Kesehatan

Tekan Angka Stunting, Camat dan Ketua PKK Sungai Loban Kunjungi Posyandu

BATULICIN – Camat Agus Salim bersama Ketua TP PKK Kecamatan Sungai Loban Lasma Asih mengunjungi Posyandu Kamboja Desa Dwi Marga Utama Kecamatan Sungai Loban, belum lama tadi.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pemantauan atas kondisi tumbuh kembang anak di desa tersebut.

Menurut Ketua TP PKK Kecamatan Sungai Loban, Lasma Asih, kunjungan dilakukan untuk memonitoring sekaligus evaluasi pelaksanaan kegiatan posyandu balita seperti pemeriksaaan kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, imunisasi, dan peningkatan gizi dalam rangka menekan angka stunting di desa.

“Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu ini seperti penimbangan berat badan bayi dan balita, pengukuran tinggi badan, pemberian makanan tambahan (PMT), imunisasi, serta ruang bermain anak dengan aneka permainan edukasi,” ujarnya.

Pada kunjungannya tersebut, ia berharap kader posyandu dapat memberikan pelayanan maksimal dalam menjaga kesehatan balita dan ibu hamil di Desa Dwi Marga Utama.

Camat Sungai Loban Agus Salim, dalam kunjungannya mengajak para orang tua untuk rutin memperhatikan gizi anak, dengan memberikan makanan yang sehat dan bergizi.

Kepada para kader posyandu diminta untuk memperhatikan kebersihan ruang posyandu, sehingga anak merasa nyaman dan orang tua senang ke posyandu.

Sementara itu, Ketua Kader Posyandu Asih Lusiasih mengungkapkan menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan dari Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan karena telah mensupport dan selalu memberikan arahan dalam kemajuan pelaksanaan kegiatan posyandu di Kecamatan Sungai Loban.

Dalam rangka memberikan semangat kepada para orang tua agar rutin dan rajin ke posyandu maka dibagikan kupon doorprize berupa aneka makanan anak dan beragam perabotan dapur yang diberikan pada acara-acara besar diantaranya HUT RI dan lainnya. (rel/kecamatan sungai loban)

 

Disperkimtan dan Warga Gotong Royong, Saluran Drainase Bersih dari Sampah

BATULICIN – Dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, maka Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) melakukan gotong-royong bersama aparat desa dan warga masyarakat.

Kepala Disperkimtan Ansyari Firdaus, Kamis (19/1/2023) di Batulicin, mengatakan aksi gotong royong tersebut dilakukan oleh Satuan Petugas Kawasan Pemukiman Kumuh (Satgas KPK) Disperkimtan Tanah Bumbu bersama dengan Aparat Desa, RT, dan warga.

Sinergitas pemerintah dan masyarakat ini merupakan sebuah langkah kongkrit dilapangan yang dilakukan agar lingkungan di Tanah Bumbu menjadi indah dan bersih di kawasan perumahan atau hunian masyarakat.

Dikatakannya, Satgas Kawasan Pemukiman Kumuh Disperkimtan terus bergerak melakukan pembersihan dari rumput, akar, dan sampah yang menutup saluran air tersebut.

Selain saluran air menjadi lancar, dengan giat gotong royong itu pula bahu jalan lingkungan menjadi terlihat jelas sehingga jalan menjadi luas dan terlihat rapi.

Diharapkan melalui pergerakan ini menjadi pendorong bagi warga masyarakat untuk melakukan hal yang sama dihalaman pemukiman masing-masing sehingga lingkungan hunian masyarakat menjadi indah dan bersih sebagaimana motto Disperkimtan sebagai perwujudan motivasi yaitu Indah Kotaku Cermin Pribadiku menuju Kotaku Bersujud Serambi Madinah. (Rel)

Sekda Ambo Sakka Hadiri Deklarasi Desa ODF

BATULICIN – Dalam upaya menuju perilaku hidup bersih dan sehat, Sekretaris Daerah (Sekda) H. Ambo Sakka menghadiri Deklarasi Desa ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, di Gedung PKK Tanbu Kecamatan Simpang Empat, Kamis (15/12/2022).

