ok
Dinas Perikanan Gelar Lomba Menu Serba Ikan

BATULICIN – Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Lomba Menu Serba Ikan Tingkat Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2021 bertempat di Halaman Kantor Dinas Perikanan Jalan Dharma Praja Gunung Tinggi, Batulicin, Selasa (12/10/2021) pagi.

Lomba menu serba ikan bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Tanah Bumbu dihadiri Bupati Tanah Bumbu H.M. Zairullah Azhar diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) H. Ambo Sakka, Ketua TP PKK Tanbu Hj. Wahyu Windarti Zairullah, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tanbu Hj. Hasnah Mashude Ambo Sakka.

Ketua TP PKK Tanbu, Hj. Wahyu Windarti dalam sambutanya mengatakan menyambut baik dengan diselenggarakannya lomba menu/masak serba ikan dalam rangka meningkatkan gemar makan ikan. Karena daging ikan banyak mengandung protein omega 3, 6, 9, sehingga sangat berguna bagi pertumbuhan, kesehatan, dan kecerdasan bagi anak-anak kita.

Pada kesempatan itu, Hj. Wahyu Windarti berharap kepada seluruh masyarakat untuk memberi dan mengkonsumsi ikan agar gizi keluarga dapat terpenuhi dengan baik, sehingga nantinya mampu mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif, dan berakhlak mulia.

“Diharapkan pula melalui kegiatan lomba menu serba ikan ini tercipta kreatifitas dalam menyajikan menu masakan bagi keluarga,’ ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan Tanbu, Yulian Herawati menambahkan tema lomba kali ini yakni “Ragam menu masakan ikan untuk kesehatan, kecerdasan, dan pencegahan stunting, pada anak balita”.

Sedangkan tujuan lomba yakni untuk memasyarakat gemar makan ikan, pencegahan stunting, dan meningkatkan gizi keluarga.

Dikatakan Yulian, melalui lomba menu serba ikan diharapkan terciptanya variasi baru dalam mengolah ikan sehingga menarik bagi anak-anak untuk menyantap ikan.

Ada tiga menu yang dilombakan yaitu menu keluarga, menu balita, dan menu kudapan. Sedangkan penilaian dilihat dari kreatifitas, cara pengolahan, nilai gizi, dan lainnya.

Adapun peserta lomba yakni TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tanah Bumbu. Pemenang lomba atau juara 1 akan diikutkan pada lomba tingkat provinsi. (Rel)

Tebar Ribuan Bibit Ikan Nila

BATULICIN – Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu H. Ambo Sakka bersama Ketua TP PKK Tanbu Hj. Wahyu Windarti Zairulah dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tanbu Hj. Hasnah Mashude Ambo Sakka menebar ribuan bibit ikan nila di kolam percontohan bioflok Dinas Perikanan Tanah Bumbu, Jalan Dharma Praja, Gunung Tinggi, Batulicin, Selasa (12/10/2021) pagi.

Penebaran bibit ikan disaksikan langsung Kepala Dinas Perikanan Tanah Bumbu Yulian Herawati beserta jajarannya.

Menurut Yulian Herawati, kegiatan penebaran bibit ikan di kolam bioflok ini merupakan bagian dari pemanfaatan lahan kosong yang ada di Dinas Perikanan Tanah Bumbu.

“Ada lahan kosong di belakang kantor, jadi kita manfaatkan saja untuk kolam ikan dengan sistem bioflok,” ujarnya.

Kolam percontohan bioflok ini, sambung Yulian, merupakan bantuan dari PT Tunas Inti Abadi (TIA) untuk Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam hal ini Dinas Perikanan Tanah Bumbu.

Sementara itu, Sekda H. Ambo Sakka, menyambut baik dengan adanya kolam percontohan bioflok yang dikelola oleh Dinas Perikanan Tanah Bumbu.

“Saya harap, budidaya ikan dengan sistem bioflok ini dapat menjadi percontohan dan di sosialisasikan ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kabid Fasilitasi Perizinan dan Tempat Perizinan dan Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan Dinas Perikanan Tanbu, Abdul Gafur mengatakan ada sebanyak 3 unit kolam ikan bioflok bantuan PT TIA. Sedangkan bibit ikan yang disebar hari ini dari Dinas Perikanan Tanah Bumbu.

“Dari 3 kolam, hari ini cuma dua kolam bioflok yang disebar bibit ikan nila. Satu kolamnya 800 bibit,” kata Gafur.

