi kemasan beras dan berkreasi membuat Beauveria Bassiana (insektisida biologus beripa jamur patogen yang bekerja mengendalikan serangan hama), mengandalkan ilmu program IPDMIP dengan menerapkan pemanfatan kearifan lokal.

Dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tanah Bumbu, Tim Pembina IPDMIP Tanah Bumbu, PPL Desa Sumber Baru, unsur Forkopimda dan pejabat desa diantaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, camat, Koramil dan Polsek Kecamatan Angsana, dan kurang lebih turut serta 100 petani Desa Sumber Baru. (Ftr)

DKPP Tanbu Tanam Perdana Demplot Padi Penangkaran Varietas Inpari IR Nutri Zinc, Dukung Upaya Penanggulangan Stunting

BATULICIN – Dalam Upaya Penanggulangan Stunting di Wilayah Kalimantan Selatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupeten Tanah Bumbu (DKPP Kab.Tanbu), gelar Tanam Perdana Demplot Padi Penangkaran verietas Inpari IR Nutri Zinc Tahun 2022.

Dalam rangka terus mendukung upaya penanggulangan masalah Stunting di wilayah Kalimantan Selatan, Balai Kajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Selatan melalui DKPP Tanah Bumbu, mengalokasikan program penangkaran padi varietas Inpari IR Nutri Zinc, di Desa Manurung, Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (29/09/2022).

Tanam perdana ini, sebagai awal percontohan bagi Kelompok Tani Suka Maju Desa Manurung, yang nantinya diharapkan bisa bergulir bagi semua petani di kawasan Tanah Bumbu, untuk melakukan penanaman padi verietas Inpari IR Nutri Zinc.

Kepala BPTP Provinsi Kalsel, M Amin menyampaikan, semoga program ini bisa berhasil dan berkembang luas di Kabupaten Tanah Bumbu. Varietas ini merupakan salah satu varietas yang mampu menanggulangi masalah Stunting.

“Kami turut mendukung program Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pertanian. Wilayah Tanah Bumbu memiliki potensi pertanian cukup yang luas, sehingga memungkinkan varietas unggul bisa ditanam 2 sampai 3 kali tanam, serta dengan ini diharapkan pertanian padi bisa terus menerus berkembang di Kabupaten Tanah Bumbu,” ujar Amin.

Kepala Dinas DKPP Tanah Bumbu H Hairuddin diwakili oleh Skretaris Dinas DKPP Tanbu Lamijan, menyampaikan bahwa Pemkab Tanbu sedang gencar – gencarnya menyikapi masalah Stunting, demi meyiapkan generasi unggul yaitu SDM yang lebih baik, dengan itu DKPP Tanbu berkontribusi untuk penyediaan padi dengan varietas yang punya nilai Nutri Zinc tinggi.

“Ini adalah penangkaran seluas 10 Hektar yang dilakukan oleh petani, berdasarkan teknologi BPTP sejauh 6 Hektar dan murni dari teknologi petani ada 4 Hektar yang dimaksudkan sebagai pembanding,” papar Lamijan.

Mengenal lebih jauh padi varietas Inpari IR Nutri Zinc, padi varietas ini memiliki deskripsi umur kurang lebih 115 hari setelah semai, tinggi sekitar 95 cm, berdaun jenis bendera tegak, dengan jumlah gabah/malai sekitar 96 butir, warna gabah yaitu kuning jerami, tekstur nasi yaitu pulen, dengan kadar amilosa sekitar 16.60%, berat 1000 butir sekitar 24.60 gram, rata-rata hasil 6.21 T/Ha GKG, potensi hasil yaitu 9.98 T/Ha GKG.

Ketahanan terhadap hama yaitu AT WBC buitipe 1,2, AR WBC 3, anjuran tanam dianggap baik ditanam untuk lahan sawah irigasi, pada ketinggian 0-600 mdpl, memiliki Potensi Kandungan Zn 34.51 ppm dan rata-rata Kandungan Zn 29.54 ppm.