Sekeretaris Dinas Kesehatan, dr Arman J Rikki selaku panitia pelaksana menyampaikan, bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah mencegah penularan penyakit yang diakibatkan oleh Buang Air Besar Sembarangan (BABS) seperti diare dan penyakit menular lainnya.

Dengan pengaplikasian desa berbasis lingkungan yang maksimal, dinilai dapat menciptakan perilaku masyarakat yang bersih dan sehat sehingga mengurangi risiko penularan penyakit.

Fawahisah Mahabattan selaku Ketua Forum Kabupaten Kota Sehat (KKS) Kab. Tanbu menyampaikan, sebagai prinsipnya Kab Tanbu sebagai Serambi Madinah perlu diimplementasikan tentang nilai-nilai kebersihan dan kesehatan baik di tingkat kabupaten, kecamatan, serta desa atau kelurahan.

Dirinya juga menambahkan saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan kecamatan dan telah turun ke desa, untuk mensosialiasikan terkait ajakan berperilaku hidup sehat ini.

“Masih ada beberapa perilaku yang kurang sehat, berdasarkan hasil diskusi salah satunya penyebabnya adalah kurangnya fasilitas sumber air yang dimiliki, oleh sebab itu mereka juga perlu difasilitasi dengan bantuan yang mendorong mereka dalam berperilaku bersih,” kata Fawahisah.

Sementara itu atas nama Pemerintah Daerah, Sekda memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan menyambut baik, atas pelaksanaan kegiatan deklarasi desa stop buang air besar sembarangan di Kab Tanbu ini.

Seperti yang diketahui bersama, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku hygine dan sanitasi, melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Selain itu, STBM memiliki indikator outcome dan indikator output, indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya, yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku, sedangkan indikator output salah satunya ialah setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar, sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air besar sembarangan tempat (ODF).

Selanjutnya, jumlah desa di Kab Tanbu ada sebanyak 149 desa, yang mana dalam penyelenggaraan STBM yang telah dilakukan pemicuan, oleh petugas sanitasi wilayah kerjanya masing-masing sebanyak 140 Desa dan Kelurahan, dari 149 Desa dan Kelurahan yang telah dipicu, dan dilaksanakan program STBM serta diverifikasi tahun 2022, sebanyak 42 Desa yang dinyatakan terbebas dari BABS, dan sebagian desa ODF sebanyak 40 Desa yang di Deklarasikan.

“Oleh karena itu, kami berharap semoga melalui kegiatan ini masyarakat, utamanya masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu dapat lebih mencintai kebersihan, dengan tidak melakukan buang air besar sembarangan (BABS), guna terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat, dalam mewujudkan Desa menuju Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Bumi Bersujud,” pesannya.

Dalam kesempatan itu Sekda juga menekankan kepada setiap pemangku kepentingan di Bumi Bersujud, untuk menjalankan amanah yang diemban dengan sebaik-baiknya termasuk dalam menyukseskan gerakan ini.

Termasuk Kepala Desa yang menjadi ujung tombak, kepala desa dituntut maksimal, dalam membangun dan bertanggung jawab dalam memperhatikan lingkungan sehat di desanya.

“Dengan bantu masyarakat berubah pola hidupnya, berubah naik kesejahteraannya, berubah taraf ekonominya lebih baik, apalagi terkait penerapan hidup sehat di masyarakat,” katanya.

Turut berhadir dalam kegiatan pimpinan Forkopimda, Pejabat SKPD Lingkup Pemkab Tanbu, Ketua TP PKK, Pimpinan Instansi Vertikal, Ketua Puskesmas, Ketua Forum, Lurah Camat dan Kepala Desa. (Ftr)

Semua Lintas Sektor Rakor Implementasi Germas

BATULICIN – Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu (Dinkes Kab Tanbu) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Tahun 2017-2022, bertempat di Ruang Rapat Dinkes Tanah Bumbu Jln. Dharma Praja, Rabu (30/11/2022).

