Upaya Pemkab Tanbu Atasi Masalah Stunting

IMG-20190624-WA0000

BATULICIN – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menjadikan penanganan stunting sebagai prioritas selain penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Imunisasi Berkualitas, dan Penanganan TB Paru.

Dalam rangka mendukung program prioritas penanganan stunting tersebut berbagai upaya juga telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu).

“Untuk penanganan stunting di Tanbu sudah dilakukan sampai Aksi ke 4 (Empat) dari 20 (Dua Puluh) Aksi,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Tanbu, HM Damrah saat menjadi Pembina Apel pada Apel Gabungan, Senin (24/06/2019) di Halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu.

Aksi yang sudah dilakukan tersebut yaitu Aksi Satu Analisa Situasi, Aksi Dua Rencana Kegiatan, Aksi Tiga Rembuk Stunting, dan Aksi Empat Peraturan Kewenangan Desa tentang Penanganan Stunting.

Menurut HM Damrah, untuk analisis situasi dari penanganan stunting di Tanbu masih tinggi. Dari 20 indikator spesifik dan sensitif dikali 149 Desa ada 2.980 indikator. Maka dilihat dari seluruh indikator tersebut masih banyak yang perlu ditangani bersama.

“Kalau indikator 1 sampai 11 itu ada di spesifik dinas kesehatan. Sedangkan yang sensitif ada dilintas sektor misalnya Bina Keluarga Balita (BKB), sanitasi dan air bersih, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pangan lestari, PKH, jaminan kesehatan, dan lainya,” ujarnya.

IMG-20190624-WA0001

Untuk Rencana Kegiatan, sebutnya, SKPD terkait juga sudah merencanakan kegiatan penanganan stunting tahun 2020.

“Penanganan stunting juga harus kita lakukan secara Terstruktur Sistemis dan Masif (TSM),” kata HM Damrah.

Misalnya, TSM yang dimaksud yaitu jika di Kabupaten ada SK Bupati tentang Penanggulangan Stunting maka di Kecamatan juga harus ada SK Tim Penanganan Stunting, begitu pula di tingkat Desa yang ada Tim Koordinasi Penanganan Stunting.

Disamping itu, semua SKPD juga harus terlibat dan mendukung penanganan stunting ini.

“Seluruh masyarakat desa harus paham tentang pentingnya penanganan stunting tersebut, seperti pengetahuan 1000 hari pertama kehidupan,” ungkapnya.

Di saat yang bersamaan juga sedang dilangsungkan Workshop Membangun Komitmen Daerah dan Kelembagaan dalam upaya penanganan stunting di daerah oleh Kementerian Dalam Negeri di Medan, Sumatera Utara.

Kabupaten Tanah Bumbu diwakili oleh Sekretaris Daerah H Rooswandi Salem dalam kegiatan yang dilaksanakan dari 24 sampai 27 Juni 2019 tersebut. (Rel)

Like

Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

1

No Responses

Comments are closed.