PAFI Tanbu Gelar Seminar Farmasi Dalam Upaya Menekan Peredaran Obat Ilegal

Screenshot_2017-12-28-22-49-59-700_com.yahoo.mobile.client.android.mail

Batulicin- Mengambil tempat di Aula Rapat Kantor Bupati, Pengurus Cabang Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PC PAFI) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar seminar kefarmasian dengan tema peran tenaga teknis kefarmasian dalam menekan peredaran obat ilegal sebagai wujud eksistensi profesi, Kamis(28/12) pagi
Screenshot_2017-12-28-22-49-45-553_com.yahoo.mobile.client.android.mail
Seminar yang diikuti oleh mahasiswa dan pelajar bidang farmasi tersebut dibukan secara resmi oleh Wakil Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor.
Screenshot_2017-12-28-22-49-23-305_com.yahoo.mobile.client.android.mail
Hadir pada acara pembukaan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, perwakilan KNPI Kabupaten Tanah Bumbu, dan para Nara Sumber.

Nara sumber dimaksud antara lain dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) banjarmasin, Polres Tanah Bumbu dan praktisi kefarmasian Dr. WahyubHendarti, S.Si, M. Kes dari Sulawesi.

Ketua PC PAFI Kabupaten Tanah Bumbu, Muhammad Syaid, A.Md far, dalam laporanya mengatakan, kegiatan seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para tenaga teknis farmasi untuk membatu mengontrol dan mengawasi peredaran obat-obatan ilegal di kabupaten Tanah Bumbu.

Menurutnya, tenaga teknis kefarmasian yang ada dikabupaten Tanah Bumbu tumbuh dengan pesat. Dengan dibukanya beberapa jurusan farmasi di sejumlah Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) dan pusat pendidikan lainya, telah melahirkan ratusan tenaga farmasi setiap tahunya.

“ Ada sekolah kejuruan yang lulusan tenaga farmasinya mencapai seratus orang pertahunya,” ujar Muhammad Syaid.

Sementara itu, Wakil Bupati dalam sambutanya menyambut baik pelaksanaan kegiatan seminar tersebut, sebab menurutnya kegiatan itu merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan bidang kefarmasian bagi masyarakat Tanah Bumbu.

diakuinya, peredaran obat-obatan yang ada diwilayah Tanah Bumbu sudah tidak bisa terkontrol dengan baik. Hal itu disebabkan kurangnya pengawasan terhadap keluar dan masuknya obat-obatan yang ada dipasaran atau ditingkat penjual, seperti apotek dan toko-toko obat milik masyarakat.

Untuk itu, ia meminta Dinas terkait, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu agar membuat program pengawasan yang melekat terhadapa peredaran obat-obatan yang ada dipasaran. Sehingga peredaran tersebut dapat dikontrol dan diketahui dengan baik.

“ Saya minta Dinkes membuat semacam Aplikasi yang bisa memantau peredaran obat yang terjadi dipasaran,” pinta Sudian Noor.

Pada kesempatan itu Wabup juga meminta kepada para apoteker untuk mentaati aturan yang berlaku dan transparan dalam mengedarkan obat-obatan yang dijualnya. Sehingga tidak terjadi penyalah gunaan obat-obatan dan dapat melindungi hak-hak para konsumen sesuai aturan yang berlaku dalam bidan kefarmasian. YNR

-

Subscribe

No Responses

Leave a Reply

Translate »