GERMAS merupakan gerakan yang bertujuan untuk membudayakan masyarakat hidup sehat, serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.

Hadir dalam Rakor Implementasi Germas Tanah Bumbu, Bappedalitbang, SKPD lingkup Tanah Bumbu, PKK, DWP, Posyandu, Satpol PP dan Damkar, seluruh lintas sektoral lainnya serta tamu undangan.

Sri Rahayu selaku Kabid PPM (Pemerintahan dan Pembangunan Manusia) Bappedalitbang sebagai pembicara Germas menyampaikan, bahwasannya Germas sudah dimulai sejak Tahun 2017, dan pada tahun ini lebih digiatkan lagi capaian implementasi, maupun data dan laporan yang dibutuhkan untuk ke provinsi.

“Kita mengkonvergensikan kegiatan Germas di semua lintas sektoral, hari ini kami undang semua SKPD lintas sektor untuk mengetahui implementasi Germas Tahun 2017-2022,” katanya.

Implementasi Germas diharapkan terdokumentasikan, menindaklanjuti rapat dari pusat yangmana Germas dilakukan wajib evaluasi. Dalam kesepakatan Rakor ini hadir sekitar kurang lebih 34 stakeholder lintas sektor dan telah memberi tanggapan bersedia menyampaikan laporan implementasi Germas dengan target waktu 5 hari kedepan.

“Kami mohon untuk kerjasama yang baik, motivasi kedepan agar lebih baik dalam pengolahan data Germas,” ucap Rahayu.

Kemudian Kepala Dinkes Tanah Bumbu, H Setia Budi melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Zainal Husni mengatakan, lintas sektor bekerjasama dalam Germas. Ada 7 indikator Germas dan saling menopang yaitu melakukan aktifitas fisik, budayakan makan buah dan sayur tiap hari, tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan jamban sehat.

“kita belajar memahami dan melangkah kedepan, Tanah Bumbu sesuai kontribusi lintas sektor, masing-masing mengimplementasikan Germas, kita aktifkan dan SKPD terlibat di dalamnya,“ katanya.

Terdapat 6 klaster data implementasi Germas di SKPD, pada Tahun 2017 pencanangan pertama Germas mendatangkan Menteri Kesehatahan dan pada Tahun 2018 Tanah Bumbu berhasil memperoleh terbaik pelaporan Germas se-Kalimantan Selatan. (Ftr)

SMPN 1 Sungai Loban Terbaik Pertama Lomba Sekolah Sehat se-Kalsel

BATULICIN – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sungai Loban menjadi terbaik pertama juara Lomba Sekolah Sehat (LSS) jenjang SMP/MTs Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain itu, SMPN 1 Sungai Loban juga menjadi yang terbaik kategori lomba Kader Kesehatan Remaja (KKR) tingkat Kalsel.

Penghargaan diserahkan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Khusnul Khatimah dan diterima Wakil Kepala SMP Negeri 1 Sungai Loban Atin Ristiyani didampingi Pembina UKS Sumiyati dan Nikmatus Sholehah, serta siswa yang meraih Juara KKR Muhammad Rozan Asshiddiq, di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (23/11/2022).

Kepala SMP Negeri 1 Sungai Loban Nurdahroji menyambut gembira dan terharu atas prestasi yang diraih tersebut.

“Prestasi ini diluar ekspektasi bahkan tak pernah dibayangkan sebelumnya, karena target sekolah pada ajang penilaian ini adalah hanya sebagai juara tiga saja,” sebutnya.

Prestasi yang diraih ini merupakan satu motivasi luar biasa untuk mewujudkan generasi Indonesia sehat.

