19 Tahun Kabupaten Tanah Bumbu

Bagikan

BATULICIN – Hari ini, Jum’at 8 April 2022, Kabupaten Tanah Bumbu memperingati Hari Jadi ke-19. Kali ini, Tema yang diusung dalam Hari Jadi ke-19 Kabupaten Tanah Bumbu yaitu “Mewujudkan Tanah Bumbu Serambi Madinah dengan meningkatkan sumber daya manusia yang produktif, cinta Quran dan berakhlak mulia”.

Dibawah kepemimpinan Bupati Abah HM. Zairullah Azhar dan Wakil Bupati H. Muh. Rusli, Kabupaten Tanah Bumbu terus bergeliat memacu pembangunan di Bumi Bersujud (Bersih, Syukur, Jujur, dan Damai). Dalam beberapa kesempatan Bupati Abah HM. Zairullah Azhar menyampaikan setidaknya ada ada 4 (Empat) program prioritas pembangunan yang dilaksanakan yakni peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), Infrastruktur, Pertumbuhan Ekonomi, dan Penguatan Pemerintahan.

Peningkatan Sumber Daya Manusia
SDM menjadi perhatian serius Bupati Abah HM. Zairullah Azhar. Dari kunjungan ke desa-desa, sebut Zairullah, ada banyak persoalan mendasar dimasyarakat. Salah satunya adalah SDM. Adapun upaya yang dilakukan untuk meningkatkan SDM yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya yang dilakukan yakni pemerataan layanan kesehatan masyarakat mulai dari menyediakan pelayanan kesehatan dan penyediaan sarana dan prasarana lainnya serta SDM bidang kesehatan. Dari data Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, hingga tahun 2022 jumlah fasilitas kesehatan meliputi 2 Rumah Sakit Umum, 5 Puskesmas Rawat Inap, 9 Puskesmas Non Rawat Inap, 14 Puskesmas Keliling, 250 posyandu, 1 Bank Darah Rumah Sakit, 1 Unit Transfusi Darah, dan 1 Laboratorium Kesehatan.

SDM juga berkaitan dengan pendidikan. Sektor pendidikan menjadi fokus utama pembangunan Abah Bupati HM. Zairullah Azhar. Langkah pertama yang dilakukan yaitu merenovasi dan menambah ruang kelas baru (RKB) dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten Tanah Bumbu. Sepanjang tahun 2021, ada penambahan 28 Ruang Kelas Baru. Kemudian Rehab Ruang Kelas sebanyak 91 dengan rincian, 2 PAUD , 45 SD, dan 44 SMP. Pada tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pendidikan memberikan bantuan operasional pendidikan (BOP) atau BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) yang bersumber dari dana APBD Tanah Bumbu.

Sementara itu hingga tahun 2022 ini, dari data Dinas Pendidikan Tanah Bumbu jumlah PAUD sebanyak 304 PAUD, terdiri dari 3 Tempat Penitipan Anak (TPA), 90 Kelompok Bermain, 196 TK Swasta, dan 15 TK Negeri. Sekolah Dasar di Tanah Bumbu berjumlah 194 SD. Dengan rincian 175 Sekolah Negeri, dan 19 Sekolah Swasta. Sedangkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) total 61 sekolah. 52 Sekolah Negeri, dan 9 Sekolah Swasta. Ditambah pula, Raudhatul Anfal (RA) sebanyak 6. Kemudian Madrasyah Ibtidaiyah sebanyak 16, terdiri dari 1 negeri, 15 swasta. Sedangkan MTs total 25, rinciannya 3 negeri dan 22 swasta.

Pembangunan Infrastruktur
Bupati Abah HM. Zairullah Azhar, dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa kembalinya ia ke Tanah Bumbu setelah menjadi Anggota DPR RI yakni ingin mengembalikan kejayaan Tanah Bumbu dimasa lalu saat dirinya menjadi Bupati kala itu. Dimana saat itu telah terjadi pertumbuhan ekonomi yang pesat, bahkan Tanah Bumbu menjadi Kabupaten Terbaik se-Indonesia.

Kembalinya ke Tanah Bumbu, Abah Zairullah dihadapkan dengan persoalan besar. Salah satunya yakni infrastuktur jalan. Pembangunan infrastruktur Ini penting dilakukan mengingat masih ada infrastruktur jalan yang belum terselesaikan, bahkan masih banyak infrastruktur lain yang harus dituntaskan. Menurut Abah HM. Zairullah Azhar, Infrastruktur ini penting untuk dilakukan karena infrastruktur berkolerasi dengan pertumbuhan ekonomi.

Secara perlahan, di kepemimpinan Bupati Abah HM. Zairullah Azhar, infrastruktur jalan mulai dibenahi. Tercatat dari total 1.586,12 km jalan Kabupaten, terdapat 51,9 persen berkondisi baik, dan masih terdapat 48,1 persen jalan dalam kondisi sedang hingga rusak berat. Kemudian sebesar 38 persen jalan Kabupaten di Tanah Bumbu telah beraspal, sisanya beton 6 persen, tanah kerikil 49 persen, dan tanah 7 persen. Sedangkan Jembatan yang terbangun hingga tahun 2021 sebanyak 548 dengan rincian kondisi baik 476, sedang 25, rusak ringan 45.

