Tanah Bumbu Menjadi Tuan Rumah Gerakan Nasional Aksi Tanam Mangrove

IMG-20190311-WA0010

BATULICIN – Gerakan Nasional aksi tanam Mangrove yang digagas oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo melalui Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja digelar secara serentak di 9 Provinsi.

Dan untuk Provinsi Kalimantan Selatan kegiatan dipusatkan di Kabupaten Tanah Bumbu (Kab. Tanbu)pada Senin, (11/03/2019).

Kegiatan bertajuk Perempuan Peduli Mangrove, Biopori dan Kampung Hijrah tersebut menjadi istemewa, karena dihadiri tamu dari pusat, yakni Ibu Kapolri Tri Suswati Tito Karnavian dan Ibu Wamen Luar Negeri Yasmin AM. Fachir, yang turut serta melaksanakan tanam mangrove dan bersih-bersih Pantai.

Hadir pula, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Selatan beserta istri, Bupati Tanah Bumbu, Unsur Forkopimda Kab. Tanbu, Jajaran Pejabat Pemkab Tanbu, Ketua TP PKK, Ketua Bhayangkari, Ketua Persit Kartika Chandrakirana dan GOW Kabupaten Tanah Bumbu.

Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Bumbu, Hj Sadariah dalam sambutanya menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada tim OASE KK atas terlaksananya kegiatan aksi tanam mangrove di Kab. Tanbu.

Karena menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama sebagai komitmen gerakan perempuan Indonesia untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, terutama hutan pantai yang banyak terdapat di Kab Tanbu.

“Semoga kegiatan ini mampu menginspirasi seluruh masyarakat Tanbu untuk bersama-sama menjaga dan memelihara keberlangsungan hidup kita bersama,” ujarnya.

IMG-20190311-WA0024

Sementara itu, Ibu Negara, Iriana Joko Widodo dalam sambutanya yang disampaikan oleh Tri Suswati Tito Karnavian, mengatakan gerakan tanam mangrove seretak, beranjak dari keprihatinan atas kondisi ekosistem mangrove di Indonesia dan memerlukan perhatian serta uluran tangan semua pihak, baik dari pemerintah, TNI-Polri, BUMN dan kaum perempuan.

Dari data Internasional, Indonesia memiliki ekosistem mangrove lebih dari 23% total luas mangrove dunia dan ekosistem mangrove mempunyai peran sangat penting dalam upaya-upaya pengendalian perubahan iklim dan mitigasi bencana.

Dan kondisi saat ini luas hutan mangrove kita yang rusak telah mencapai 1,81 juta hektar dari total 3,48 juta hektar di mana kerusakan mangrove tersebut berdampak pada hilangnya kemampuan menyerap 190 juta ton CO2 tiap tahunnya.

“Kerusakan mangrove juga berdampak pada meningkatnya kerentanan terhadap abrasi serta bencana gelombang laut atau tsunami,” jelasnya.

Menurutnya, tujuan gerakan aksi tanam mangrove adalah untuk menyelamatkan ekosistem hutan mangrove yang sangat sangat bermanfaat bagi lingkungan kehidupan manusia. Manfaat mangrove tersebut meliputi, pencegahan bencana abrasi, intrusi air laut, sarana penelitian dan pendidikan, penyimpan karbon, wisata alam, tempat pemijahan aneka biota laut dan pelindungan garis pantai dari tsunami.

IMG-20190311-WA0008

Pada kesempatan itu, atas nama pengurus OASE KK, Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan tersebut.

Tak lupa pula Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkembangkan kesadaran untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove dan hutan pantai serta memulihkan ekosistem mangrove yang kondisinya rusak melalui upaya rehabilitasi.

“Terimaksih kepada semua pihak yang telah membantu, dan semoga mangrove yang kita tanam hari ini di Kab. Tanbu dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kita semua,” tutupnya.

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan OASE KK di Kab. Tanbu meliputi, gerakan bersih-bersih pantai di Pantai Pagatan dan gerakan Aksi Tanam Mangrove di kawasan Pelabuhan ASDP kelurahan Batulicin, Kecamatan Batulicin, Kab Tanbu.

Dalam kegiatan tanam manrove tersebut, melibatkan personil dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, TNI-Polri dan ASN Tanbu, untuk menanam 3000 batang bibit mangrove yang telah disediakan bantuan dari PT Enam Sembilan. (Ynr)

Like

Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

1

No Responses

Comments are closed.