Menurut Gafur, keunggulan budidaya ikan melalui sistem bioflok yakni hemat pakan, hemat air, dan hemat tenaga.

Sekedar informasi, Teknologi Bioflok adalah sistem budidaya yang menerapkan aplikasi manajemen kualitas air yang berfokus pada mereduksi kandungan nitrogen dan amonia di dalam air sehinga tercipta lingkungan hidup yang cocok bagi keberlangsungan hidup ikan yang dipelihara. Dengan menerapkan teknologi bioflok mampu menjamin kondisi lingkungan hidup yang ideal bagi ikan.

Keunggulan dari usaha budidaya ikan sistem bioflok adalah pemberian pakan yang jauh lebih efisien apabila membandingkan dengan pemeliharaan di kolam biasa.

Keuntungan usaha budidaya ikan sistem bioflok lainnya adalah pada penggunaan air yang jauh lebih hemat. Karena pada budidaya bioflok terdapat mikroorganisme yang dapat berfungsi dalam mengurai sehingga air menjadi tidak keruh. Kualitas yang tetap terjaga membuat proses pergantian air tidak perlu terlalu sering sebagaimana pada teknik budidaya di kolam biasa. Tentunya hal ini juga dapat menghemat tenaga dan biaya. (rel)

Bupati Hadiri Expose Rencanakan Pembangunan Pabrik Pengalengan Ikan

BATULICIN – Bupati HM Zairullah Azhar didampingi Sekretaris Daerah dan Kepala SKPD terkait menghadiri expose terkait pembangunan pabrik pengalengan ikan di ruang rapat Bupati, Sabtu (02/07/2021).

Adapun rencana pembangunan pabrik itu direncanakan Bupati Tanah Bumbu dr HM Zairullah Azhar sebelum menjabat sebagai Bupati dan terus digaungkan hingga saat ini segera diwujudkan.

Bahkan, baru beberapa bulan menjabat, Zairullah dengan mengerahkan dinas terkait, mendatangkan tim ahli dan berpengalaman dibidang pengolahan berbahan baku ikan untuk ekspose rencana pembangunan pabrik tersebut.

Ada dua tim ahli dari Jawa Timur yang datang menjelaskan apa saja yang perlu dilakukan. Pemaparannya disaksikan langsung Bupati Zairullah dan Sekretaris Daerah H Ambo Sakka serta sejumlah pejabat termasuk Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Tanbu H Deny Hariyanto dan Kepala Dinas Perikanan, Yulian Herawati.

Pemaparan disampaikan dua orang yakni Tomi dari PT KBT Seafood International dan Effendi yang menjabat CEO pada PT Rimbun Nan Hijau Sidayu Gersik Jawa Timur.

Deny Hariyanto, usai pertemuan tersebut mengatakan, sesuai visi dan misi Bupati, maka program untuk meningkatkan pendapatan dari hasil nelayan dan petani tambak ikan, udang dimulai.

“Sesuai komitmen, beliau mengundang perusahaan yang sudah berpengalaman dalam pelaksanaan industri dengan bahan baku bersumber dari ikan, baik dari hasil laut maupun petani tambak, dimana nantinya akan berpeluang besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” sebut Deny.

Selain itu, dengan rencana pembangunan pabrik, nelayan akan terbantu karena harga ikan akan lebih stabil dengan adanya pabrik pengolahan ikan.

“Berdasarkan hasil rapat tindak lanjut yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian Pembangunan, Rahmat Prapto Udoyo, bahwa investor siap bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam mengupayakan pembangunan Pabrik pengolahan ikan dalam bentuj produk beku,” katanya.

Bupati juga memberikan respon positif terjait hal itu, dengan harapan bisa memberdayakan masyarakat nelayan dan petani tambak.

Deny juga menyatakan siap mendukung dari suplai bahan baku.

“Setelah rapat, kami juga meninjau rencana lokasi pembangunanya di Desa Muara Ujung Kecamatan Kusan Hilir,” tandasnya. (Iwn)

Pembudidaya Ikan Mantewe Dilatih Bioflok Nila

BATULICIN – Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu bekerjasama dengan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM-KP), Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan pelatihan optimalisasi teknologi bioflok ikan nila di Desa Sarimulya Kecamatan Mantewe, Selasa (22/06/2021).