Pembangunan Ekonomi
Kabupaten Tanah Bumbu kaya dengan sumber daya alam (SDA). Saat ini yang menjadi fokus utama yakni meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis pertanian dan perikanan. Pada sektor pertanian, pemerintah daerah menyiapkan 100 ribu hektar lebih lahan persawahan baru. Langkah strategis lainnya, yaitu menjalin kerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) dalam upaya peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Tanah Bumbu. Kerjasama meliputi penelitian dan pengembangan inovasi teknologi pertanian pengelolaan sistem pertanian lahan rawa berbasis kearifan lokal dan teknologi tepat guna spesifik lokasi serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani.

Pada sektor perikanan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu tengah bersiap menjadi lumbung ikan dan udang bagi IKN. Saat ini, Dinas Perikanan gencar melakukan pembinaan untuk pembentukan kampung-kampung budidaya perikanan dan Desa Wisata dengan mengangkat kearifan lokal.

Langkah nyata yang dilakukan yakni menggandeng Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka membangun SDM dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan.

Tidak hanya itu pada tahun 2021, pemerintah daerah juga mengucurkan berbagai bantuan seperti penyaluran ratusan ribu bibit benih ikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di 10 kecamatan dengan total penerima bantuan sebanyak 35 KUB.

Selain itu, juga disalurkan bantuan sarana dan prasarana perikanan bersumber dari APBD 2/DAK kepada Sembilan Pokdakan di Enam Kecamatan. Bantuan tersebut berupa pengadaan sarana dan prasarana budidaya ikan air tawar bantuan rehabilitasi tambak atau tanggul, bantuan rehabilitasi saluran irigasi tambak, bantuan peningkatan jalan usaha produksi tambak, dan bibit air payau nener.

Pembangunan sektor kelautan dan perikanan ditekankan kepada peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi dengan pengelolaan sumber daya alam yang berdaya saing, berkelanjutan, dan sekaligus memelihara daya dukungnya.

Selain itu, juga disalurkan bantuan hibah kepada 18 KUB. bantuan berupa Trammel Net, Gill Net, Fish Finder, Twine, Mesh, Depth, Length, dan Triple Knot. Selanjutnya bantuan papan seruan untuk Pokmaswas yang merupakan sekelompok masyarakat yang peduli terhadap kelestarian sumberdaya perikanan. Di Kabupaten Tanah Bumbu pada Tahun 2021 tercatat terdapat 15 (Lima belas) Pokmaswas yang aktif.

Berbagai bantuan yang disalurkan tersebut berdampak pula pada produksi perikanan. Tercatat pada tahun 2021 produksi perikanan meningkat dari tahun sebelumnya yakni target sebesar 51.607,45 ton dibanding tahun 2020 sebesar 50.928,91 ton. Produksi perikanan tangkap juga mengalami peningkatan dari tahun 2020 sebanyak 45.284,03 ton menjadi 45.825,89 ton di tahun 2021. Kemudian perikanan Budidaya, juga mengalami peningkatan produksi dari 5.644,88 ton pada tahun 2020 menjadi 5.781,56 ton pada tahun 2021.

Ditahun 2022 ini Dinas Perikanan kembali akan menyalurkan bantuan perikanan tangkap kepada 12 KUB di 5 Kecamatan. Bantuan tersebut berupa Mesin Kapal 13 dan 26 PK, Rempa, dan Fish Finder. Bantuan perikanan budidaya kepada 47 KUB yang tersebar di 11 Kecamatan, meliputi bantuan bibit rumput laut, kolam bioflok, bibit ikan air tawar, bantuan sarana dan prasarana budidaya system polikultur (udang, bandeng, rumput laut), dan percontohan budidaya udang galah dalam kolam terpal yang bersumber dari APBD II dan DAK.

Guna mendukung terwujudnya swasembada pertanian dan perikanan tersebut, pemerintah kabupaten tanah bumbu saat ini sedang merencanakan pembangunan bendungan di Sungai Kusan.

Pembangunan Bendungan Kusan diproyeksikan akan menjadi pusat irigasi dan sumber air cadangan. Selain itu, juga bisa menghasilkan energi listrik sebesar 110 Megawatt yang bisa digunakan sebagai kebutuhan listrik untuk wilayah kabupaten Tanah Bumbu dan kabupaten sekitar. Dampak positif lainnya yakni teratasinya permasalahan bencana banjir yang kadang melanda Tanah Bumbu.

Sejauh ini, bendungan kusan sudah dibuat Feasibility Study, Detail Desain (DD) Bendungan Tahap 1, DD Lanjutan Sidang Pleno Komisi Keamanan Bendungan, AMDAL, Penyusunan LARAP, dan PIPPIB Dirjen Plano Kehutanan dan Tata Lingkungan.

