Temukan Pelanggaran, Dinkes Tanbu Cabut Izin Apotek

04

BATULICIN – Bertepatan dengan Hari Apoteker Sedunia, Senin (25/09), Seksi Farmasi Dinas Kesehatan Tanah Bumbu kembali melanjutkan aksi sidak terhadap Apotek dan toko obat.

Menggandeng pihak Kepolisian Sektor Satui, pihaknya melaksanakan sidak di beberapa Apotek, toko obat, dan klinik yang ada di wilayah kerja Kecamatan Satui.

Mengejutkan, dalam sidak kali ini, Kepala Seksi Farmasi Dinkes Tanah Bumbu Vonny Rosalina, S.Farm, Apt bersama staf dan anggota Polsek Satui mendapati beberapa temuan yang langsung ditindaklanjuti.

Dalam Sidak tersebut, Tim dari Seksi Farmasi menggunakan metode khusus yang sulit di antisipasi oleh pihak-pihak yang melakukan kecurangan dalam mengelola apotek. Kehadiran personil kepolisian dari Polsek Satui juga turut mempermudah pelaksanaan sidak.

Fakta-fakta dan temuan di lapangan yang berhasil dihimpun dalam sidak Apotek, Klinik, dan toko obat diantaranya, banyaknya keluhan masyarakat mengenai harga obat di tiga apotek yang menjual dengan harga sangat mahal / tidak wajar dan selalu jauh lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang biasa terdapat dalam kemasan obat.

 

Adapun ketiga apotek itu dimiliki oleh satu orang pengusaha berinisial ‘B’. Dalam sidak kali ini Tim Farmasi Dinkes Tanah Bumbu juga menemukan fakta yang sesuai dengan laporan dan keluhan masyarakat tersebut. Lebih parah lagi ternyata apotek dan klinik tidak memperpanjang izin usahanya dan tidak memiliki Asisten Apoteker sebagai syarat utama dalam perizinan Apotek sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Pada saat sidak kesalah satu dari tiga apotek itu, juga ditemukan krim racikan yang tidak memiliki izin serta dikerjakan bukan oleh tenaga Apoteker atau Dokter tetapi oleh perawat yang bekerja di tempat tersebut.

Terakhir saat mengunjungi salah satu toko obat, juga menemukan adanya praktik toko obat yang menjual obat KB suntik dan pil yang mana merupakan pelanggaran aturan atas izin toko obat yang tidak memperbolehkan menjual produk tersebut.

Dari kunjungannya ke Kecamatan Satui tersebut, Pihaknya melakukan pencabutan izin kepada 2 (dua) apotik, satu klinik swasta dan satu toko obat. Hasil temuan juga langsung dilaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor Satui sehingga pencabutan izin dapat dipatuhi oleh pemilik tempat usaha apotik dan klinik serta toko obat tersebut.

Menerima laporan jajarannya di Seksi Farmasi, Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, Dr. HM. Damrah, S.Sos., M.si., menyampaikan apresiasinya.

“Terimakasih atas kinerja ibu Vonny dan staf serta pihak Polsek Satui, dengan kegiatan sidak semacam ini, Dinas Kesehatan sebagai leading sektor bidang kesehatan di Tanah Bumbu diharapkan mampu menjaga ketertiban pelayanan kesehatan bidang kefarmasian bagi masyarakat Bumi Bersujud serta menjamin keamanan dan kenyamanannya,” Ucapnya.

Ditambahkannya, bahwa pihaknya tidak main-main dalam melaksanakan sidak ini, selain memantau apotik dan toko obat secara administrasi, Dinas Kesehatan juga bersama kepolisian terus mengawasi dan menyelidiki peredaran obat-obatan yang marak disalahgunakan seperti saat ini dan akan menindak tegas pelakunya. Sidak juga dilaksanakan menindaklanjuti keprihatinan Bapak Bupati Tanah Bumbu, Mardani H. Maming yang sering mengingatkan akan bahayanya narkoba bagi generasi di Bumi Bersujud. (vr/dinkes tanbu)

-

Subscribe

No Responses

Leave a Reply

Translate »