Wisata Kuliner Malam Batulicin

z

Siapa tak kenal dengan Angkringan Jogja

sangat akrab dikenal masyarakat, terutama di Jawa. Umumnya Angkringan berupa warung tenda sederhana dengan waktu operasi mulai sore hingga dini hari.
Menu paling digemari dari warung yang kerap dianggap warung wong cilik ini tentu saja adalah Nasi Kucing (yang dalam bahasa Jawa disebut Sego Kucing). Biasanya lauk pauk seperti tempe sambal kering, teri goreng, sate telur puyuh, sate usus, sate ceker, dan ikan bandeng menjadi menu tambahan. Sedangkan untuk minuman, umumnya menjual wedang jahe, susu jahe, teh manis, air jeruk dan kopi.

Dari Jogjakarta, Angkringan semakin mewabah dan menular hingga ke Jakarta dan Kalimantan khususnya di Batulicin. Tampaknya, selain unsur romantisme, warung sederhana ini juga jadi alternatif tempat nongkrong saat malam, apalagi harga makanannya relatif murah. Yakni untuk aneka sate, baceman dan minuman Rp 1.000 s/d Rp 5.000, dan untuk harga sego kucing yakni Rp 2.500

Kata Angkring atau nangkring yang dalam bahasa Jawa mempunyai arti duduk santai. Angkringan memang sejatinya milik masyarakat kecil, atau wong cilik. Dan demikianlah awal-mula munculnya Angkringan, dari arus bawah yang juga ditujukan pada orang-orang rendahan.

Angkringan di Batulicin dibawa oleh seorang pendatang dari Sleman, Jogjakarta bernama Ngadiman, yang biasanya di panggil Lek Man pada tahun 2015 akhir. Berada di Jalan Plajau km 3,5, Sebelah Kolam Renang Tasasu. Angkringan yang buka mulai pukul 16.00 sore hingga 03.00 dini hari, juga menjadi tempat favorit anak motoratau geng motor.

Pasalnya dengan harga Rp 10.000 sudah kenyang, tutur Anton salah satu pelanggan setia yang berasal dari Barabai, “ Ben Nang Batulicin aku Mesti Mampir Rene” yang artinya Tiap kunjungan kerja ke Batulicin selalu menyempatkan diri mampir kesini.
Seiring bergulirnya waktu, lambat laun bisnis ini mendapat hati di masyarakat sekitar. Angkringan Lek Man pun menjadi yang dikenal di Batulicin, bahkan di luar Batulicin.

Lek Man menambahkan, rahasia Angkringannya ramai selain kualitas rasa dan kebersihan makanan dijaga dengan baik, harga murah dan pelayanan yang ramah kepada pengunjung adalah kunci angkringan nya terus berkembang, tuturnya.

TYAS/ 30/01/2016/EDITOR/JAYADI

 


 

 

-

Subscribe

No Responses

Leave a Reply

Translate »