Pelatihan bioflok ini bagi para pembudidaya ikan air tawar yang ada di desa-desa wilayah Kecamatan Mantewe, dengan menghadirkan peneliti Prof. Dr. Ir. Estu Nugroho, M.Sc dari BRSDM-KP sebagai narasumber.

Kepala Desa Sarimulya Mukhlisin dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan jajarannya, terutama Dinas Perikanan atas terselenggaranya kegiatan itu.

Ia berharap, pelatihan bisa berdampak banyak dan maksimal, sehingga lebih banyak lagi pembudidaya ikan air tawar yang menggunakan teknologi bioflok.

“Sementara ini baru di Desa Sarimulya yang memanfaatkan bioflok, semoga nanti akan lebih banyak pembudidaya di Mantewe yang menggunakannya, hingga dapat memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat,” ungkap Mukhlisin.

Selain itu, Mukhlisin juga meminta bantuan dari pemerintah daerag agar ada program pembibitan indukan. Hal ini agar para pembudidaya bisa memperoleh bibit ikan dengan mudah, karena selama ini sering ditemukan kendala tidak tersedianya bibit di pasaran saat memasuki waktu tebar bibit yang mengakibatkan target waktu panen ikan bergeser.

Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rahmat Prapto Udoyo menyampaikan masyarakat harus antusias terhadap pelatihan itu, karena seiring dengan visi misi Bupati dalam menciptakan masyrakat yang mandiri.

“Ini adalah kesempatan untuk mandiri. Kita harus bekerja, tidak boleh berleha-leha. Walaupun pertumbuhan ekonomi nasional masih minus, tapi ekonomi Tanah Bumbu masih tetap tumbuh,” ujarnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kemandirian dalam membentuk ketahanan pangan. Karena sistem bioflok ini tidak memakan tempat, ramah lingkungan, sehingga biaya yang diperlukan bisa ditekan.

“Tolong dimanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Tanyakan dengan narasumber hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan sistem bioflok ini,” pintanya.

Ia juga mendorong Dinas Perikanan untuk terus membina para pembudidaya ikan air tawar, tidak hanya di Desa Sarimulya atau Kecamatan Mantewe, namun juga desa lainnya.

Kedepan nanti Rahmat menggambarkan, pengembangan budidaya ikan air tawar mampu menyediakan tidak hanya ikan saja, namun hingga daging ikan dalam kemasan.

Dengan potensi ekonomi melalui sistem bioflok ikan nila itu maka bisa dibangun masyarakat yang mandiri dalam upaya membangun Kabupaten Tanah Bumbu menjadi lebih baik.

Turut berhadir dalam kegiatan itu Plt Kepala Dinas Perikanan Yulian Herawati dan jajaran, Pemerintah Kecamatan Mantewe dan beberapa kepala desa di Kecamatan Mantewe. (Rel)

Bupati Serahkan Bantuan Bagi Nelayan

BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor menyerahkan bantuan bagi nelayan, Senin (28/12/2020) di Desa Wirittasi Kecamatan Kusan Hilir.

Bantuan ini berupa sarana prasarana tangkap dan budidaya yang akan diserahkan kepada nelayan kecil, pembudidaya, pengolah dan pemasar yang ada di Bumi Bersujud.

Hal ini sebagai upaya dari Pemerintah Kabupaten dalam memperkuat perekonomian masyarakat pelaku perikanan dalam mengatasi dampak dari pandemi Covid-19.

Menurut Plt Kepala Dinas Perikanan Yulian Herawati, bantuan ini diperuntukkan tidak hanya bagi kelompok, namun juga bagi perorangan. Yang selanjutnya juga akan dibagikan ke beberapa wilayah di Tanah Bumbu.

Bantuan itu diantaranya seperti perahu fiber, mesin kapal, generator listrik, jaring, boks ikan, fishfinder, pompa air, jaring ikan, mesin pengaduk, serta perlengkapan perikanan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati H Sudian Noor meminta maaf kepada nelayan apabila bantuan itu baru bisa diserahkan sekarang. Salah satu yang menjadi kendala adalah proses pemesanan dan pengiriman yang cukup menyita waktu.

“Bantuan ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperhatikan masyarakat, terutama bagi para nelayan. Hal ini patut disyukuri, karena bantuan ini juga bisa untuk perorangan,” ujarnya.

