ok
BLK Gelar Pelatihan Las

BATULICIN – Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakertranskop UM) Kabupaten Tanah Bumbu (Kb Tanbu) melalui Balai Latihan Kerja (BLK) adakan latihan pengelasan, Senin (20/09/2021).

Pelatihan ini merupakan pelatihan berbasis kompetensi non boarding dengan menggunakan dana APBN 2021 yang didapat BLK dari Kemeterian Tenaga Kerja Republik Indonesia dengan peserta sebanyak 16 orang.

Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Perekonomian Pembangunan, Rahmat Prapto Udoyo mengapresiasi diselenggarakannya pelatihan itu.

Karena, pelatihan itu penting dalam memberi modal bagi peserta dalam dunia kerja maupun usaha mandiri. Dan keahlian las juga tidak bisa dipandang sebelah mata, karena ada sertifikasinya.

“Oleh karena itu, melalui pelatihan ini, kami berharap kepada seluruh peserta, agar kiranya dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh, sehingga dapat mengembangkan potensi dirinya dan mampu meningkatkan kesejahteraan hidup, terutama dalam mengembangkan Tanah Bumbu Maju, Mandiri, Unggul, Religius dan Demokratis,” ujarnya.

Sebagai informasi, Program Pelatihan Pengelasan SMAW 3G adalah program pelatihan yang mempelajari tentang unit Melakukan komunikasi timbal balik, Mengidentifikasi prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan kesehatan kerja dilingkungan kerja, Mengukur dengan alat ukur mekanik dasar, Membaca sketsa dan/atau gambar kerja
sederhana, Penggunaan Peralatan dan Mesin Mesin Ringan.

Kemudian Melaksanakan pemotongan secara mekanik, Pelaksanakan Pemotongan Dengan Gas, Melaksanakan rutinitas (dasar) pengelasan dengan proses las busur manual, Mengelas plat posisi dibawah tangan/flat dengan proses las busur manual, Mengelas plat posisi mendatar / flat horizontal dengan proses las busur manual, Mengelas dengan posisi 3G, Membuat laporan, dan Melakukan perhitungan dasar teknik.

Program Pelatihan Pengelasan SMAW 3G dilaksanakan selama 360JP atau setara 40Hari. Peserta program pelatihan ini ditargetkan dapat bekerja sebagai Juru Las, dan Operator Maintenance di dalam dunia industri.

Turut hadir dalam acara itu, Kepala Disnakertranskop UM, Camat Kusan Hilir, Plt Kepala BLK Tanbu dan undangan lainnya. (Rel)

Disnakertranskop UM Tanbu Beri Latihan Menjahit

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakertranskop UM) adakan pelatihan menjahit.

Pelatihan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Tanbu Kecamatan Kusan Hilir dan dibuka pada Rabu (15/09/2021).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka implementasi program pelatihan kerja dan produktifitas tenaga kerja yang ada di Disnakertranskop UM. Pelatihan ini juga berdasarkan aspirasi dari pemerintah desa dalam Musrenbang.

Adapun pesertanya berasal dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Kusan Hilir, Batulicin dan Simpang Empat.

Kasi Sarana dan Prasarana Kecamatan Kusan Hilir, Suhaimi yang turut hadir dalam pembukaan itu mengatakan program pelatihan menjahit yang dilaksanakan bisa menjadi modal keahlian bagi peserta dalam menghadapi kondisi pandemi seperti sekarang.

Keahlian menjahit yang didapatkan selama pelatihan berpotensi menjadi pekerjaan utama dalam meningkatkan perekonomian keluarga.

Sementara itu, Kabid Pelatihan Penempatan Perluasan Tenaga Kerja Disnakertranskop UM, M Yamani saat membacakan sambutan Bupati Tanbu HM Zairulah Azhar mengungkapkan terima kasih dan mendukung penuh usaha dinas itu dalam upaya pemberdayaan masyarakat, terutama pengetahuan dan keterampilan dalam bidang menjahit.

Bupati berpesan agar peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan mengembangkan potensinya dalam hal menjahit.

