Mahasiswa dan Alumni Uniska Asal Tanbu Menyatu Dalam Temu Kangen Dan Kuliah Umum

IMG-20180901-WA0005

BATULICIN – Ikatan Alumni Universitas Islam Kalimantan Selatan ( Iluni Uniska) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab. Tanbu) menggelar Temu Kangen dan Kuliah Umum.

Acara yang dihadiri ratusan peserta dari mahasiswa dan Iluni Uniska itu dibuka Plh. Sekretaris Daerah Kab. Tanbu Drs. Mustaing, Sabtu (01/09) di Gedung PKK Kapet Kecamatan Simpang Empat.

Plt. Bupati Tanbu H. Sudian Noor melalui Plh. Sekda mengatakan, kegiatan ini dapat dijadikan momentum penting dalam membangun silaturrahmi sesama almamater Uniska.
IMG-20180901-WA0006
“Melalui temu kangen dan kuliah umum ini pemerintah daerah mengajak kepada mahasiswa dan Iluni Uniska Cabang Tanah Bumbu agar mampu memberikan kontribusi pemikiran yang inovatif menuju kemajuan daerah,” kata Mustain.

Lanjutnya, hal terpenting pada saat ini, Pemerintah Daerah sangat membutuhkan inovasi dan kreatifitas semua pihak. Dalam upaya mendukung Tanah Bumbu yang berkelanjutan.

“Dewasa ini kita dihadapkan pada peralihan jaman dan lompatan tekhnogi yang luar bisa. Maka itu pemerintah membutuhkan SDM yang mampu menyesuaikan kemajuan tekhnologi. Termasuk di dalamnya kaum intelektual seperti mahasiswa maupun para Alumni,” imbuhnya.

Drs. Difriadi Darjad saat memberikan kuliah umum di kesempatan itu mengajak kepada peserta yang hadir agar terus meningkatkan kemampuan dalam menuntut ilmu.

“Dalam menuntut ilmu itu tanpa batas usia, meskipun sudah sarjana dan pensiun kerja sekalipun. Selagi masih bisa belajar dan memberikan manfaat bagi orang banyak kedepannya.” ujarnya.
IMG-20180901-WA0004
Dalam kuliahnya, dia mengungkapkan akan tujuan dari menuntut ilmu itu adalah dalam rangka meningkatkan kemampuan maupun mengasahnya saat menghadapi berbagai persoalan.

Menurutnya didalam mengasah kemampuan, tentu berkaitan dengan intelektual dan emosional. Sebab menuntut ilmu tak hanya mengasah kemampuan intelektual namun juga harus seimbang dengan kecerdasan emosional.

“Sebuah ilustrasi, orang yang berintelektual tinggi akan percuma hidup di tengah masyarakat kalau emosionalnya tidak cerdas. Dimanapun dia berada selalu punya sikap tempramen hingga akan bertolak belakang perasaan dengan orang di sekitarnya,” jelas Difriadi. (win)

-

Subscribe

No Responses

Leave a Reply

Translate »