IMG-20201228-WA0009

Sebelumnya lanjut Bupati, bantuan sejenis harus melalui jalur kelompok untuk mengajukan ke dinas terkait. Lalu kegiatan ini menjadi kesempatan pemerintah daerah untuk membantu langsung nelayan perorangan.

Ini juga menjadi bukti kegesitan Dinas Perikanan dalam membantu memenuhi kebutuhan warga, terutama nelayan.

Bupati berpesan kepada para penerima agar dapat memanfaatkan dan merawat bantuan itu dengan baik.

“Jangan dijual. Apabila tidak digunakan, serahkan kembali ke dinas, kemudian minta bantuan yang lain. Sebab kalau dijual, bisa diproses hukum,” pesan Sudian Noor.

Selanjutnya, pemerintah daerah juga menjajaki kolaborasi dengan daerah lain dalam bentuk kerjasama, dari pelatihan pengolahan hingga pemasaran.

Di akhir sambutan, H Sudian Noor kembali mengingatkan warga untuk menerapkan protokol kesehatan melalui 3M dalam kesehariannya, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (Rel)

Dinas Perikanan Panen Perdana Percontohan Minapadi

BATULICIN – Dalam upaya meningkatkan pendapatan pelaku utama pembudidaya ikan dan petani padi, Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) membuat kegiatan percontohan Minapadi (budidaya ikan dan padi, red).

Percontohan yang diselenggarakan menggunakan anggaran DAK 2020 itu, dilaksanakan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Mustika, Kecamatan Kusan Hulu yang beranggotakan 10 orang.

Pada Rabu (16/12/2020), Dinas Perikanan bersama Pokdakan Muna Mustika mengadakan Panen Perdana Budidaya Ikan Bersama Padi dengan mengundang jajaran Pemkab Tanbu, Anggota DPRD, dan Camat Kusan Hulu beserta unsur Muspika.

Menurut Ketua Pokdakan Mina Mustika Hartono, lahan yang digarap menjadi percontohan baru seluas satu hektar. Namun pihaknya sudah menyiapkan lahan seluas 15 hektar apabila program ini berjalan baik.

Saat ini menurutnya, kendala utama yang dihadapi adalah kekuatan tanggul penahan di sekeliling sawah. Karena kesiapan tanggul yang ada hanya untuk menanam padi sawah, sehingga diperlukan normalisasi tanggul yang sesuai.

Oleh karena itu tambahnya, mereka memerlukan uluran tangan, baik itu dari pemerintah sebagai pihak eksekutif, pihak legislatif sebagai penyalur aspirasi warga, maupun pihak lainnya.

DSC01574

Sementara itu Plt Kadis Perikanan, Yulian Herawati mengucapkan selamat kepada Pokdakan Mina Mustika atas keberhasilannya panen pada hari itu.

“Semoga hal ini dapat dilanjutkan dalam skala yang lebih besar dan dicontoh kelompok lain. Kemudian ikannya tidak Nila saja, bisa Betok/Papuyu, atau Udang Galah. Sehingga masing-masing punya produk unggulan karena beda, dan tidak kerepotan menjualnya saat panen,” ungkapnya.

Setelah ini berhasil, maka akan dilanjutkan pengembangannya ke arah olahan hasil produksi, hingga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi bagi pelaku.

Dinas Perikanan lanjut Yulian, juga mengundang beberapa SKPD terkait pengembangan di wilayah itu. Seperti perencanaan pembangunan, perbaikan sarana prasarana hingga prospek pengembangan desa agrowisata.

Kemudian Bupati Tanbu dalam sambutannya yang dibacakan Plt Asisten Perekonomian Pembangunan, H Rahmat menyampaiakan kegiatan itu sebagai sebuah keberhasilan budidaya ikan sekaligus menanam padi.

Hal ini ujar Bupati, menunjukkan masyarakat di daerah ini terutama pembudidaya ikan dan petani, juga mampu berinovasi dan kreatif dalam pemanfaatan lahan guna peningkatan produksi.

“Untuk itu saya berharap, semoga panen ini dapat dimaknai dengan senantiasa bekerja lebih giat, sehingga mampu terus mendorong dan memotivasi kita semua dalam meningkatkan kualitas produksi budidaya ikan dan padi di daerah ini,” sebutnya.