Karena menjahit bisa diimplementasikan menjadi mata pencaharian ke arah usaha yang bersifat mandiri, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat menuju Tanah Bumbu Maju, Mandiri, Unggul, Religius dan Demokratis. (Rel)

60 Peserta Ikuti Pelatihan Koperasi dan E-Commerce, Rahmad : Pelaku UKM di Tanbu Harus Bisa Berdagang Online
BATULICIN – Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan penyusunan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawasan koperasi, serta pelatihan pemasaran produk Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui E-Commerce. Pelatihan dibuka langsung Bupati Tanah Bumbu HM. Zairullah Azhar diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kab. Tanbu Rahmad Prapto Udoyo, di Mahligai Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Selasa (07/09/2021). Pelatihan ini digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakertranskop dan UM) Kabupaten Tanah Bumbu. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kab. Tanbu Rahmad Prapto Udoyo, menyambut baik dengan digelarnya pelatihan perkoperasian dan pemasaran produk UKM melalui E-Commerce di Tanah Bumbu. “Setiap Senin dalam Coffe Morning, Bupati dihadapan Kepala SKPD terus menyampaikan bagaimana UKM di Tanbu agar maju dan berkembang. Alhamdulillah hari ini, upaya untuk mengembangkan UKM disambut dan difasilitasi oleh Pemprov Kalsel melalui Dinas Koperasi dan UKM bekerjasama dengan Disnakertranskop dan UM Kabupaten Tanah Bumbu,” sebut Rahmad. Pelatihan ini, sambung Rahmad, merupakan salah satu kesempatan baik yang disediakan oleh pemerintah untuk pelaku usaha di Tanah Bumbu dalam rangka mengembangkan pemasaran produk usaha. Diharapkan melalui pelatihan E-Commerce, pengetahuan dan ide pelaku usaha bertambah sehingga kesempatan dan peluang bisnis bisa lebih berkembang. “Setelah pelatihan ini, diharapkan inovasi muncul, dan jaringan pelaku UKM semakin luas,” ujarnya. Disisi lain, Rahmad mengatakan dalam pemasaran produk usaha, bahasa iklan sangat penting untuk menarik minat pembeli. Untuk itu, kepada peserta pelatihan agar bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan dan banyak bertanya kepada para narasumber. Mengakhiri sambutanya, Rahmad berharap pelaku UKM dan warga masyarakat di Tanah Bumbu harus bisa berdagang secara online. Apalagi saat ini kita dihadapkan pada pandemi Covid-19. “Di era teknologi ini, kita jangan hanya bisa belanja online saja, tetapi juga harus bisa berdagang online,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Gustafa Yandi mengatakan pelatihan koperasi dan e-commerce dilaksanakan oleh pemerintah agar pelaku UKM mampu bersaing di era digital saat ini. Untuk itu, Pemerintah maupun pelaku usaha, harus kreatif, inovatif, adaftif, dan kolaboratif. “Pelatihan yang digelar hari ini merupakan sala satu bentuk sinergi dan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten,” ujarnya. Kepala Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil Prov. Kalsel, Gusti Muhammad, menambahkan pelatihan digelar selama 4 hari mulai 7 s.d 10 September 2021. Pembukaan dilaksanakan di Mahligai Bersujud. Dan selanjutnya pelatihan koperasi dan pelatihan E-Commerce dilaksanakan ditempat yang berbeda, dan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Sedangkan peserta pelatihan sebanyak 60 orang dengan rincian 30 peserta pelatihan perkoperasian, dan 30 peserta pelatihan E-Commerce. Sebelum digelarnya pelatihan ini, sebut Kepala Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil Prov Kalsel, pihaknya pada Maret 2021 yang lalu melakukan identifikasi pelatihan yang di inginkan oleh masyarakat Tanah Bumbu. “Alhamdulillah hari ini bisa terlaksana,” tutupnya. (Rel)
Disnakertrankp UM Gelar Bimtek Perkoperasian di Satui

BATULICIN – Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakertranskop UM) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Perkoperasian bagi pengurus koperasi, Senin (12/07/2021) di Kecamatan Satui.

