Dinkes Tanbu Gelar Pertemuan Intervensi PIS-PK

WhatsApp Image 2019-10-02 at 12.36.44 PM

BATULICIN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) menggelar pertemuan intervensi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di gedung Mahligai Bersujud Kecamatan Simpang Empat, Rabu (02/10/2019).

Kegiatan pertemuan ini dihadiri oleh kepala puskesmas, bidan, perawat, tenaga ahli gizi desa, dan pengurus program kegiatan dari Dinkes Tanbu dengan jumlah keseluruhan mencapai 250 orang peserta.

Dalam laporannya Kasi Pelayanan Kesehatan Tradisonal, Andriyasari selaku panitia pelaksana mengatakan, kegiatan ini merupakan program dinas kesehatan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kab Tanbu. Sekaligus juga menindaklanjuti program PIS-PK terkait tentang pelayanan dibidang kesehatan.

Sementara itu Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten Bidang Pemerintahan Hj Mariani mengatakan, PIS-PK merupakan salah satu program nasional di bidang kesehatan.

“Hal ini dalam rangka meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki derajat kesehatan optimal,” ujarnya.

WhatsApp Image 2019-10-02 at 12.36.44 PM (1)

Sesuiai amanat Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 tahun 2016, tentang Pedoman Penyelenggaraan Pprogram Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, maka pemerintah telah menetapkan bahwa pelaksana program ini adalah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Karenanya Bupati berharap komitmen semua pihak, terkhusus kepada peserta, agar dapat mengintegrasikan program dan kegiatan, serta langkah lain yang dibutuhkan, dalam menguatkan manajemen Puskesmas, yang menekankan pada integrasi pendekatan akses pelayanan kesehatan, ketersediaan tenaga kesehatan, pembiayaan dan sarana prasarana kesehatan.

“Sebab jika semua berperan dan berfungsi sebagimana mestinya, serta berkinerja baik, bukan tidak mungkin kita mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi (AKI dan AKB), mencegah terjadi prevalensi balita pendek (stunting), serta kita dapat menanggulangi terjadinya penyakit menular dan tidak menular, yang pada akhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bumi Bersujud,” sebutnya.

Turut berhadir pada acara ini Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Prov Kalsel), Balai Pelatihan Kesehatan Kalsel dan Kepala Dinas Kesehatan Tanbu. (Iwn)

Like

Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

No Responses

Comments are closed.