DWP Tanbu Sosialisasikan Stunting dan Pencegahannya

IMG-20190220-WA0009

BATULICIN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tanah Bumbu mensosialisasikan stunting dan pencegahanya, Rabu (20/02) bertempat di Mahligai Bersujud.

Sosialisasi dilaksanakan pada saat pertemuan rutin bulanan DWP ini dihadiri Ketua DWP Tanbu Hj Mulyawati, Penasehat DWP Tanbu Hj Sadariah, serta DWP SKPD Pemkab Tanbu.

IMG-20190220-WA0007

Menurut Hj Mulyawati, sosialisasi stunting bertujuan untuk menambah wawasan DWP Tanbu terhadap pengertian stunting, pencegahan, dan cara pengobatannya.

Hj Mulyawati menyebutkan materi stunting ini sangat penting untuk disampaikan dan diketahui oleh masyarakat sehingga berdampak pada membaiknya tumbuh kembang anak dan meningkatnya kecerdasan anak di Tanah Bumbu.

Diharapkan setelah mengikuti sosialisasi stunting ini, anggota DWP Tanbu dapat pula mensosialisasikan pengertian stunting, cara pencegahan dan pengobatannya ke lingkungan sekitar tempat tinggal dan keluarga.

Terkait penanganan stunting ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui dana desa telah mengalokasikan dana operasional pencegahan stunting dimasing-masing desa.

Sementara itu, narasumber sosialisasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tanbu menyebutkan stunting adalah keadaan dimana tubuh anak lebih pendek dibanding anak-anak lain seusianya.

“Stunting juga dapat dilihat dari tinggi badan anak usia 7 tahun sama dengan usia 4 tahun,” sebut Maulida narasumber dari DMPD Tanbu.

IMG-20190220-WA0004

Adapun penyebab stunting diantaranya kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama sejak janin sampai anak usia 2 tahun.

Selain itu anak juga sering sakit terutama diare, campak, TBC, dan infeksi lainya.

Keterbatasan air bersih dan sanitasi, serta ketersediaan pangan ditingkat rumah tangga yang rendah juga menjadi penyebab dari stunting.

“Masalah gizi salah satu faktor penyebab stunting. Selain itu juga perilaku hidup bersih,” ucapnya.

Sedangkan dampak yang disebabkan oleh stunting seperti terganggunya perkembangan otak atau kecerdasan anak, gangguan pertumbuhan fisik, dan metabolisme tubuh, serta postur tubuh tidak maksimal saat dewasa.

Terkait cara mengatasi stunting ini, dapat dimulai dari saat kehamilan dan pasca melahirkan seperti pemberian tablet tambah darah, pemberian makanan tambahan ibu hamil, pemenuhan gizi, persalinan melalui dokter atau bidan, dan inisiasi menyusui dini.

Kemudian memberikan ASI dan MPASI, memberikan imunisasi dasar lengkap dan vitamin A, memantau pertumbuhan balita di posyandu, tersedianya air bersih dan fasilitas sanitasi, serta perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS.

“Pola makan bergizi berupa sayur dan buah sejak hamil sangat penting untuk mencegah anak stunting. Sebab jika anak sudah stunting walau diberi asupan gizi tidak akan bisa tumbuh normal lagi,” ujarnya. (rel)

Like

Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

No Responses

Comments are closed.