Disisi lain, Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak diantaranya Tim Pendamping Kabupaten, Kecamatan, dan Khususnya Puskesmas Sebamban 1.

Sementara itu, Wakil Kepala SMPN 1 Sungai Loban Atin Ritiyani, menyatakan kesiapan sekolahnya mengikuti verifikasi lapangan ke level nasional.

“Langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah mempersiapan dan mematangkan diri untuk membenahi berbagai instrumen penilaian serta indikator meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya. (Zhd/Dd)

Upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-58

BATULICIN – Upacara dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-58 digelar di halaman Kantor Bupati, Senin (14/11/2022) pagi.

Bupati Tanah Bumbu Abah HM Zairullah Azhar bertindak selaku inspektur upacara memimpin secara langsung jalannya upacara yang diikuti oleh seluruh SKPD dan Forkopimda lingkup Tanah Bumbu.

Dalam amanat Menteri Kesehatan melalui Abah Zairullah Azhar mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai di lingkungan Kesehatan yang telah bekerja keras dalam beberapa tahun terakhir.

HKN ke-58 Tahun 2022 mengangkat tema “Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku”, Tema ini dipilih untuk menggambarkan bangkitnya semangat dan optimisme seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang secara bersama, bahu membahu, dan bergotong royong dalam menghadapi situasi kesehatan di masa pandemi COVID-19, sehingga masyarakat Indonesia dapat kembali beraktivitas dan produktif agar Indonesia kembali bangkit dan kembali sehat.

“Tantangan yang kita hadapi sangat berat. Semua negara di seluruh dunia, sedang menghadapi ujian Krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya pulih,” ujarnya.

Namun, di tengah tantangan berat ini, tetaplah bersyukur, karena Indonesia salah satu negara yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19, termasuk lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, dengan total 442 juta dosis vaksin telah disuntikkan sampai dengan Oktober Tahun 2022.

Sejak bulan Oktober, telah mendeteksi adanya kenaikan kembali kasus COVID-19. Data kematian menunjukkan empat dari lima pasien meninggal belum divaksinasi booster. Proporsi pasien yang meninggal akibat COVID-19 tiga kali lebih banyak pada kelompok lansia dibandingkan dengan yang bukan lansia.

Oleh karena itu, mari terus ingatkan masyarakat untuk melengkapi vaksinasi COVID-1 9 dengan booster.

“Dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia, bangsa Indonesia telah membuktikan dirinya sebagai bangsa yang tangguh. Masyarakat dusun dan kampung saling melindungi dan saling berbagi. Ulama, tokoh agama, dan tokoh adat, aktif mendampingi masyarakat,” terangnya.

Organisasi sosial keagamaan bergerak cepat membantu masyarakat. Tenaga kesehatan, TNl, Polri, dan jajaran birokrasi saling bersinergi. Lembaga-lembaga negara juga mendukung Pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian ini. Karakter bangsa lndonesia sebagai pejuang, saling peduli, bergotong royong merupakan modal utama agar bisa segera mengatasi pandemi ini.

Zairullah Azhar menambahkan, apa yang dilakukan pada hari ini telah memberikan yang terbaik.

“Kita Tanah Bumbu bersyukur, bahwa sampai hari ini kita masih yang terbaik dalam penanganan Covid-19 di Kalimantan, ini yang sangat kita banggakan,” ucapnya.

Ia menambahkan, mengenai Stunting, Tanah Bumbu juga termasuk yang terbaik di Kalimantan. Oleh sebab itu Pemerintah Daerah sangat berterimakasih kepada seluruh pejuang kesehatan, semoga menjadi amal ibadah yang baik bagi semua. (Dwn)

Sambut HKN Ke-58, IDI Tanbu Gelar Aksi Donor Darah Bersama PMI Tanbu

BATULICIN – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat menggelar aksi donor darah, Senin (7/11) di RS Marina Permata, Kecamatan Simpang Empat.