Bimtek yang menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Kalimantan Selatan itu juga sekaligus dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke 74.

Kabid Koperasi dan UM, Rohaida melaporkan kegiatan itu dilaksanakan guna meningkatkan sumberdaya manusia perkoperasian di Kabupaten Tanah Bumbu hingga mampu meningkatkan produktifitas dan daya saing koperasi.

Peserta yang ikut merupakan pengurus koperasi yang berada di wilayah Kecamatan Satui dan Angsana, dengan target peserta sebanyak 30 orang.

“Pelatihan kali ini merupakan Tahap yang ke 3. Sebelumnya dilaksanakan pada 12 April dan 19 Juni lalu untuk beberapa kecamatan lainnya,” jelas Rodiah.

Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu dalam sambutannya yang dibacakan Camat Satui Abdul Rahim menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai peran strategis dalam peningkatan pemahahan kapasitas perkoperasian dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur dalam bidang pereekonomian.

Buapti berharap agar peserta mengikuti kegiatan dengan serius dan sungguh-sungguh hingga mampu menghasilkan anggota koperasi yang kompetensi dan turut membangun tatanan perekonomian maju dan mandiri.

Peringatan Hari Koperasi Nasional ke 74 itu ditandai pemotongan tumpeng oleh Camat Satui dan disaksikan oleh Kabid Koperasi dan UM, serta narasumber dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Kalimantan Selatan. (Rel)

Wabup Muh. Rusli Buka Pelatihan Service Sepeda Motor Konvensional dan Tata Rias Kecantikan

BATULICIN – Balai Latihan Kerja (BLK) Tanah Bumbu menggelar pelatihan service sepeda motor konvensional dan pelatihan tata rias kecantikan.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tanah Bumbu, Muh. Rusli, Rabu (07/07/2021) di BLK Tanbu, Kecamatan Kusan Hilir.

Wabup H. Muh. Rusli menyambut baik dan sangat mengapresiasi dilaksanakannya Pelatihan Tata Rias Kecantikan dan Servis Sepeda Motor Konvensional Anggaran APBN Kementerian Ketenagakerjaan di Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2021.

Pelatihan ini, sambung Wabup, untuk meningkatkan keterampilan, kompetensi atau keahlian sumber daya manusia di Tanbu, khususnya bagi para pekerja yang memiliki potensi di bidang Tata Rias Kecantikan dan Servis Sepeda Motor Konvensional.

Pada kesempatan itu pula, Wakil Bupati menghimbau kepada seluruh peserta pelatihan hendaknya bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan, sehingga mendapatkan ilmu yang maksimal dan dengan berbekal ilmu dalam pelatihan ini dapat meningkatkan keahlian.

Sementara itu, Pjs Kepala BLK Tanbu, Syaikul Ansyari, mengatakan BLK Tanbu dibawah binaan Kementerian Tenaga Kerja yang pembinanya adalah Balai Besar Balai Latihan Kerja Bekasi yang mana pada tahun 2021 mendapatkan 5 paket pelatihan.

Pelatihan tahap pertama sudah dilaksanakan sekitar bulan Februari yaitu pelatihan kelistrikan, bangunan sederhana, dan tata boga.

Kedua, pelatihan servis sepeda motor konvensional dan tata rias kecantikan dengan peserta satu kegiatan sejumlah 16 orang peserta jadi total dengan dua kegiatan sebanyak 32 orang peserta.

“Kegiatan ini satu visi dengan apa yang menjadi komitmen Bupati dan Wakil Bupati Tanbu dalam RPJMD atau Renstra yaitu peningkatan kapasitas tenaga kerja ataupun pencari kerja,” jelas Syaikul.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, dan pekerja yang mandiri dan berdaya saing. (Ags)

Pelaku UMK dan Pengurus Koperasi di Tanbu Diberi Pelatihan

BATULICIN – Pelaku usaha mikro kecil (UMK) dan pengurus Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam (KSP/USP) Koperasi di Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) mendapatkan pelatihan.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM) Provinsi Kalimantan Selatan (Prov Kalsel) melalui Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil Kalsel bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakertranskop UM) Kab Tanbu.

