Kemenkop UKM Gelar Temu Kemitraan KUMKM Dengan Usaha Besar di Tanbu

IMG_0131

BATULICIN – Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) mengadakan Temu Mitra Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) dengan Usaha Besar, Rabu (22/05/2019) di Batulicin.

Temu Mitra ini dalam rangka pemberdayaan KUMKM kelapa sawit di Tanah Bumbu.

Temu Mitra tersebut di isi dengan pemaparan implementasi kemitraan dengan usaha besar, prosedur bermitra dengan usaha besar sektor kelapa sawit, dan sosialisasi kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung program kemitraan bagi UKM sawit dan Koperasi/KUD.

Selain itu juga dirangkai dengan sesi tanya jawab antara narasumber dengan peserta temu kemitraan.

Sesi tanya jawab ini diharapkan mampu memecahkan permasalahan dan persoalan yang dihadapi oleh pelaku KUMKM dan Usaha Besar yang ada di Bumi Bersujud.

Narasumber pada temu kemitraan tersebut berasal dari Universitas Bakrie Jakarta, PT Buana Karya Bhakti Banjarmasin, dan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tanah Bumbu.

IMG_0133

Assisten Deputi Bidang Pengembangan dan Penguatan Usaha Kemenkop UKM, diwakili Kepala Bidang Pemantauan Kemitraan Usaha, Ratih Indarwati,SH mengatakan dalam rangka membantu percepatan peningkatan usaha koperasi dan UMKM, maka berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui penguatan kelembagaan koperasi dan UKM.

Menurut, Ratih Indarwati, penguatan kelembagaan koperasi sangat penting bagi pengembangan kegiatan usaha.

“Penguatan kelembagaan telah terbukti menjadi sarana yang efektif dan strategis untuk mengembangkan ekonomi rakyat dan mampu memberdayakan ekonomi rakyat. Bahkan juga dalam hal peningkatan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Selain itu, sebut Ratih, untuk mempercepat kinerja dan daya saing KUMKM, program strategis lainnya dari Kementerian Koperasi dan UKM adalah Kemitraan antara KUMKM dengan Usaha Besar.

Kemitraan ini diharapkan dapat menambah nilai tambah pada komoditi yang terlibat sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan KUMKM.

Kemitraan ini, lanjutnya disertai dengan pembinaan usaha besar terhadap ukm yang memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan.

“Kemitraan dengan usaha besar ini sangat penting buat pengembangan UKM. Pengembangan UKM memang dianggap sulit dilakukan tanpa melibatkan partisipasi usaha-usaha besar. Kemitraan juga merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan antara UKM dengan usaha besar,” ujarnya.

Beberapa manfaat yang diperoleh bagi UKM dan usaha besar dengan adanya kemitraan ini yaitu meningkatnya produktivitas, efesiensi, jaminan kuantitas, kualitas, kontinuitas, menurunkan resiko kerugian, memberikan sosial benefit yang cukup tinggi, dan meningkatkan ketahanan ekonomi secara nasional.

Sedangkan beberapa pra syarat dalam melakukan kemitraan usaha antara UKM dan Usaha Besar diantaranya adalah harus adanya komitmen yang kuat diantara pihak-pihak yang bermitra.

Kemitraan usaha memerlukan adanya kesiapan yang akan bermitra, terutama pada pihak UKM yang umumnya tingkat manajemen usaha dan penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang rendah agar mampu berperan sebagai mitra yang handal.

Pembenahan manajemen, peningkatan kualitas SDM, dan pemantapan organisasi usaha mutlak harus diserasikan dan diselaraskan sehingga kemitraan usaha dapat di jalankan memenuhi kaidah-kaidah yang semestinya.

Sementara itu, narasumber dari PT Buana Karya Bhakti Banjarmasin mengatakan kemitraan harus didasari atas kepercayaan dan komitmen yang kuat diantara kedua belah pihak.

Temu kemitraan KUMKM dengan Usaha Besar dihadiri pula Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan UM Tanbu diwakili Sekretaris Disnakertranskop dan UM Syamsuri, Kabid Koperasi Fahruraji, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah se-Tanbu. (Rel)

Like

Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

No Responses

Comments are closed.