Bupati berharap warga juga semakin cerdas dan memahami serta mampu mandiri mewujudkan keberhasilan usaha. Sehingga mampu mendorong dan mewujudkan kesejahteraan bagi mereka. (Rel)

Wabup H Ready Kambo Serahkan Bantuan Paket Konversi BBM ke BBG

BATULICIN – Wakil Bupati Tanah Bumbu H Ready Kambo menyerahkan secara simbolis bantuan Paket Konversi BBM ke BBG bagi warga, Desa Salimuran Kecamatan Kusan Hilir, Rabu (11/11/2020).

Pendistribusian paket konversi itu merupakan program kemitraan antara Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI, untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran di Kabupaten Tanah Bumbu.

Keseluruhannya ada 1135 paket konversi yang akan dibagikan, dengan rincian yaitu Kecamatan Batulicin 19 paket, Kecamatan Simpang Empat 31 paket, Kecamatan Kusan Hilir 851 paket, Kecamatan Kusan Hulu 120 paket, Kecamatan Sungai Loban 67 paket, dan Kecamatan Satui 47 paket.

Perwakilan Ditjen Migas Kementerian ESDM, Irene Yulianingsih dalam kegiatan itu mengatakan Tanah Bumbu selama ini telah tiga kali menerima bantuan sejenis.

“Pada tahun 2018 ada sebanyak 214 paket konversi yang dibagikan, lalu pada tahun 2019 lalu ada sebanyak 499 paket. Dan sekarang 1135 paket, sehingga keseluruhan berjumlah 1848 paket konversi untuk nelayan sasaran,” sampainya.

Ia menjelaskan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh nelayan sasaran agar mendapat bantuan konversi itu. Salah satunya adalah penggunaan jenis bahan bakar di kapal nelayan yaitu bensin.

“Apabila nelayan menggunakan solar, maka mereka tidak dapat menerima bantuan,” ungkapnya.

Melaui bantuan itu lanjutnya, Kementerian ESDM berharap dapat meningkatkan perekonomian para nelayan sasaran.

20201111_172905

Sementara itu Bupati H Sudian Noor dalam sambutannya yang dibacakan H Ready Kambo mengatakan bantuan itu akan semakin menunjang dan meningkatkan produktifitas nelayan di Tanbu.

Mereka perlu mendapat perhatian, terutama terhadap dukungan sarana dan prasarana yang memadai, guna membantu keberhasilan dan kesejahteraan mereka.

“Semoga kedepan, bantuan yang diberikan dapat lebih ditingkatkan, sehingga para nelayan kecil kita tidak saja mampu meningkatkan penghasilannya, akan tetapi juga dapat menjadi salah satu pilar pendukung perekonomian daerah, bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Bumi Bersujud,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Ready Kambo juga berpesan kepada nelayan sasaran yang menerima paket konversi untuk menjaga dan merawat peralatan dengan baik.

Turut hadir dalam kegiatan itu perwakilan PT Pertamina, jajaran Dinas Perikanan Tanah Bumbu, perwakilan pemerintah kecamatan penerima, nelayan penerima dan pihak terkait lainnya.

Selanjutnya paket konversi BBM ke BBG ini akan dibagikan oleh Dinas Perikanan Tanah Bumbu bersama pihak terkait lainnya ke wilayah penerima. (Rel)

Pemkab Peringati Haornas ke 36

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu turut memperingati Hari Olagraga Nasional ke 36 Tahun 2019.

Peringatan dilakukan saat pelaksanaan apel gabungan Senin, (09/09/2019) di halaman Kantor Bupati.

Bertindak selaku Inspektur yaitu Sekretaris Daerah H Rooswandi Salem sekaligus membacakan amanat dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrowi.

7R0A0284

Menurutnya, melalui momentum perayaan Haornas dengan tema “AYO OLAHRAGA, DIMANA SAJA, KAPAN SAJA”, maknanya olahraga adalah hal.mudah yang dapat dilakukan dimana dan kapan saja.

“Pembanguanan didalam olahraga adalah tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani. Dengan sehat rohani kita berarti telah mendukung kebijakan Bapak Presiden tentang Revolusi Mental, serta SDM Unggul Indoneaia Maju,” sebut Menpora dalam sambutannya.

Kemudian lanjutnya, Indonesia juga bertekad untuk bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan Olimpiade dan Paralimpiade 2023.

7R0A0316

Melalui Duta Besar di Swiss, Presiden telah mengajukan surat resmi pengajuan sebagai kandidat tuan rumah kepada Presiden International Olympic Committe.