Penggunaan salah satu terobosan dalam peningkatan produktivitas padi adalah sistem tanam dengan jajar legowo, bagi petani lebih dianjurkan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Tanbu, Robby Candra menambahkan, bahwa varietas Inpari IR Nutri Zinc menurut penilaian akurat memiliki gizi yang tinggi dari pada varietas padi lainnya, sehingga cocok untuk kebutuhan Stunting dan masa pertumbuhan anak.

Diharapkan minimal dari penangkaran ini ada sekitar 3 Ton per-hektar dari produksi ini, sehingga benih bisa dikembangkan ditempat yang lainnya oleh semua kelompok tani.

Selain itu, Petani juga mendapatkan bantuan lengkap yaitu benih, sarana produksi, olah tanah dan menyusul bantuan sertifikasi label benih.

“Petani agar terus bersemangat untuk memproduksi tanaman pangan, khususnya padi di Kabupaten Tanah Bumbu, karena sangat kita perlukan untuk menjaga stabilitas pangan kita” pungkas Robby Candra.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh, Kepala BPTP Provinsi Kalsel, Perwakilan BPSBTPH Prov Kalsel, Sekretaris DKPP Tanah Bumbu bersama tim, Kepala BPP wilayah Kusan Hilir dan Kusan Tengah serta Petugas Penyuluh Lapangan se-Kecamatan Kusan Hilir dan Kusan Tengah, POPT dan Mantri Tani. (Ftr)

Wirausaha Milenial di Tanbu Terima Hibah Kompetitif Program YESS

BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) H.M. Zairullah Azhar melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H. Ambo Sakka, menyerahkan bantuan hibah kompetitif (HK) program Youth Enterpreneurship and Employment Support Service (YESS) Tahun 2022 kepada para wirausaha muda atau milenial dibidang pertanian di Kabupaten Tanah Bumbu.

Bantuan tersebut diserahkan usai pelaksanaan upacara detik-detik proklamasi RI di Halaman Kantor Bupati Tanbu di Gunung Tinggi, Batulicin, Rabu (17/08/2022).

“Hari ini bertepatan dengan peringatan HUT Ke-77 Republik Indonesia juga diserahkan bantuan hibah program YESS,” sebut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Tanbu Andi Anwar Sadat.

Ia mengatakan program YESS merupakan program kerjasama antara Kementerian Pertanian RI dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang dirancang untuk menghasilkan wirausaha muda dibidang pertanian atau petani milenial.

Pada tahun 2022 ini, sambung Anwar Sadat, yang menerima HK sebanyak 14 wirausaha muda dari ratusan proposal yang masuk dan tahap verifikasi.

Program Yess ini sendiri bertujuan untuk regenerasi petani yang saat ini masih didominasi oleh petani dalam kategori usia sudah tua.

Harapanya melalui program ini dapat meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia dari pedesaan yang menekuni bidang pertanian sehingga tercipta wirausaha pertanian dari kalangan milenial, yang juga berdampak pada meningkatnya produksi pertanian di Bumi Bersujud.

Sementara itu, Bupati H.M. Zairullah Azhar melalui Sekda H. Ambo Sakka menyampaikan ucapan terimakasih dengan adanya program YESS yang diharapkan menumbuhkan wirausaha-wirausaha muda yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Tanah Bumbu. (rel)

YESS Programme di Tanbu

BATULICIN – Kabupaten Tanah Bumbu menjadi tempat dilaksanakannya kegiatan Advance Training Pengenalan Teknologi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari 15 Agustus 2022 hingga 17 Agustus 2022.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) Programme Kalimantan Selatan dan dibuka Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitang) Tanah Bumbu.

Adapun peserta pelatihan berasal dari 8 Kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu dengan jumlah peserta sebanyak 22 orang.

Adapun tujuan dari pelatihan itu adalah untuk mengenalkan Teknologi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) kepada petani Milenial untuk memaksimalkan pengolahan limbah hasil pertanian, sekaligus juga untuk meningkatkan jumlah wirausaha muda di bidang Pertanian.

Pada hari pertama kegiatan, akan diberikan Materi Ruangan (Teori) kemudian untuk dua hari selanjutnya akan dilaksanakan praktik dari materi ruangan yang telah disampaikan (Lapangan). Adapun lokasi untuk praktik nantinya akan dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian Karang Bintang.

