Dihari Jadinya ke-34, Desa Pandan Sari Dicanangkan Sebagai Kampung KB

IMG-20181120-WA0009

BATULICIN – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui gerakan Keluarga Berencana (KB) di Bumi Bersujud, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) kembali mencanangkan kampung KB di Desa Pandan Sari Kecamatan Karang Bintang, Selasa (20/11).

Pencanangan yang ditandai dengan pemukulan gong dan Penandatangan Prasasti Kampung KB oleh Bupati Tanah Bumbu, H. Sudian Noor tersebut berlangsung meriah karena bertepatan dengan Hari Jadi Desa Pandan Sari yang ke-34.

Kemeriahan bertambah, karena acara juga dihadiri perwakilan Kepala BKKBN Prov. Kalsel, Ketua TP PKK Tanah Bumbu, Anggota DPRD Tanbu, Jajaran Pejabat Lingkup Pemkab Tanbu, Camat dan Unsur Muspika, Kepala Desa dan masyarakat Desa Pandan Sari.

Kepala Desa Pandan Sari, Kabul Budiono, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati beserta seluruh undangan atas kehadirannya yang turut memeriahkan acara silaturrahmi masyarakat dalam rangka pencanangan Kampung KB dan Hari Jadi Desa Pandan Sari yang ke 34.

Silaturahmi tersebut juga sebagai wujud kebersamaan dalam pembangunan di Bumi Bersujud pada umumnya dan Desa Pandan Sari pada khususnya.

“Mari kita warnai pembangunan desa pandan sari secara bersama-sama, dengan harapan mampu menjadikan kesejahteraan masyarakat lebih baik lagi,” katanya.

Kabul Budiono juga mengatakan, pencanangan Kampung KB dan hari jadi yang dilaksanakan di desanya merupakan momentum yang saling berkaitan erat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu Ia meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperhatikan perkembangan pembangunan di desanya secara berkelajutan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sebagai seremonial belaka, akan tetapi juga menjadi awal pergerakan secara nyata dalam mewujudkan keluarga berencana yang mandiri dan berkesinambungan menuju kesejahteraan bersama,” imbuhnya.

IMG-20181120-WA0010

Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera BKKBN Prov. Kalsel, Hj. Mila Rahmawati menyambut baik pencanangan tersebut. Terlaksananya pembangunan KB merupakan Tanggungjawab bersama. Sehingga seluruh elemen pemerintahan ditingkat Pusat dan daerah serta seluruh elemen masyarakat secara bersama-sama untuk mensukseskannya.

Dikatakannya, hingga saat ini Pemprov Kalsel melalui perwakilan BKKBN Prov Kalsel sudah mencanangkan sebanyak 85. Kampung KB yang tersebar di 155 Kecamatan yang ada di 13 Kabupaten/Kota se Kalsel. Atau sudah mencapai 70 persen dari target yang ditetapkan untuk Kalsel.

“Dengan dicanangkannya Desa Pandan Sari sebagai Kampung KB, berarti kita sudah memiliki 85 kampung KB di seluruh wilayah Kalsel,” paparnya.

Sedangkan Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor dalam sambutannya mengatakan pencanangan kampung KB yang bertepatan dengan hari jadi ini merupakan momentum bagi Desa Pandan Sari untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan prioritas pembangunan kepada Desa Pandan Sari sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan.

“Ini hari yang spesial bagi Desa Pandan Sari, dihari jadinya yang 34 mendapatkan berkah sebagai kampung KB,” ujarnya.

Dikatakannya, dihari spesial ini pemerintah daerah juga memberikan apresiasi berupa kemudahan administrasi kependudukan bagi masyarakat Desa Pandan Sari, seperti kemudahan pengurusan eKTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan Kartu Identitas Anak.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan memprioritaskan sejumlah peningkatan kesejahteraan berupa pembangunan dan perbaikan sanitasi air bersih dan infrastruktur jalan ditahun 2019.

“Kita juga berkomitmen untuk memberi prioritas program bedah rumah bagi masyarakat Desa Pandan Sari yang tidak mampu,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Bupati Sudian Nomor, Kampung KB merupakan salah satu bentuk miniatur pelaksanaan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh yang melibatkan seluruh bidang dan mitra kerja instansi terkait sesuai kebutuhan dan kondisi wilayahnya.

“Itu dilakukan sebagai upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas, agar mampu mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan kehidupan keluarga yang berkualitas, tenteram dan sejahtera. Sehingga Program ini menjadi urgen dilakukan, mengingat jumlah penduduk semakin bertambah dari waktu ke waktu,” tutup Bupati. (ynr)

-

Subscribe

No Responses

Leave a Reply

Translate »