Selain peringatan Haornas, dalam apel gabungan tersebut, Sekda juga melakukan beberapa penyerahan.

Pertama kepada siswa berprestasi Tanah Bumbu yang memenangi lomba pada Pra PON XX di Bali dan POPDA Prov Kalsel 2019 di Banjarmasin.

7R0A0327

Lalu, Sekda juga menyerahkan secara simbolis bantuan mesin ketinting dan alat bantu penangkapan ikan dari Dinas Perikanan kepada nelayan Sungai Loban.

Dan juga bantuan Premi Asuransi Nelayan tahun 2019 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan bagi 926 nelayan Bumi Bersujud. (Rel)

Penyuluh Perikanan Olah Daging Ikan Patin Jadi Cemilan

BATULICIN – Penyuluh Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu melaksanakan praktik mengolah produk perikanan, Kamis (22/08/2019), bertempat di Kantor Dinas Perikanan di Gunung Tinggi, Batulicin.

Kepala Dinas Perikanan Tanbu, Fauraji Akbar, mengatakan praktek mengolah produk perikanan ini untuk mengetahui sejauhmana ilmu yang diperoleh dari Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRPPBKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

IMG-20190822-WA0020

“Sebelumnya para penyuluh mengikuti pelatihan cara mengolah produk perikanan dari BBRPPBKP. Hasilnya kemudian dipraktikan kembali di Dinas Perikanan,” sebut Fauraji Akbar.

Selanjutnya, ujar Fauraji, para penyuluh akan melatih para ibu rumah tangga di berbagai tempat tentang cara mengolah hasil perikanan tersebut gunan meningkatkan nilai ekonomi yang didapat.

IMG-20190822-WA0018

Fauraji menambahkan setidaknya saat ini sudah ada lima produk perikanan berbahan dasar ikan patin yang diolah menjadi cemilan diantaranya krupuk kulit, brownies, bolu, tik tik dan samosa.

Selain itu, sebut Fauraji, pihaknya juga mengukur nilai ekonomis dari produk yang dihasilkan tersebut.

“Perhitungan ekonomi menjadi penting, agar menarik minat para pelaku usaha maupun ibu rumah tangga dalam mengembangkan produk-produk tersebut,” tambahnya.

IMG_0885

Praktik mengolah produk perikanan mendapat perhatian serius Wakil Bupati Tanah Bumbu H Ready Kambo yang meninjau langsung kelokasi pengolahan produk perikanan.

Menurut H Ready Kambo, pemanfaatan bahan baku ikan menjadi berbagai produk olahan sehingga memiliki nilai komersil lebih tinggi tentu akan membantu upaya untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bumi Bersujud.

IMG-20190822-WA0016

Selain praktik pengolahan produk ikan, di tempat yang sama juga dilangsungkan pertemuan rutin bulanan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) dari Dinas Perikanan(Rel)

Pemkab Hadirkan Balai Riset KKP Untuk Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan

BATULICIN – Kabupaten Tanah Bumbu merupakan salah satu daerah di Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki daratan dan garis pantai yang luas. Oleh karena itu, Kabupaten hasil pemekaran ini memiliki potensi yang besar di sektor perikanan.

Dari data yang ada, kondisi perikanan di Tanah Bumbu yakni luas tambak produktif 3.457 ha atau yang baru tergarap 26,39 persen dari luas potensi 13.098 ha.

Sedangkan kolam, keramba, dan jaring apung yang baru tergarap 101 ha atau 2 persen dari potensi 6.000 ha.

Kemudian jumlah RTP secara keseluruhan sebanyak 3.308 RTP. Sedangkan produksi kelautan dan perikanan pada tahun 2018 sebanyak 48.441,44 ton terdiri dari perikanan tangkap, budidaya tambak air payau, perairan umum, budidaya air tawar atau kolam, budidaya jaring apung, rumput laut, dan keramba.

Melihat besaran produksi perikanan yang dicapai secara mikro telah terpenuhi dimana hasil produksi yang dicapai sudah mampu memenuhi kebutuhan pangan perikanan, serta penjualan ke berbagai daerah diluar Tanah Bumbu. Namun disisi lain masih jauh dari harapan karena belum dapat memberikan nilai tambah terhadap nelayan sebagaimana yang diharapkan.

