Wabup H Ready Kambo Pimpin Rakor Evaluasi Karhutla

7R0A8842

BATULICIN – Wakil Bupati (Wabup) Tanah Bumbu, H Ready Kambo, memimpin rapat kordinasi dan evaluasi penanganan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tanah Bumbu, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati di Gunung Tinggi Batulicin, Kamis (26/09/2019).

Rapat Koordinasi Evaluasi Karhutla di ikuti Staf Ahli Bupati, Kodim 1022 Tanbu, Polres Tanbu, SKPD terkait lingkup Pemkab Tanbu, Camat, Perusahaan dan lainnya.

Wabup H Ready Kambo saat membuka Rakor Evaluasi Karhutla berharap kedepanya tidak terjadi lagi Karhutla yang mengakibatkan kabut asap di Tanbu.

“Diharapkan rapat ini mampu menghasilkan rumusan terbaik dan kesepahaman dalam penyusunan perencanaan penanggulangan bencana agar kita mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mengambil tindakan pencegahan dan mitigasi bencana,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Eryanto Rais mengatakan maksud dan tujuan dilaksanakanya rakor evaluasi karhutla untuk menyamakan pemahaman dan langkah kerja juga sebagai evaluasi dalam upaya penanganan dan pengendalian karhutla yang hampir memasuki bulan ketiga.

“Rapat ini juga untuk meminta masukan dan saran kepada semua pihak terkait kondisi terkini dan upaya selanjutnya yang dilakukan untuk penanganan dan pengendalian karhutla di Tanbu. Termasuk didalamnya melibatkan pihak Kecamatan dan Pemerintah Desa,” sebut Eryanto.

Ia mengakui, ada beberapa permasalahan yang dihadapi terkait pemadaman karhutla di Tanbu. Diantaranya luasnya wilayah Tanah Bumbu sehingga menyulitkan pihak yang terlibat dalam penanganan dan pengendalian karhutla menjangkau titik lokasi yang terbakar. Ditambah pula wilayah yang dilalui tidak bisa ditembus dengan mobil.

Permasalahan lainya yaitu tidak adanya sumber air untuk melakukan pemadaman karena disaat bersamaan terjadi kekeringan akibat musim kemarau.

“Kendala yang dihadapi pada pemadaman karhutla diantaranya lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, karakteristik lahan gambut yang sulit dipadamkan, luasnya lahan yang terbakar, alat pemadam atau perlengkapan yang terbatas, terbatasnya sumber air dilapangan, cuaca yang panas dan tiupan angin yang kencang, tidak adanya awan cumulonimbus atau awan hujan, tingkat kesadaran atau prilaku masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya.

Beberapa upaya juga telah dilakukan dalam rangka pengendalian karhutla di Tanbu seperti pembentukan posko siaga secara terpadu, patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta menyiapkan regu dan peralatan pemadam kebakaran.

“Upaya yang sudah dilakukan diantaranya penetapan status keadaan siaga darurat bencana asap akibat karhutla melalui SK Bupati, membentuk satuan tugas darurat bencana asap akibat karhutla melalui SK Bupati, sosialisasi pencegahan kebakaran secara terpadu diwilayah kecamatan rawan karhutla, kampanye pencegahan karhutla melalui media massa, pemantauan hotspot harian, menghimbau kepada perusahaan pemegang perijinan untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dan membantu pemadaman apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, patroli darat pada wilayah rawan karhutla secara mandiri dan bersama tim lainnya serta mengaktifkan posko terpadu,” ujar Eryanto.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian karhutla sangat tergantung dari peran serta dan komitmen semua pihak baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta. Dengan terkendalinya karhutla maka permasalahan asap yang selalu terjadi pada musim kemarau akan dapat teratasi.

Dari data rekapitulasi kejadian Karhutla di Tanah Bumbu sampai saat ini sebanyak 165 kasus yang tersebar di 47 Desa di 8 Kecamatan se-Tanbu. Adapun total luas lahan yaitu 629,95 Ha. (Rel)

Like

Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

No Responses

Comments are closed.

error: Content is protected !!