Kepala Bappedalitang, Andi Anwar Sadat, menjelaskan, dalam beberapa tahun kedepan Pembangunan Ibukota Negara (IKN) yang terus berlangsung akan membutuhkan sumber pangan pokok yang terus meningkat.

Untuk Provinsi Kalimantan Timur sendiri belum bisa memenuhi total kebutuhan tersebut karena keterbatasan komoditi pertanian, sehingga memerlukan pasokan sumber pangan yang sangat besar dari daerah sekitar.

Saat ini para Petani Milenial yang mengikuti program YESS dapat mengambil kesempatan yang besar itu, dan menjadikan Kabupaten Tanah menjadi salah satu Kabupaten Penyangga IKN melalui berbagai macam penyediaan sumber pangan melalui industri Pertanian Berteknologi tinggi, E-commerce Sektor Pertanian, Hilirisasi produksi pertanian, dan diversifikasi Pertanian.

Turut hadir dalam acara pembukaan, Tim PPIU Kalimantan Selatan, District Implementation Team (DIT) dan Fasilitator Muda Program YESS Tanah Bumbu.

Adapun Pemateri pada pelatihan ini adalah Joko Purnomo yang merupakan dosen Universitas Lambung Mangkurat Fakultas Pertanian Banjarbaru Kalimantan Selatan. (PH)

DKPP Semarakkan Kegiatan Sosialisasi SPPKS TA 2022, Hingga Peluang Beasiswa Kuliah Anak Petani Sawit

BATULICIN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu menggelar kegiatan sosialisasi Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit (SPPKS) Tahun 2022.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tanah Bumbu H Hairuddin, melalui Kepala Bidang Perkebunan (Bidbun) DKPP Tanbu, Agus Dwi Wahyono, menyampaikan bahwa program SPPKS ini merupakan salah satu dari sekian bantuan dari Pemerintah yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

“Untuk kegiatan Sarana Prasarana ini, Tanah Bumbu dapat beberapa kuota dari 4 jenis, yaitu; 100 hektare untuk intensifikasi berupa herbisida, insektisida dan pemupukan; 100 hektare untuk jalan, jembatan dan gorong-gorong; satu unit alat transportasi; dan satu paket ISPO,” terang Agus pada Jum’at (12/08/2022).

Ditekankan kepada petani swadaya di wilayah Tanah Bumbu, agar dapat melakukan intensifikasi pada bantuan jalan kebun. Sementara untuk bantuan transportasi dan ISPO, akan diarahkan ke plasma-plasma yang memiliki luasan yang besar, mengingat syarat yang dibutuhkan untuk mendapatkan kedua bantuan itu yakni luasan kebun harus diatas 1.000 hektare.

“Dengan diadakannya sosialiasi ini, kita ingin memberikan bantuan terhadap petani sawit kita di Tanah Bumbu untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit-nya yang berumur diatas 4 tahun sampai dengan maksimal 20 tahun, dengan bibit tenera,” terangnya.

DKPP Tanbu menggelar kegiatan sosialisasi Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit (SPPKS) Tahun 2022, pada Kamis 11 Agustus 2022 di Aula Desa Maju Sejahtera Kecamatan Karang Bintang.

Tidak hanya SPPKS, DKPP Tanbu belum lama ini juga telah melaksanakan sosialisasi terkait bantuan BPDPKS lainnya seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk SDM ini, Agus menyebutkan bahwa Tanah Bumbu mendapatkan kuota sebanyak 210 peserta untuk belajar terkait teknik budidaya perkebunan kelapa sawit, ISPO dan kelembagaan pekebun.

“Kegiatan SDM ini juga tidak hanya ditujukan untuk petani dan pekebun, tetapi juga kalangan petani sawit, seperti anak petani dan keluarga petani, yang ingin belajar teknik budidaya, ISPO dan kelembagaan dipersilahkan disini,” sebutnya.

Masih terkait SDM, selain itu juga disediakan bantuan Beasiswa Kuliah jenjang D1, D2, D3, hingga S1 kepada anak-anak petani sawit yang dibiayai melalui dana dari BPDPKS.

