Perusahaan Siap Tampung Rumput Laut Nelayan

IMG-20180811-WA0004

BATULICIN – Prospek budidaya rumput sangat menjanjikan. Sebab, saat ini di Kabupaten Tanah Bumbu telah terdapat pabrik pengolahan rumput laut PT Batulicin Algae Persada (BAP) sehingga pembudidaya tidak perlu khawatir terkait pemasarannya.

PT BAP sendiri bersedia membeli hasil panen dari budidaya rumput laut nelayan.

Manager Produksi PT BAP, Anita, menyampaikan bahwa kapasitas pabrik maksimal adalah 300 ton/bulan.
IMG-20180811-WA0003

Sementara ini, Sebut Anita, PT BAP menerima bahan baku dari luar daerah yaitu dari NTT dan Sulawesi. Sementara untuk wilayah Tanbu baru berasal dari Muara Pagatan, itu pun baru sekitar 1 ton/bulan.

Rendahnya produksi rumput laut di Tanah Bumbu saat ini disebabkan hasil panen nelayan juga dipergunakan sebagai bahan baku pengembangan bibit rumput laut.

Anita mengatakan, untuk rumput laut yang diterima oleh PT BAP kadar airnya harus 38%, dengan ciri seperti muncul kristal garam dan tidak terasa basah ditangan.

Keberadaan PT BAP dan kebutuhan rumput laut setiap bulannya tentunya harus disikapi dengan baik.
IMG-20180811-WA0002

Belum lama tadi, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro menggelar pelatihan budidaya rumput laut bagi nelayan Desa Angsana.

Pelatihan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pelatihan teori dan sesi pelatihan praktik budidaya rumput laut.

Sesi pelatihan kali ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 7 dan 8 Agustus 2018. Sedangkan sesi teori sebelumnya dilaksanakan pada 1 Agustus 2018.

Sesi praktik dipandu Abdul Gafur Ariyasi dari Dinas Perikanan dan Ryan Erwan Noor dari Penyuluh Perikanan.

Kasi Pembinaan Transmigrasi, Winarti, mengatakan metode penanaman rumput laut yang digunakan adalah metode long line, yaitu pemasangan tali sebagai media tanam secara memanjang.

“Metode ini memberikan kemudahan pengangkatan rumput laut pada saat proses panen,” ujarnya.
IMG-20180811-WA0001

Pada hari pertama para nelayan diajarkan bagaimana cara pemasangan tali frame utama, pembuatan karung pemberat berisi pasir hingga cara penempatan pelampung utama di laut.

Selanjutnya pada hari kedua, nelayan langsung melakukan pemasangan bibit ke tali dan penanaman ke laut. Lokasi yang dipilih adalah di Karang Kima Pantai Angsana dengan menggunakan 6 kapal nelayan.

“Pada pelatihan kali ini Pemkab Tanbu melalui DPA Disnakertranskop dan UKM memberikan bantuan kepada para nelayan berupa alat dan bahan seperti bibit rumput laut sebanyak 650 kg, tali, karung pemberat, dan pelampung bola,” sebut Winarti.

Rumput laut ini bisa dipanen setelah 45 hari tanam sedangkan untuk digunakan bibit sekitar 25 hari.

Sementara itu, Kepala Disnakertranskop dan UM Tanah Bumbu, Suhartoyo berpesan kepada para peserta untuk dapat konsisten melanjutkan budidaya rumput laut ini supaya dapat meningkatkan taraf ekonomi bagi para warga trans nelayan di desa Angsana. (Rel/MC.Tanbu)

-

Subscribe

No Responses

Leave a Reply

Translate »