Kegiatan meliputi Pelatihan Manajemen Usaha bagi pelaku UMK dan Pelatihan Penyusunan Standar Operasional Manajemen (SOM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi pengurus KSP/USP Koperasi, serta akan dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 02 – 05 November 2020 dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Tanbu H Ready Kambo, Senin (02/11/2020) di Gedung Pemuda, KAPET Kecamatan Simpang Empat.

Kepala Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil, Gusti Muhammad melaporkan kegiatan tersebut dilakukan guna menunjang keberlangsungan UMKM yang ada di Kab Tanbu, serta membantu mereka mengatasi permasalahan yang ada, terutama terkait pengelolaan usaha.

Kemudian juga untuk menjaga tingkat penampilan kerja koperasi dan konsistensi pelayanan kepada anggota bagi pengurus koperasi, hingga mampu tercipta koperasi yang mandiri.

Sementara itu, Kepala Diskop UMKM Kalsel H Gustafa Yandi mengatakan pelatihan itu adalah bentuk keseriusan Pemkab Tanbu dalam membina dan mengembangkan Koperasi dan Usaha Mikro yang ada di wilayahnya.

Pelatihan ini lanjutnya penting sebagai usaha Pemerintah dalam mereformasi total Koperasi menjadi lebih berkualitas dengan tata kelola yang profesional dan mampu berkembang seperti lembaga keuangan perbankan.

Sedangkan terkait pelaku UMKM, hal ini dalam upaya agar mereka bisa naik kelas hingga mampu menghasilkan produk dengan kualitas ekspor, serta mendapat akses permodalan yang mudah.

“Oleh sebab itulah, untuk menjawab itu perlu pelatihan. Itu kita wujudkan hari ini,” ujarnya.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik sebagai bentuk syukur atas nikmat dan kesempatan yang telah diberikan.

IMG-20201102-WA0005

Wabup H Ready Kambo saat membacakan sambutan Bupati H Sudian Noor dalam pembukaan pelatihan memberikan apresiasi atas penyelenggaran kegiatan itu di Kab Tanbu.

“Kegiatan ini sangat penting dan strategis sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumberdaya manusia, khususnya pelaku UMK dan pengelola koperasi guna menjalankan dan mengelola usahanya sesuai dengan praktik bisnis dan sehat,” tuturnya.

Pemerintah daerah sebagai fasilitator dan regulator lanjutnya, terus berupaya mendorong UMK dan Koperasi agar mampu berperan aktif dalam membangun perekonomian.

“Jika UMK dan Koperasi dapat dijalankan dengan baik, maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah,” sebutnya.

Wabup meminta para peserta agar memanfaatkan pelatihan itu dengan baik agar akhirnya dapat membantu pengenbangan usahanya guna meningkatkan kesejahteraan hidup dan masyarakat di Bumi Bersujud.

Turut hadir dalam pembukaan pelatihan Kepala Disnakertranskop UM Kab Tanbu H Avian Noor beserta jajaran. (Rel)

Disnakertranskop UM Berikan Pelatihan RAT Bagi Pengurus Koperasi

BATULICIN – Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakertranskop UM) Kabupaten Tanah Bumbu mengadakan Pelatihan Pembuatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) bagi pengurus koperasi, di Gedung PKK, KAPET Kecamatan Simapang Empat, Rabu (13/11/2019).

Sebanyak 90 orang pengurus koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu mengikuti pelatihan RAT tersebut. Dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Selatan, Fitriyadi dan Indra Marganata.

Menurut ketua panitia pelaksana Indra Warna yang juga Kepala Bidang Koperasi Dan Usaha Mikro, Disnakertranskop UM, pelatihan ini agar sumber daya manusia (SDM) yang ada di Koperasi mampu untuk melaksanakan dan membuat laporan tahunan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Suhartoyo menyampaikan atas nama Pemerintah Daerah menyambut baik dan sangat mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan pelatihan tersebut.

