LPPTKA-BKPRMI Kecamatan Simpang Empat Gelar Pelatihan Standarisasi Guru TK Al-Qur’an

IMG-20171224-WA0002


BATULICIN – Sebanyak 140 Ustadz Ustadzah LPPTKA-BKPRMI dan Guru-guru Mengaji dari beberapa utusan Kecamatan mengikuti Pelatihan Standarisasi Guru TK Al-Qur’an.

Pelatihan dilaksanakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak Al-Quran (LPPTKA) Badan Koordinasi Pengurus Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Simpang Empat.

Pelatihan dilaksanakan Sabtu dan minggu tanggal 23 s/d 24 Desember 2017 bertempat di langgar Ar-Raudhah Jalan Lapangan 5 Oktober Desa Bersujud Kecamatan Simpang Empat Kab Tanah Bumbu.
IMG-20171224-WA0003

“Kegiatan Pelatihan Standarisasi Guru TK Al-Qur’an Metode Tilawati dengan materi Nada Rost Tilawati Jilid 1-6 menggunakan alat Peraga dan Multimedia Tilawati, Strategi Mengajar, Tehnik Munaqosyah, Tilawati Usia PAUD, Micro Teaching, Test Baca Al-Qur’an,” kata Ketua Panitia Pelatihan yang juga Ketua DPK BKPRMI Kecamatan Simpang Empat, H Rahman.

Narasumber pelatihan adalah KH Umairah Baqir yang merupakan Kepala Cabang Tilawati Al Baqir Kalimantan Selatan.

Hadir pada pembukaan pelatihan Standarisasi Guru TK Al-Qur’an, beberapa Tokoh dan Pejabat Pemerintah antara lain, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H Burhanuddin, Ketua Komisi I DPRD Kab Tanah Bumbu Hj Darwati dan Anggota DPRD H Abdul Haris, Pengurus DPD BKPRMI Kab Tanah Bumbu, Camat Simpang Empat M Saori, beberapa Kepala Desa, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat.

Camat Simpang Empat Muhammad Sairi dalam sambutanya mengatakan pelatihan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kwalitas sistem pembelajaran ustadz dan ustadzah kepada anak-anak santri.

“Pelatihan ini untuk penyegaran sistem pembelajaran bagi anak-anak santri TK/TP Al-Quran LPPTKA- BKPRMI,” sebutnya.

Diharapkan melalui pelatihan kemampuan baca tulis huruf Al-Quran guru mengaji dapat lebih mengembangkan dengan sistem ini sehingga anak-anak lebih mudah dan lebih cepat dan disenangi anak-anak dalam mempelajarinya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H Burhanuddin, menyampaikan bahwa Taman Kanak-kanak Al-Quran (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) adalah sebuah sistem pendidikan dan sarana pelayanan keagamaan non formal yang dirancang khusus bagi anak-anak dan remaja muslim.

Diharapkan sistem ini akan mampu menampung hasrat dan keperluan belajar agama anak-anak tanpa memberikan beban yang berat kepada mereka.

“Mudah-mudahan metode pelatihan ini sudah diformat mudah sehingga punya daya tarik tersendiri khusus bagi anak-anak. mengingat kondisi objektif umat islam dewasa ini sangat memprihatinkan yang buta aksara baca tulis Al-Quran semakin hari meningkat dan apabila ini tidak segera diatasi maka pada gilirannya islam akan mengalami kemunduran diberbagai bidang, maka dirasa memang sangat perlu untuk dilakukan pelatihan bagi ustadz dan ustadzah agar dalam proses pendidikan anak-anak santri dapat terarah dengan baik dan sangat perlu dapat dukungan pemerintah dalam penganggaran,” sebutnya.

Ketua Umum DPD BKPRMI yang diwakili Hamsonor, memberikan tuntunan kepada para peserta dalam mengelola dan memberikan pembelajaran TKA / TPA sebagai suatu lembaga pendidikan yang terkelola dengan baik dan seragam, terutama TKA/TPA BKPRMI Kecamatan Simpang Empat dengan tujuan yang diharapkan mendidik santri-santri agar mampu membaca al-quran dengan baik dan benar.

Ia menambahkan, ustadz dan ustadzah yang memenuhi persyaratan sebagai guru santri telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan DPK – BKPRMI agar punya dedikasi tinggi serta cinta Al-Quran.

Selain itu, ustadz dan ustadzah yang sudah dilatih dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya pemberantasan buta huruf baca tulis Al-Quran, memantau, menganalisis layak atau tidak layak mendirikan suatu TKA/TPA disuatu lokasi. (Rel/MC.Tanbu)

-

Subscribe

No Responses

Leave a Reply

Translate »