Ketua PMI Tanbu dr Mahendra mengatakan kegiatan donor darah dilaksanakan dalam rangka Pekan Bhakti Dokter IDI Kalimantan Selatan dan memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-58.

Peserta donor darah terdiri dari karyawan PT Jhonlin Group, karyawan RS Marina Permata, Anggota IDI, dan masyarakat umum.

dr Mahendra menambahkan untuk target pada pelaksanaan kali ini sebanyak 50 kantong darah dan hasilnya tercapai 100%.

“Alhamdulillah peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, dari target 50 kantong darah hasilnya tercapai 100%,” ungkapnya.

Ia berharap darah yang terkumpul dari kegiatan kali ini bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga darah yang terkumpul pada aksi bhakti sosial ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan dan jadi ladang ibadah bagi para pendonor,” ucapnya.

Tak ketinggalan, dr Mahendra juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak dan seluruh relawan yang telah berpartisipasi sehingga pelaksanaan bhakti sosial donor darah terlaksana dengan sukses dan lancar. (Rel)

Kecamatan Diharapkan Lebih Intensif Turun ke Lapangan

BATULICIN – Pemerintah saat ini masih fokus terhadap penurunan stunting, karena itu pihak kecamatan diharapkan lebih intensif turun ke lapangan melihat kondisi masyarakatnya.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Tanah Bumbu Samsir pada pembukaan Jambore Kader Posyandu se-Tanah Bumbu, Rabu (02/11/2022 ), di Kapet Batulicin.

Stunting, jelas Samsir, adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi dibawah lima tahun, red ) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia dua tahun.

Ibu-ibu yang ada di kecamatan merupakan ujung tombak memerangi stunting, karena itulah mereka rencananya dianggarkan dimasing -masing kecamatan untuk dana operasional.

“Diharapkan, pihak kecamatan akan bekerja keras lagi ikut berupaya menurunkankan stunting,” ungkap Samsir.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Bumbu Hajjah Wahyu Windarti Zairullah mengatakan, pada jambore kali ini digelar berbagai lomba seperti cerdas cermat, KMS, dan lomba yel-yel.

“Saya bersyukur dan senang PKK Tanah Bumbu bisa merealisasikan salah satu programnya,” demikian Wahyu Windarti. (Dwn)

Tim Penilai Sekolah Sehat Verifikasi SMPN 1 Sungai Loban

BATULICIN – Tim Penilai Sekolah/Madrasah Sehat Tahun 2022 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan mendatangi SMPN 1 Sungai Loban, Kecamatan Sungai Loban untuk melakukan verifikasi lapangan Lomba Sekolah/Madrasah Sehat berbasis Stratifikasi dan Usaha Kesehatan Sekolah (LSS-UKS) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Jum’at (28/10/2022).

Menurut Ketua Tim Penilai LSS Provinsi Kalsel Abdul Basit mengatakan LSS tidak hanya sekedar penilaian, melainkan pembinaan ditatanan sekolah/madrasah pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dilingkungan sekolah/madrasah.

Menurutnya, penilaian LSS tahun ini berdasarkan stratifikasi sekolah/madrasah menerapkan Trias UKS plus yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sehat, serta manajemen UKS/M di sekolah.

Kepala SMPN 1 Sungai Loban Nurdahroji, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tim dari provinsi dan ungkapan terima kasih kepada Tim Pendamping Kabupaten, Kecamatan dan Puskesmas Sebamban 1.

Menurutnya, penilaian ini akan menjadi bahan evaluasi dan motivasi bagi SMPN 1 Sungai Loban untuk ke jenjang yang lebih tinggi.

Ketua Tim UKS/M Tanbu H. Akhmad Rozain, menyampaikan LSS ini dapat membentuk karakter siswa menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari serta mampu meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik.

Selain itu juga diharapkan mampu meningkatkan PHBS dan menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis bagi peserta didik. (Rel)