IMG-20191113-WA0011

“Karena kegiatan ini sangat penting dan strategis, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM dalam pengelolaan koperasi yang akuntabel,” sebutnya.

Akuntabel koperasi berkaitan erat hubungannya dengan citra koperasi dan kepercayaan masyarakat untuk memilih koperasi sebagai lembaga yang mampu meningkatkan tarap hidupnya. Karenanya pengelolaan koperasi yang akuntabel turut didukung melalui tertibnya pelaksanaan RAT.

Bupati berharap kepada para peserta pelatihan agar kiranya dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Sehingga nantinya, para anggota koperasi tidak saja mampu membuat laporan hasil Rapat Anggota Tahunan, tetapi juga sebagai bahan evaluasi, baik untuk intern koperasi mampu bagi Pemerintah sebagai dasar untuk menentukan kebijakan pembinaan lebih lanjut,” ujarnya.

Bupati juga berpesan agar para perserta mampu membenahi koperasi, baik dari segi kelembagaan, keuangan, maupun tingkat produktivitasnya. Yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan pengurus Koperasi itu sendiri. (Ags)

Kemenkop UKM Gelar Temu Kemitraan KUMKM Dengan Usaha Besar di Tanbu

BATULICIN – Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) mengadakan Temu Mitra Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) dengan Usaha Besar, Rabu (22/05/2019) di Batulicin.

Temu Mitra ini dalam rangka pemberdayaan KUMKM kelapa sawit di Tanah Bumbu.

Temu Mitra tersebut di isi dengan pemaparan implementasi kemitraan dengan usaha besar, prosedur bermitra dengan usaha besar sektor kelapa sawit, dan sosialisasi kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung program kemitraan bagi UKM sawit dan Koperasi/KUD.

Selain itu juga dirangkai dengan sesi tanya jawab antara narasumber dengan peserta temu kemitraan.

Sesi tanya jawab ini diharapkan mampu memecahkan permasalahan dan persoalan yang dihadapi oleh pelaku KUMKM dan Usaha Besar yang ada di Bumi Bersujud.

Narasumber pada temu kemitraan tersebut berasal dari Universitas Bakrie Jakarta, PT Buana Karya Bhakti Banjarmasin, dan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tanah Bumbu.

IMG_0133

Assisten Deputi Bidang Pengembangan dan Penguatan Usaha Kemenkop UKM, diwakili Kepala Bidang Pemantauan Kemitraan Usaha, Ratih Indarwati,SH mengatakan dalam rangka membantu percepatan peningkatan usaha koperasi dan UMKM, maka berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui penguatan kelembagaan koperasi dan UKM.

Menurut, Ratih Indarwati, penguatan kelembagaan koperasi sangat penting bagi pengembangan kegiatan usaha.

“Penguatan kelembagaan telah terbukti menjadi sarana yang efektif dan strategis untuk mengembangkan ekonomi rakyat dan mampu memberdayakan ekonomi rakyat. Bahkan juga dalam hal peningkatan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Selain itu, sebut Ratih, untuk mempercepat kinerja dan daya saing KUMKM, program strategis lainnya dari Kementerian Koperasi dan UKM adalah Kemitraan antara KUMKM dengan Usaha Besar.

Kemitraan ini diharapkan dapat menambah nilai tambah pada komoditi yang terlibat sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan KUMKM.

Kemitraan ini, lanjutnya disertai dengan pembinaan usaha besar terhadap ukm yang memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan.

“Kemitraan dengan usaha besar ini sangat penting buat pengembangan UKM. Pengembangan UKM memang dianggap sulit dilakukan tanpa melibatkan partisipasi usaha-usaha besar. Kemitraan juga merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan antara UKM dengan usaha besar,” ujarnya.

Beberapa manfaat yang diperoleh bagi UKM dan usaha besar dengan adanya kemitraan ini yaitu meningkatnya produktivitas, efesiensi, jaminan kuantitas, kualitas, kontinuitas, menurunkan resiko kerugian, memberikan sosial benefit yang cukup tinggi, dan meningkatkan ketahanan ekonomi secara nasional.

