Kunker Waaster Kasad Disambut Wabup

IMG-20190916-WA0016

BATULICIN – Wakil Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Waaster Kasad) Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo melakukan kunjungan kerja (Kunker)
ke Kabupaten Tanah Bumbu, dalam rangka komunikasi sosial dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat.

Dalam kunjungannya disambut Wakil Bupati Tanah Bumbu H. Ready Kambo beserta kepala SKPD di ruang rapat Bersujud 1, Senin (16/09/2019).

Dalam kesempatan itu, Wabup mengucapkan terimakasih atas kunjungan Waaster Kasad ke Bumi Bersujud.

Kunker ini menurut Wabup memberikan makna tersendiri bagi Pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam upaya memelihara sinergisitas dan hubungan yang harmonis antara TNI dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

IMG-20190916-WA0017

Terutama dalam memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di daerah ini.

“Melalui sinergisitas terpadu ini, insya Allah bersama pula kita mampu mengatasi permasalahan Kamtibmas, dalam rangka mendukung keberhasilan pembangunan daerah, dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo menyampaikan kunjungan ini tak hanya silaturrahmi dengan jajaran Pemkab Tanah Bumbu, dia juga melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang sudah di gelar setahun yang lalu.

“Tugas pokok saya kesini mengawasi TMMD dan ingin mengetahui apakah kegiatan itu benar benar bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat,” terangnya.

IMG-20190916-WA0018

Namun disela kunjungan itu dia menyempatkan melakukan komunikasi sosial dengan prajurit Kodim, Pemerintah Daerah dan masyarakat. Dengan tujuan memberikan informasi apa yang mesti diantisipasi bersama dalam rangka menghadapi ancaman global.

Dikesempatan itu, Waaster sempat menyinggung maraknya berita bohong seiring digelarnya pesta demokrasi tingkat nasional maupun daerah.

“Berdasarkan pengalaman, Pilpres, Pemilu dan Pemilukada, hal yang harus kita hadapi bersama adalah arus pemberitaan bohong atau Hoax yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan,” jelasnya.

Hal demikian menurut dia,
perlu diantisipasi bersama melalui edukasi kepada masyarakat guna membedakan mana berita benar dan mana berita yang berpotensi memecah belah. Sementara yang lebih berpotensi dari Hoax itu adalah terpecah belahnya akibat SARA.

“Disini peran kepala SKPD dan semua aparatur maupun masyarakat komitmen membantu negara untuk tidak ikut menyebarkan berita Hoax baik secara kelembagaan maupun secara pribadi, demi menangkal keresahan,” pungkasnya.(win)

Like

Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

No Responses

Comments are closed.