Penyuluh Perikanan Gali Potensi Pulau Panjang

IMG20170410121427

BATULICIN – Penyuluh Perikanan yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia (IPKANI) Tanah Bumbu (Tanbu) menggelar pertemuan dan silaturahmi dengan pelaku usaha dan masyarakat Desa Pulau Panjang Kecamatan Simpang Empat, belum lama tadi.

Pertemuan yang rutin yang dirangkai dengan pembinaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta memotivasi semangat dan antusiasme pelaku usaha dan masyarakat kearah yang lebih maju dan mandiri.

Koordinator Penyuluh Perikanan Tanah Bumbu, Eko Prio Raharjo, S.Pi menyebutkan, pembinaan yang diberikan meliputi tentang pentingnya fungsi dan peranan kelompok pembudidaya mangrove, fungsi dan peranan hutan mangrove, inisiasi dan fasilitasi pembentukan kawasan wisata mangrove dan lain sebagainya.

Pada pertemuan tersebut disampaikan terkait konsep pengembangan potensi Pulau Panjang ke depan, yang ditinjau dari aspek pendidikan, sosial, ekonomi dan budaya. Melalui pertemuan itu diharapkan bisa membentuk mindset masyarakat setempat untuk mampu memberdayakan masyarakat dan potensi lingkungan yang ada di sekitarnya.

Pada pertemuan ini, juga dilakukan dokumentasi hasil olahan tangan dari masyarakat Pulau Burung yang sekarang sudah digelutinya, yaitu pembuatan tas dan kain batik sasirangan dengan pewarnaan dari buah mangrove. Kedepanya kerajinan olahan tangan warga tersebut akan terus dikembangkandengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Selain itu, juga akan dibuat suatu inovasi dari potensi mangrove yang ada di Pulau Panjang berupa produk yang khas dari Pulau Panjang yaitu Sirup Mangrove.

“Dalam waktu dekat ini kami dari IPKANI akan menggelar pelatihan pembuatan sirup kepada masyarakat setempat. Diharapkan dengan adanya sirup ini nantinya akan menjadi spesifik lokalita (ciri khas) bagi masyarakat Pulau Panjang nantinya”, Sebutnya.

Untuk diketahui, Pulau Panjang merupakan sebuah desa yang kondisi geografisnya berupa kepulauan dan letaknya pun terpisah dengan Pulau Kalimantan. Penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan, pembudidaya mangrove, guru, dan lain sebagainya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh, Koordinator Penyuluh Eko Prio Raharjo,S.Pi, Penyuluh Perikanan Desa Pulau Panjang Hj. Gusti Lelianti, SP dan dua orang PPB/Penyuluh Perikanan Bantu Sasmiyanto,S.Pi dan Andi Evi Harvianna,S.Tr.Pi, Pengurus dan Anggota Kelompok Pelestari Mangrove Usaha Bersama, pihak lain yang ikut serta seperti Pemerintah Desa Pulau Panjang, PPA (Pemuda Pecinta Alam), Motivator Desa, PLD (Petugas Lapangan Desa), Kepala Sekolah, mahasiswa KKN dari IAIN Antasari Banjarmasin, tokoh masyarakat dan lain sebagainya. (Rel/MC.Tanbu)

Like

Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!