Sedangkan beberapa pra syarat dalam melakukan kemitraan usaha antara UKM dan Usaha Besar diantaranya adalah harus adanya komitmen yang kuat diantara pihak-pihak yang bermitra.

Kemitraan usaha memerlukan adanya kesiapan yang akan bermitra, terutama pada pihak UKM yang umumnya tingkat manajemen usaha dan penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang rendah agar mampu berperan sebagai mitra yang handal.

Pembenahan manajemen, peningkatan kualitas SDM, dan pemantapan organisasi usaha mutlak harus diserasikan dan diselaraskan sehingga kemitraan usaha dapat di jalankan memenuhi kaidah-kaidah yang semestinya.

Sementara itu, narasumber dari PT Buana Karya Bhakti Banjarmasin mengatakan kemitraan harus didasari atas kepercayaan dan komitmen yang kuat diantara kedua belah pihak.

Temu kemitraan KUMKM dengan Usaha Besar dihadiri pula Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan UM Tanbu diwakili Sekretaris Disnakertranskop dan UM Syamsuri, Kabid Koperasi Fahruraji, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah se-Tanbu. (Rel)

Dirjen PKTrans Kunjungi Kawasan Transmigrasi Nelayan

BATULICIN – Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PKTrans), Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) H Muhammad Nurdin didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Batola Muhammad Hasbi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (15/04/2019).

Kunjungan kerja sekaligus silaturahmi dengan para transmigrasi nelayan tersebut disambut Bupati Tanbu, H Sudian Noor dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnakertranskop dan UM) Tanah Bumbu, Avian Noor.

Bupati H Sudian Noor saat menerima Dirjen PKTrans menyambut gembira kunjungan kerja Dirjen bersama rombongan ke Kabupaten Tanah Bumbu.

Bupati berharap kunjungan kerja ini semakin mempererat silaturahmi kedua belah pihak, sehingga diharapkan memberikan dampak positif bagi perkembangan pembangunan di Kabupaten Tanah Bumbu.

IMG-20190415-WA0021

Terkait transmigrasi nelayan di Tanbu, Bupati menjelaskan banyak program yang digulirkan untuk mensejahterakan para trans nelayan Angsana.

“Baru-baru tadi, pemerintah daerah menyerahkan bus angkutan sekolah untuk antar jemput pelajar. Ini dilakukan guna mempermudah anak-anak trans nelayan menempuh dunia pendidikan,” sebut Bupati.

Bupati menambahkan, Desa Angsana merupakan desa wisata yang terus dikembangkan oleh pemerintah daerah.

Namun pengembangan tersebut tentunya pemerintah daerah tidak bisa bergerak sendirian dan membutuhkan perhatian semua pihak.

“Ada beberapa fasilitas yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat di Trans Nelayan dan Desa Wisata Angsana,” sebutnya, seraya mengatakan selain infrastruktur yang diperlukan adalah peningkatan SDM dan lainnya.

IMG-20190415-WA0017

Sementara itu, Ditjen PKTrans H Muhammad Nurdin mengatakan kunjungan ke Tanah Bumbu dalam rangka silaturahmi sekaligus melihat secara langsung perkembangan Trans Nelayan di Tanah Bumbu.

“Saya sudah berkeliling ke seluruh Indonesia untuk melihat UPT Nelayan, tetapi Trans Nelayan di Tanah Bumbu ini yang wilayahnya sangat startegis karena paling banyak potensi alamnya diantaranya potensi perikanan, pariwisata, dan perkebunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan,” sebutnya.

Terkait usulan trans nelayan Angsana yang menginginkan pembangunan masjid karena saat ini nelayan belum memiliki sarana ibadah yang memadai, ia mengatakan usulan tersebut sudah diterima oleh Ditjen PKTrans dan dalam waktu dekat akan terealisasi, karena saat ini sudah masuk pada tahapan lelang.

