Pokja Kampung KB Gelar Pertemuan Tingkat Kabupaten

DSC00872

BATULICIN – Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Tanah Bumbu gelar pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB tingkat kabupaten di Batulicin, Selasa (01/12/2020).

Pertemuan ini menghadirkan seluruh pokja Kampung KB di tingkat kabupaten, TP PKK Tanbu, para camat dan pokja di tingkat kecamatan, serta para kepala desa Kampung KB dari seluruh wilayah Bumi Bersujud.

Mewakili panitia pelaksana, M Yamin mengucapkan terima kasih atas kesediaan seluruh tamu undangan yang berkenan hadir dalam pertemuan itu.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang telah membantu hingga berjalannya program Kampung KB di Kabupaten Tanah Bumbu dengan baik.

Kemudian Kepala DKBP3A, Narni mengatakan kegiatan ini dalam rangka evaluasi serta membahas langkah strategis yang harus dilakukan dalam percepatan pembangunan Kampung KB, baik secara sosial maupun infrastruktur.

Juga guna meningkatkan peran serta masyarakat, para stakeholder dan forum masyarakat Kampung KB dalam memberikan penyuluhan, informasi dan berbagai program KB.

Narni juga menyampaikan berbagai program yang telah dilakukan dinasnya yang berkaitan dengan Kampung KB, seperti orientasi kader KB, pertemuan pokja KB dan musyawarah di tingkat desa, lokakarya tingkat desa, penyediaan alat komunikasi indormasi dan edukasi, dan berbagai kegiatan lainnya.

Selain DKBP3A lanjutnya, ada juga beberapa SKPD yang langsung memberikan pembinaan ke Kampung KB sesuai dengan pembidangannya masing-masing.

DSC00874

Sementara itu, Bupati Tanbu H Sudian Noor dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Hj Mariani menyampaikan, program kependudukan terytama pengendalian jumlah penduduk merupakan hal yang sangat penting ditinjau dari berbagai sudut pandang.

Dari segi kesejahteraan rakyat misalnya, pertumbuhan ekonomi yang dicapai sulit memberi dampak positif apabila pertumbuhan penduduk tidak terkendali.

Lalu dari aspek sosial, kesehatan dan pendidikan, jumlah penduduk juga akan berpengaruh pada wilayah pemukiman, lapangan kerja, pemenuhan gizi, hingga keamanan dan juga berbagai permasalan lain.

Selain itu, kuantitas dan kualitas penduduk juga harus menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat sendiri, agar tidak terjadi ledakan pertymbuhan penduduk di masa akan datang.

Bupati mengingatkan, jumlah penduduk yang besar dan berkualitas akan menjadi modal pembangunan, namun apabila jumlahnya besar tapi kualitasnya kurang, malah bisa menjadi beban pembangunan.

Karena itulah lanjutnya, Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis guna mewujudkan keluarga berkualitas melalui berbagai program yang dilaksanakannya di tingkat desa.

“Kami berharap, melalui pertemuan ini Kelompok Kerja Kampung KB dapat mengevaluasi program kerjanya, saling bahu membahu, bekerjasama dan memberikan dukungan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui Kampung KB,” tutupnya. (Rel)

Like

Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

No Responses

Comments are closed.