Pembangunan Infrastruktur
Siapapun pemimpin di Tanah Bumbu ini, baik Bupati, Wakil Bupati, Pejabat Pemerintahan, Kepala Desa, bahkan sampai RT pada prinsipnya adalah Pemimpinan itu bukan penguasa, tetapi pemimpin adalah pelayanan masyarakat.

Dalam kontek tatakelola pemerintahan, Bupati Abah HM. Zairullah Azhar mengedepankan pemerintahan yang melayani, sederhana, dan akuntabel. Hal itu dibuktikan dengan nilai akuntabilitas kinerja pemerintah kabupaten tanah bumbu pada tahun 2021 meraih predikat B. Kemudian laporan keuangan daerah berdasarkan hasil audit LKPD Tahun Anggaran 2020 mendapat predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), predikat ini merupakan kedelapan kalinya diperoleh Kabupaten Tanah Bumbu secara berturut-turut.

Selanjutnya, pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan kemandirian desa. Dimana sasaran meningkatnya kemandirian desa di ukur dengan indicator Indek Desa Membangun (IDM). Pada tahun 2021, IDM terealisasi pada angka 0,7010 pada kategori berkembang, dengan komposisi desa mandiri sebanyak 11 Desa, Desa Kategori maju sebanyak 37 desa, dan desa berkembang sebanyak 91 desa serta desa tertinggal sebanyak 5 desa.

Sentuhan religi sangat kental pada pemerintahan Bupati Abah HM. Zairullah Azhar, setiap pagi sebelum melaksanakan aktivitas kerja di perkantoran digelar Sholat Dhuha berjamaah, zikir, dan shalawat. Hal itu dilakukan sebagai mana Motto Kabupaten Tanah Bumbu yakni Bersujud, yang artinya Bersih, Syukur, Jujur, dan Damai menuju Serambi Madinah. Menurut Bupati Abah HM. Zairullah Azhar, Serambi Madinah merupakan satu-satunya daerah di Dunia yang aman, damai, dan tentram.

Guna menciptakan sumberdaya manusia yang cerdas, religious, serta berakhlak mulia, di Tanah Bumbu juga terus dibangun rumah-rumah tahfiz diseluruh desa.

Dalam rangka meningkatkan SDM pemerintah daerah memberikan peluang kepada semua perangkat desa khususnya para sekretaris desa untuk meningkatkan jenjang pendidikanya minimal S1. Program kedepan, sebut Bupati Abah Zairullah Azhar pihaknya juga akan menaikan insentif Ketua RT yang semula ratusan ribu saja menjadi Rp. 1 Juta. Selain itu, Non ASN juga diupayakan diangkat harkat dan derajat mereka untuk bisa diangkat menjadi Pegawai Daerah, sehingga mendorong motivasi mereka untuk bekerja dalam membangun daerah.

Tantangan Pandemi
Setahun memimpin, Abah Zairullah – Rusli berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Petumbuhan Ekonomi di Bumi Bersujud. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IPM Tanah Bumbu tertinggi di Kalimantan Selatan yakni 71,00 pada tahun 2021. Dan menjadikan Tanah Bumbu berada pada posisi ke-Empat diantara Kabupaten/Kota se-Kalsel dan posisi ke-Dua tertinggi antar Kabupaten se-Kalsel. Kemudian, angka Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2021 yakni 4,21 persen dan menjadikan Tanah Bumbu berada pada peringkat pertama dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga berhasil menangani Covid-19. Buktinya, Tanah Bumbu merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Kalimantan Selatan berstatus Level 1. Atas prestasi tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan memberikan 2 penghargaan sekaligus kepada Bupati Tanah Bumbu Abah HM. Zairullah Azhar. Yakni, cakupan vaksinasi diatas 60 persen dan vaksinasi lanjut usia (lansia) diatas 40 persen, dan penghargaan pengendalian penyebaran covid-19 dengan capaian PPKM Level 1 di Provinsi Kalimantan Selatan.

Selama satu tahun memimpin di Bumi Bersujud, berikut ini adalah sebagian prestasi yang diraih Tanah Bumbu bersama Abah HM Zairullah Azhar dan H. Muh. Rusli.

  1. Meraih predikat opini WTP dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI selama 8 kali berturut-turut.
  2. Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia,
  3. Penghargaan Terbaik 1 Penyaluran Dana Desa se Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.
  4. Penghargaan terbaik peningkatan kualitas keluarga kategori madya dari Pemprov Kalsel.
  5. Juara 1 Kelompok Asman Toga pada Penilaian Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisional Melalui Pemanfaatan Toga dan Akupresur tingkat Provinsi Kalsel, kategori Pedesaan.
  6. Juara 2 Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat Tingkat Provinsi Kalsel.
  7. Juara 3 Lomba Desa/Kelurahan Ber-PHBS pada level provinsi Tingkat Kalsel.
  8. Desa Ringkit Juara 2 Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Kalsel.

No Responses

Comments are closed.