Kemudian untuk pembangunan sekolah SD juga akan segera direalisasikan.

Selain itu, permohonan pembangunan perkerasan jalan Trans Nelayan juga menjadi perhatian pemerintah pusat melalui Ditjen PKTrans.

“Beberapa usulan akan kami tampung, baik itu perkerasan jalan maupun Bronjong,” ujarnya. (Rel)

Tahun 2018, BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Bayarkan Klaim Rp 32,4 Milyar

BATULICIN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) Cabang Batulicin sepanjang tahun 2018 komitmen memenuhi kewajiban terhadap nasabah kepesertaannya.

Komitmen tersebut dibuktikan dengan membayarkan klaim jaminan kepada pesertanya sebesar Rp. 32,4 milyar dalam 3.552 kasus.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batulicin, Aris Priyo Wibowo menyebutkan pembayaran tersebut terdiri atas empat program, yaitu, Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian(JKM), dan Jaminan Pensiun (JP).

“Kami mengharapkan seluruh pekerja atau ahli waris penerima manfaat dapat terbantu hingga dapat mengurangi beban yang dialami setelah terjadinya risiko sosial tersebut seperti kecelakaan kerja maupun meninggal dunia dan lainnya,” ungkap Aris.

Menurutnya, siapapun tiada menebak kalau musibah menimpa hingga berdampak pada terhambatnya pekerjaan yang menjadi sumber mata pencaharian. Sebab hal demikian bisa saja terjadi hingga kapan saja dan dimana saja.

“Mudah-mudahan melalui program BPJS Ketenagakerjaan ini minimal dapat mencegah terjadinya kemiskinan baru akibat berkurangnya atau hilangnya penghasilan sehari-hari,” ucapnya.

Dia menambahkan ketenagakerjaan saat ini fokus memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja diberbagai profesinya, terutama pada pekerja bukan penerima upah atau informal, mulai dari petani, nelayan, pedagang, tukang ojek, dan lainnya. Termasuk tenaga kerja honorer yang bekerja di lingkungan pemerintah daerah.

Lanjutnya lagi, untuk di pedesaan, BPJS Ketenagakerjaan juga membuat desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan. Hal itu bertujuan agar seluruh pekerja formal dan masyarakat pekerja informal yang ada di desa termasuk kepala desa beserta perangkatnya dapat terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk tahun 2018, kami mengajukan Desa Mekar Jaya Kecamatan Angsana dan Desa Marga Mulya Kecamatan Sungai Loban sebagai perwakilan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kabupaten Tanah Bumbu dan Desa Mekar Jaya Kecamatan Angsana meraih penghargaan Desa Coverage terbaik dan menjadi salah satu dari 6 desa terbaik seluruh Indonesia,” jelasnya.

Berdasarkan catatan BPJS Ketenagakerjaan cabang Tanah Bumbu total pembayaran klaim sebesar Rp. 32,467,595,867.79 dengan total kasus 3.552 tersebut terdiri dari, Jaminan Hari Tua dengan kasus 2.472 dengan santunan sebesar Rp. 25,787,995,930.00, Jaminan kematian dengan kasus 105 dengan santunan sebesar Rp. 2,712,000,000.00. (termasuk 14 tenaga honorer yang terdaftar).

Kemudian, Jaminan Pensiun dengan kasus 607 dengan santunan sebesar Rp. 501,375,841.00 dan Jaminan kecelakaan kerja dengan jumlah kasus 368 dengan santunan sebesar Rp.3,466,224,096.00.

Aris menambahkan, untuk jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan 2018 yaitu Badan Usaha/Perusahaan sebanyak 975 perusahaan, tenaga kerja aktif sebanyak 68.217 tenaga kerja, Penerima upah sebanyak 58.778 tenaga kerja, bukan penerima upah sebanyak 3.689 tenaga kerja, dan jasa kontruksi sebanyak 5. 750 tenaga kerja.

Dalam memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan juga bekerjasama dengan agen perisai sehingga diharapkan masyarakat khususnya pekerja informal mengerti manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan. (rel)