Bupati Buat Gebrakan Terkait Pencapaian Target Imunisasi Pencegahan MR

IMG-20181011-WA0021

BATULICIN -Penyakit Measles Dan Rubella (MR) seakan menjadi ancaman ditengah masyarakat. Dengan demikian dibutuhkan kesadaran pihak orang tua dengan segera mengimunisasi anaknya agar terhindar dari penyakit membahayakan tersebut.

Demi mengoptimalkan sosialisasi pencegahan terhadap penyakit itu. Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor akan membuat gebrakan jemput bola di tiap Desa.

Melalui gebrakan menuju pencapaian target MR ini tidak cukup hanya mengandalkan pihak Dinas Kesehatan. Pemerintah Daerah akan membuat tim khusus yang melibatkan SKPD terkait.

“Ditiap Kecamatan dibuat Tim yang dipimpin oleh masing masing Camat. Nantinya mereka ditugaskan melakukan pemetaan dan pendataan terhadap warga yang belum melakukan imunisasi MR untuk anaknya,” kata Sudian Noor saat membuka Evaluasi Pelaksanaan Kampanye Measles Dan Rubella di Mahligai Bersujud Kamis (11/10) Kecamatan Simpang Empat.

“Saya yakin target pencapaian imunisasi MR akan tercapai kalau kita kerjakan secara keroyokan,” ungkapnya.

Tambah Bupati, peran strategis dalam pencapaian ini adalah Dinas Pendidikan setempat agar melakukan koordinasi dengan pihak sekolah.

“Hal ini lebih mudah dilakukan pendataannya, tentunya Kepala Sekolah akan mendata terhadap murid yang belum melakukan imunisasi itu,” terangnya.

Dalam kesempatan itu turut disampaikan, menurutnya persoalan Kesehatan sudah menjadi hak anak. Terkait dalam upaya pencegahan ini, tak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Dia beralasan, Pemerintah sudah berupaya melakukan sosialisasi dalam rangka pencegahan. Dengan tujuan menggugah kesadaran orang tua demi kelangsungan hidup sehat bagi anak mereka.

“Tugas pemerintah adalah menjelaskan bahayanya serta melayani imunisasinya, setelah itu sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk mengajak anak-anaknya melakukan imunisasi MR di Puskesmas atau Posyandu,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kab. Tanah Bumbu H. Damrah turut menjelaskan, kegiatan Kampanye MR ini sudah dilaksanakan di 10 Kecamatan pada 14 Puskesmas dengan sasaran sebanyak 99.772 anak. Dengan usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun.

Adapun pelaksanaan yang digelar pada bulan Agustus dan September 2018 pihaknya telah melakukan penilaian risiko secara menyeluruh terhadap Puskesmas pelaksana kampanye MR tersebut.

Sedangkan kendala yang dihadapi jajarannya selama ini, yakni adanya isu status halal haramnya vaksin, ditambah dengan isu Hoax yang beredar di media sosial, sehingga memunculkan penolakan di berbagai tempat, mulai orang tua hingga anak.

“Sterategi yang kami lakukan untuk menangkal isue itu kami terus lakukan konsolidasi ke 14 Puskesmas sekaligus pemantauan langsung. Terus berkoordinasi dengan pihak MUI Kabupaten dalam melakukan sosialisasi fatwa MUI untuk menghindari keraguan masyarakat. Serta melaksanakan pelayanan imunisasi itu di berbagai kesempatan selain Posyandu dan Puskesmas,” tandasnyya. (win)

-

Subscribe

No Responses

Leave a Reply

Translate »