SDM yang ada saat ini hanya mampu menghasilkan produk hasil tangkapan saja, namun belum mampu menghasilkan produk olahan atau upaya lainnya yang semestinya dapat dijadikan produk unggulan daerah.

Dalam upaya memaksimalkan potensi yang dimiliki utamanya pada sektor perikanan, maka Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) mengadakan Rapat Koordinasi Orientasi Pengembangan Sektor Perikanan dengan menghadirkan narasumber dari Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bio Teknologi Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Rakoor Orientasi pengembangan sektor perikanan dilaksanakan sebagai upaya pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi perikanan agar menjadi roda penggerak pembangunan daerah dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

“Pengembangan sektor perikanan ini sangat penting mengingat sektor perikanan di Tanbu sangat potensial untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk nelayan,” sebut Wakil Bupati H Ready Kambo, saat membuka orientasi Kamis (27/06/2019) di Ruang Bersujud, Kantor Bupati.

IMG-20190627-WA0015

Pemerintah daerah berharap melalui kegiatan orientasi ini juga dapat menambah keterampilan dan pengetahuan para pelaku usaha sektor perikanan di Tanah Bumbu.

Dalam pembangunan sektor perikanan, sambung Wabup, diharapkan kedepanya tidak lagi berorientasi pada hasil tangkap dan budidaya saja tetapi bagaimana komoditas perikanan dapat diolah secara inovatif dan kreatif sehingga dapat memberikan nilai tambah terhadap produk akhirnya.

“Tentunya secara tidak langsung juga akan meningkatkan pendapatan bagi para nelayan itu sendiri,” sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) H Rooswandi Salem, mengatakan Potensi Tanah Bumbu yang memiliki garis pantai yang luas tersebar di enam Kecamatan dan ditambah potensi perikanan budidaya tentunya sangat potensial untuk dikelola secara professional sehingga bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah serta mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan di daerah ini.

Menjadikan sektor perikanan sebagai keunggulan lokal sejatinya merupakan strategi mendasar dalam mengoptimalkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Diakui Sekda, pengembangan sektor maritim di Tanah Bumbu masih belum sempurna. Meski sudah ada produk unggulan hasil perikanan, namun masih perlu untuk dimaksimalkan lagi.

“Kehadiran Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bio Teknologi Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada hari ini tentunya menjadi kesempatan yang bagus bagi pemerintah daerah untuk lebih giat lagi menggali potensi perikanan agar lebih maksimal,” ujar Sekda.

Sekda berharap pertemuan dengan pihak Balai Besar Riset KKP tidak hanya menambah wawasan dan pengetahuan terkait produk perikanan saja, tetapi juga adanya transfer teknologi dan lainya.

“Diharapkan Tanbu memiliki ciri khas hasil pengolahan perikanan yang mampu bersaing di tingkat nasional,” harapnya.

IMG-20190627-WA0016

Adapun Narasumber orintasi pengembangan sektor perikanan yakni Kepala Balai Besar Riset Pengelolaan Produk dan Bio Teknologi Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Hari Eko Irianto, memaparkan materi Industrialisasi Perikanan Dalam Rangka Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk.

Sedangkan Peneliti Muda Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bio Teknologi Kelautan dan Perikanan, M Dharmawan, memaparkan rencana pengembangan produk perikanan Tanah Bumbu tahun 2020.

Menurut Dharmawan banyak komponen dari Ikan yang bisa dimanfaatkan selain daging ikan itu sendiri, seperti pemanfaatan kepala ikan yang diolah jadi tepung dan pakan. Kemudian tulang dan kulit yang diolah jadi cemilan kerupuk dan lainya.

Utamanya adalah ikan non ekonomis tapi coba dimaksimalkan sehingga menjadi produk olahan perikanan yang bernilai ekonomis tinggi.

Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor menyambut baik kedatangan Balai Besar Riset KKP ke Tanah Bumbu.

“Semoga kedatangan ini memberikan berkah dan manfaat bagi masyarakat Tanah Bumbu, utamanya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sebut Bupati.

Usai Rakoor orientasi Pengembangan Sektor Perikanan, agenda selanjutnya dari Pemkab Tanbu dan Balai Besar Riset KKP rencananya akan menggelar pelatihan pengolahan produk perikanan khas Tanah Bumbu.

Rakoor kali ini, selain dihadiri SKPD terkait juga dihadiri Penyuluh Perikanan se-Tanah Bumbu, dan para pembudidaya sektor perikanan. (Rel)