Dinkes Sosialisasikan Sistem Surveilans Gizi

IMG-20200228-WA0002

BATULICIN – Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) menggelar Pertemuan Sistem Surveilans Gizi di Mahligai Bersujud Kecamatan Simpang Empat, Kamis (27/02/2020).

Surveilans gizi adalah pengamatan dan pemantauan program dan masalah gizi secara terus menerus, baik dalam situasi normal maupun darurat. Hal ini meliputi pengumpulan, pengolahan, analisis dan pengkajian secara sistematis, serta penyebarluasan informasi dan pengambilan tindakan sebagai respon segera dan terencana.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Elly Irawati selaku panitia pelaksana dalam laporannya menyampaikan permasalahan gizi menjadi salah satu fokus dalam penanganan stunting di Indonesia.

“Dalam upaya perbaikan gizi anak dibutuhkan program multi sektoral yang efektif dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Oleh Karena itu pengumpulan data secara reguler sangat penting untuk memantau dan menganalisis kemajuan suatu wilayah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Didy Ariadi yang hadir dalam pertemuan itu mengucapkan apresiasi dan penghargaan atas upaya dan prsetasi yang telah diperoleh Kab Tanbu dalam penanganan stunting.

Ia melanjutkan, terkait surveilans gizi, pemantauan harus terus menerus dilakukan dan para petugas terkait selalu siap siaga.

“Apabila diterapkan, kita tidak akan kecolongan. Apabila ditemukan permasalahan seperti stunting atau gizi buruk maka akan cepat diselesaikan di puskesmas,” ungkapnya.

IMG-20200228-WA0001

Banyak aplikasi menurutnya yang telah dibangun oleh pemerintah dalam memudahkan pemantauan dan pelaporan hal-hal berkaitan dengan kesehatan, salah satunya adalah aplikasi e-PPGBM yang dibangun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. e-PPGBM adalah sistem pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan H Setia Budi diwakili Sekretaris dr Arman Jaya Riki saat membuka pertemuan mengharapkan setelah dilakukan evaluasi akan ada progres perbaikan, baik ditingkat data maupun capaian yang akan dituju.

“Nanti akan dijelaskan hubungan antara surveilans data dengan upaya penanganan stunting yang sedang galak dilakukan di Indonesia dan juga Tanah Bumbu,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan Kab Tanbu menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia dalam penanganan stunting karena adanya dukungn dan kerjasama lintar SKPD dan lintas sektoral.

“Dinas Kesehatan memiliki tugas dalam penyediaan data. Mudaha-mudahan melalui aplikasi e-PPGBM, kita bisa menyediakan data akurat yang menjadi dasar seperti perencanaan. Intervensi yang dilakukan tentunya akan menjadi tepat sasaran dengan adanya data tersebut,” sebutnya.

Ia juga menitip pesan kepada peserta yang hadir untuk menjadi pionir dalam upaya peningkatan kesehatan anak-anak di Bumi Bersujud. (Rel)

Like

Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

No Responses

Comments are closed.