“Untuk kuotanya tidak terbatas yang mana berminat dipersilahkan mendaftar melalui link yang disediakan Ditjenbun melalui BPDKS, jadi anak petani sawit yang hendak kuliah disini dibiayai sejak berangkat dari rumah sampai nanti lulus pulang ke rumah, semua dibiayai oleh BPDPKS,” ujar Agus.

Oleh sebab itu dari berbagai program BPDPKS yang telah dipaparkan tersebut, ia berharap para petani di Tanah Bumbu dapat memanfaatkan momen ini secara maksimal demi keberlangsungan dan kemaslahatan para petani sawit di Bumi Bersujud.

“Kami berharap kepada petani sawit, semua kegiatan kalo bisa diambil semua, kalo bisa diikuti semua mumpung ada pembiayaan dari BPDPKS, tahun 2023 belum tentu kita dapat kuota seperti ini, jadi peluang dan kesempatan ini jangan disia-siakan,” tutupnya. (Ftr)

Vaksinasi Serentak PMK

BATULICIN – Tim Satgas Penanggulangan Penyebaran Penyakit Mulu dan Kuku (PMK) Kabupaten Tanah Bumbu, menggelar Apel Siaga bertempat di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (26/07/2022).

Kegiatan tersebut sebagai pertanda dimulainya gerakan vaksinasi PMK, di seluruh kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu yang menyasar hewan ternak. Launching perdana vaksinasi PMK juga dilangsungkan serentak se-Kalimantan Selatan.

Wabah PMK sama saja seperti halnya penyebaran virus Corona pada manusia, sehingga perlu diwaspadai dan menjadi perhatian bersama. Vaksin tersebut merupakan salah satu upaya mencegah penyebaran PMK yang dilakukan oleh Pemkab Tanbu melalui DKPP bidang Peternakan Tanah Bumbu, Satgas Penanggulangan Penyebaran Wabah PMK. Vaksin diharapkan dapat meningkatkan antibodi dan penguat imun pada hewan ternak.

Lain halnya menyuntik vaksin pada manusia, kendala yang dialami pihak Satgas Penanggulangan Penyebaran Wabah PMK, lebih sulit dikarenakan sapi atau kerbau yang liar, sehingga perlu teknik khusus untuk menanganinya.

Pada kesempatannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tanah Bumbu H Hairuddin melalui Sekretaris DKPP Tanah Bumbu Lamijan, menyampaikan bahwa apel siaga tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan serta bentuk pengendalian hewan ternak terkhusus sapi dan kerbau, di wilayah Tanah Bumbu yang bebas dari penyakit PMK.

Terlebih saat ini berdasarkan data dari DKPP, terdapat sebanyak 19.111 ekor sapi dan 831 ekor kerbau, di Kabupaten Tanah Bumbu yang rawan terkena penyakit PMK.

“Target dari Pemerintah Pusat kepada kita ada 6.000 dosis, mudah-mudahan dengan kegiatan vaksin ini target tersebut dapat diacapai dan kita tetap bisa mempertahankan zona hijau, yang masih melekat di wilayah Tanah Bumbu terkait dengan penyebaran PMK,” pungkasnya.

Berkat selaku Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Tanah Bumbu, melaporkan bahwa sebanyak 30 orang petugas diturunkan pada hari ini ke seluruh kecamatan guna menyukseskan kegiatan vaksinasi kepada hewan ternak.

Ia kemudian mengungkapkan, salah satu tempat yang termasuk menjadi sasaran kegiatan vaksinasi petugas yakni peternakan sapi milik perusahaan Jhonlin di Simpang Empat, dimana berbagai jenis sapi seperti PO, Brahman, Simental, Limosin, Bali, hingga Belgian Blue tidak luput dari pengawasan petugas.

“Kita mulai bergerak dari tanggal 26 Juli 2022 ini sampai tanggal 3 Agustus 2022, di seluruh Kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu, karena target kita ada 6.000, paling tidak hari ini kita targetkan sebanyak 1.000 ekor yang akan divaksin,” ujarnya.

Hadir dalam apel siaga tersebut Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kodim 1022/Tanah Bumbu, Polres Tanah Bumbu, Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu, BPBD, dokter hewan, paramedis, tenaga ahli dan SKPD terkait lainnya turut mendampingi kegiatan. (Ftr)